"Yang Selamat dari Kejadian Bencana Itu Masyarakat Menyelamatkan Diri"

Kompas.com - 12/08/2019, 07:13 WIB
Dua pelajar dengan posisi tangan yang berbeda berada di bawah meja saat mengikuti simulasi bencana gempa tsunami di SDN Sriwijaya, Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (10/8/2019). KOMPAS.com/BUDIYANTODua pelajar dengan posisi tangan yang berbeda berada di bawah meja saat mengikuti simulasi bencana gempa tsunami di SDN Sriwijaya, Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (10/8/2019).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Penanggulangan bencana bukanlah tanggung jawab pemerintah saja. Semua elemen masyarakat harus ikut andil dalam upaya penanganannya untuk meminimalisasi jatuhnya korban.

Salah satu lembaga yang menaungi berbagai unsur masyarakat dalam penanggulangan bencana adalah Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). Forum ini dibentuk di berbagai daerah. Keberadaan FPRB ini merupakan salah satu indikator desa tangguh bencana.

"Berdasarkan hasil penelitian, yang selamat dari kejadian bencana itu masyarakat menyelamatkan diri," kata Ketua FPRB Jawa Barat H Soma Suparsa dalam perbincangan dengan Kompas.com di Palabuhanratu, Sabtu (10/8/2019).


Abah Soma, sapaan akrab Soma Suparsa, berada di Palabuhanratu dalam rangkaian keikutsertaannya pada Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami Regional Jawa 2019 untuk wilayah Jawa Barat.

Baca juga: 5 Fakta Bencana Karhutla, PT SSS Jadi Tersangka hingga Asap Selimuti Upacara HUT Riau

Dia menjelaskan, pembentukan FPRB sesuai dengan pasal 8 Undang-undang Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.

Pembentukan FPRB ini, lanjut dia, untuk menyinergikan seluruh unsur pemangku kepentingan. Sebab, FPRB ini terbentuk dari unsur pentahelix yang terdiri dari pemerintah, masyarakat, lembaga usaha, akademisi dan media massa.

"Pembentukan FPRB di kota atau kabupaten hingga desa-desa berbasis masyarakat sangat vital sekali," ujar penggiat alam terbuka yang juga anggota Wanadri dengan NRP W 498 Kabut Rimba (KR) ini.

"FPRB ini harus menjadi mitranya pemerintah dalam hal ini BPBD. Sehingga apa pun yang dijadikan pogram BPBD bisa dilaksanakan bila mana bekerja sama dengan FPRB," ujar Abah Soma yang juga sempat terjun dalam penanggulangan bencana tsunami Aceh 2004.

Dia menuturkan, di Jawa Barat ini, dari 27 kota atau kabupaten, baru sekitar 13 daerah yang telah membentuk FPRB. Salah satu daerah terbaru yang memiliki FPRB sudah menggelar musyawarah daerah (Musda) adalah Kota Bogor. Sementara Kabupaten Bandung baru menggiatkan kembali FPRB.

"FPRB kota atau kabupaten ini harus segera muncul ke permukaan. Karena kehadirannya untuk mengakomodir dan mendorong munculnya FPRB tingkat kecamatan dan desa," tutur Abah Soma yang kerap terlibat dalam Operasi Kemanusiaan di banyak lokasi.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita di Balik Kedatangan Bupati Minahasa Selatan ke Istana, Tak Diundang Jokowi hingga Pernah Diperiksa KPK

Cerita di Balik Kedatangan Bupati Minahasa Selatan ke Istana, Tak Diundang Jokowi hingga Pernah Diperiksa KPK

Regional
Cabut Izin Mendirikan Gereja, Bupati Bantul Digugat

Cabut Izin Mendirikan Gereja, Bupati Bantul Digugat

Regional
Air Sumur Mendidih di Ambon, Ini Penjelasan LIPI

Air Sumur Mendidih di Ambon, Ini Penjelasan LIPI

Regional
'Terima Kasih Banyak Bapak Presiden Jokowi Sudah Kirimkan Saya Uang'

"Terima Kasih Banyak Bapak Presiden Jokowi Sudah Kirimkan Saya Uang"

Regional
Pedagang Pasar Tiba-tiba Lempari Gerbang Universitas Riau dengan Sayur dan Buah

Pedagang Pasar Tiba-tiba Lempari Gerbang Universitas Riau dengan Sayur dan Buah

Regional
DPRD Jabar Kritisi soal Komunikasi dengan Ridwan Kamil

DPRD Jabar Kritisi soal Komunikasi dengan Ridwan Kamil

Regional
Angin Kencang Tak Berhenti Terjang Permukiman Warga di Magelang, Ratusan Rumah Rusak

Angin Kencang Tak Berhenti Terjang Permukiman Warga di Magelang, Ratusan Rumah Rusak

Regional
Ucapan Selamat kepada Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin dari Asmat Papua

Ucapan Selamat kepada Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin dari Asmat Papua

Regional
Fakta Tetty Paruntu Bupati Minahasa Selatan yang Datang ke Istana, Kader Golkar yang Peduli Pada Lansia

Fakta Tetty Paruntu Bupati Minahasa Selatan yang Datang ke Istana, Kader Golkar yang Peduli Pada Lansia

Regional
Densus 88 Dimarahi Pemilik Indekos yang Disewa Terduga Teroris, Disuruh Buka Sepatu

Densus 88 Dimarahi Pemilik Indekos yang Disewa Terduga Teroris, Disuruh Buka Sepatu

Regional
Santri Tewas Terjatuh dari Pohon Kelapa Jam 2 Dini Hari, Orangtua Heran

Santri Tewas Terjatuh dari Pohon Kelapa Jam 2 Dini Hari, Orangtua Heran

Regional
Pemprov Sulsel Gandeng KPK untuk Tingkatkan Kapasitas Humas

Pemprov Sulsel Gandeng KPK untuk Tingkatkan Kapasitas Humas

Regional
Penemuan Ikan Bertuliskan Kata “Ambon” dan 'Maluku', Diduga dari Koran yang Menempel

Penemuan Ikan Bertuliskan Kata “Ambon” dan "Maluku", Diduga dari Koran yang Menempel

Regional
Cegah Anak Kecanduan Gawai, Wali Kota Bandung Siapkan Program Bagi-bagi Ayam

Cegah Anak Kecanduan Gawai, Wali Kota Bandung Siapkan Program Bagi-bagi Ayam

Regional
4 Kucing di Pontianak Dianiaya, Matanya Ditusuk Kayu Orang Misterius

4 Kucing di Pontianak Dianiaya, Matanya Ditusuk Kayu Orang Misterius

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X