Hitung Ulang Suara Pileg di Surabaya, Ini Hasilnya

Kompas.com - 12/08/2019, 18:18 WIB
Penghitungan surat suara ulang Pileg Kota Surabaya di kantor KPU Surabaya, Senin (12/8/2019) A. FAIZALPenghitungan surat suara ulang Pileg Kota Surabaya di kantor KPU Surabaya, Senin (12/8/2019)

SURABAYA, KOMPAS.com - Politisi Partai Golkar Aan Ainur Rofiq gagal menduduki kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya tahun ini.

Hasil Penghitungan Surat Suara Ulang ( PSSU) pada hasil Pileg 2019, di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya, Senin (12/8/2019), memaksa Ainur Rofiq untuk menyerahkan satu kursi di DPRD Surabaya kepada Agoeng Prasodjo, rekan separtainya.

Berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi yang mengabulkan gugatan sengketa hasil pemilu legislatif yang dimohonkan Partai Golkar, PSSU digelar di 3 TPS dapil Surabaya IV.

Masing-masing yakni TPS 30 dan TPS 31 Putat Jaya, Kecamatan Sawahan. Kemudian TPS 50 Kelurahan Simomulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal.

Baca juga: Jalankan Putusan MK, KPU Gelar Penghitungan Suara Ulang di Surabaya dan Trenggalek

Setelah penghitungan ulang, Aan Ainur Rofiq ternyata kelebihan 47 suara. Sementara suara Agoeng Prasodjo hilang 22 suara.

Dengan demikian, hasil akhir PSSU untuk kedua caleg tersebut, suara Aan Ainur Rofiq berkurang menjadi 4.676 suara, dari hasil sebelumnya 4.723 suara.

Sementara, suara Agoeng Prasodjo bertambah menjadi 4.714 dari sebelumnya 4.692.

Penghitungan suara dilakukan secara berjenjang dari tingkat KPPS, PPS sampai KPU Surabaya.

Penghitungan ulang disaksikan anggota KPPS di 3 TPS, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), KPU Kota Surabaya, dan saksi-saksi dari partai politik.

Seusai PSSU, Agoeng Prasodjo berharap kesalahan hitung tidak lagi terjadi oleh KPU.

"Mungkin human error, tapi ke depan saya harap KPU lebih profesional, karena menyangkut nasib caleg dan suara partai," kata Agoeng.

Secara terpisah, Aan Ainur Rofik mengaku menerima hasil PSSU tersebut.

"Karena keputusan sifatnya mengikat, saya tidak bisa menggugat lagi. Lagi pula tidak ada mekanisme yang memungkinkan saya kembali menggugat," kata Ainur Rofiq.

Namun, Ainur sedang menyiapkan protes kepada Partai Golkar atas hasil PSSU tersebut.

Meski demikian, Ainur tidak menjelaskan detail surat protes yang dimaksud.

"Intinya soal etik. Nanti saya kabari lagi karena suratnya belum masuk," ucap Ainur.

Sebelumnya, MK mengabulkan 12 dari 260 gugatan hasil pemilu legislatif.

Melalui 12 putusan itu, Mahkamah memerintahkan KPU melakukan penghitungan ulang di sejumlah daerah, pemungutan suara ulang, dan penyandingan data.

Dari 12 putusan, dua di antaranya dimohonkan oleh Partai Golkar di Kota Surabaya dan PDI-P di Kabupaten Trenggalek.

Golkar menyoal kesalahan pencatatan hasil perolehan suara untuk pemilu legislatif tingkat DPRD Kota Surabaya.

Sementara, PDI-P mempermasalahkan pencatatan hasil perolehan suara pemilu legislatif DPRD Kabupaten Trenggalek.

Dalam putusannya, MK juga memerintahkan KPU melakukan penghitungan suara ulang di 4 TPS di Kabupaten Trenggalek.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota DPRD Dibacok gara-gara Knalpot Bising Adiknya, Ini Kronologinya

Anggota DPRD Dibacok gara-gara Knalpot Bising Adiknya, Ini Kronologinya

Regional
Geger, Bayi Baru Lahir di Palembang Ditemukan di Tempat Sampah

Geger, Bayi Baru Lahir di Palembang Ditemukan di Tempat Sampah

Regional
Jalan Tol Trans Lampung Ditemukan Banyak Lubang dan Bergelombang

Jalan Tol Trans Lampung Ditemukan Banyak Lubang dan Bergelombang

Regional
Eks TKI Alami Gangguan Jiwa, Hidup dengan 4 Anaknya yang Kurang Gizi, Popok Sampai Berulat

Eks TKI Alami Gangguan Jiwa, Hidup dengan 4 Anaknya yang Kurang Gizi, Popok Sampai Berulat

Regional
Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang, Banten, 3 Orang Tewas

Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang, Banten, 3 Orang Tewas

Regional
Oknum Polisi yang Todongkan Pistol ke Pengunjung Saat Ribut di Warung Tuak Diperiksa Propam

Oknum Polisi yang Todongkan Pistol ke Pengunjung Saat Ribut di Warung Tuak Diperiksa Propam

Regional
Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

Regional
'Fun Bike' Diwarnai Joget, Ada Peserta Tak Bermasker, Polisi: Acara Tak Berizin, Kami Minta Bubarkan Diri

"Fun Bike" Diwarnai Joget, Ada Peserta Tak Bermasker, Polisi: Acara Tak Berizin, Kami Minta Bubarkan Diri

Regional
Adu Jotos di Warung Tuak, Polisi Todongkan Pistol ke Pengunjung, Ini Kronologinya

Adu Jotos di Warung Tuak, Polisi Todongkan Pistol ke Pengunjung, Ini Kronologinya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Oktober 2020

Regional
Kronologi 2 Satpam Divonis Bersalah atas Kasus Pembunuhan, Gegara Membela Diri Saat Diserang dengan Sajam

Kronologi 2 Satpam Divonis Bersalah atas Kasus Pembunuhan, Gegara Membela Diri Saat Diserang dengan Sajam

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Oktober 2020

Regional
Terlibat Perjudian, Oknum Kades di Grobogan Terancam 10 Tahun Penjara

Terlibat Perjudian, Oknum Kades di Grobogan Terancam 10 Tahun Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X