Kemarau, Warga Bogor Pakai Kamar Mandi Buatan di Kolong Jembatan

Kompas.com - 09/08/2019, 18:44 WIB
Seorang warga terpaksa melakukan aktivitas mandi, cuci dan kakus (MCK) di kamar mandi buatan yang berada di bawah jembatan Ciomas Jalan Nyengkle Gunung Batu, Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamak­mur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Afdhalul IkhsanSeorang warga terpaksa melakukan aktivitas mandi, cuci dan kakus (MCK) di kamar mandi buatan yang berada di bawah jembatan Ciomas Jalan Nyengkle Gunung Batu, Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamak­mur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com — Warga di Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terpaksa melakukan aktivitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) di kamar mandi buatan yang berada di bawah jembatan.

Hal itu disebabkan kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Bogor di mana hujan yang tak kunjung turun sejak tiga bulan terakhir menyebabkan sumur mengering.

"Iya, kemarau hujan enggak turun, jadi sumur kering. Akhirnya, warga memanfaatkan kamar mandi ini untuk cuci dan mandi," kata seorang warga, Ujang Suryana (59), saat ditemui Kompas.com, Jumat (9/8/2019).


Ujang mengatakan, warga membuat kamar mandi di kolong jembatan tepi sungai dengan menyusun batu-batu di sebuah bekas fondasi jembatan. Kamar mandi yang dibuat berukuran 1x2 meter.

Baca juga: 3 Kawasan Gunung yang Terbakar Saat Masuk Musim Kemarau...

Air berasal dari saluran pipa sepanjang 5.000 meter dari sumber mata air curug yang ada di wilayah tersebut.

"Ini bekas jembatan lama yang roboh karena tiga tahun lalu pernah banjir. Jadi batu-batu di sungai ini ditumpuk untuk dibuat kamar mandi, tutupannya menggunakan tripleks," kata dia.

Meskipun lokasinya berada di bawah jembatan, kata dia, dekat dengan bibir sungai sehingga bisa dimanfaatkan untuk mencuci piring.

Selain itu, air yang mengucur dari pipa tersebut juga diambil untuk persediaan dapur di rumah.

"Enggak cuma sumur kering, sektor pertanian juga seperti sayur-sayuran, jagung kering. Jadi di sini memang banyak yang mengeluhkan air," ujar dia.

Untuk mencapai lokasi, warga biasanya berjalan menyusuri pematang sawah dan harus ekstra hati-hati karena terdapat banyak batuan yang sewaktu-waktu bisa membahayakan.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Dikejutkan Penampakan Surili, Hewan Maskot PON Jabar 2016, Berkeliaran di Permukiman

Warga Dikejutkan Penampakan Surili, Hewan Maskot PON Jabar 2016, Berkeliaran di Permukiman

Regional
Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Jayapura Papua, Akibat Aktivitas Sesar Lokal

Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Jayapura Papua, Akibat Aktivitas Sesar Lokal

Regional
Ini Alasan 4 Keluarga Jokowi Berniat Maju Pilkada 2020

Ini Alasan 4 Keluarga Jokowi Berniat Maju Pilkada 2020

Regional
4 'Kerajaan' yang Pernah Gegerkan Warga, Keraton Agung Sejagat hingga Kerajaan Ubur-Ubur

4 'Kerajaan' yang Pernah Gegerkan Warga, Keraton Agung Sejagat hingga Kerajaan Ubur-Ubur

Regional
[POPULER NUSANTARA] Munculnya Kesultanan Selaco | Viral Tagihan 2 Ekor Ayam Rp 800.000

[POPULER NUSANTARA] Munculnya Kesultanan Selaco | Viral Tagihan 2 Ekor Ayam Rp 800.000

Regional
Ini Identitas 8 Korban Tewas Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang

Ini Identitas 8 Korban Tewas Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang

Regional
Wakil Gubernur Jabar: Sunda Empire dan Kesultanan Selaco Sah-sah Saja

Wakil Gubernur Jabar: Sunda Empire dan Kesultanan Selaco Sah-sah Saja

Regional
Kronologi Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang yang Tewaskan 8 Orang

Kronologi Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang yang Tewaskan 8 Orang

Regional
Ladang Ganja Ditemukan di Gunung Guntur Garut

Ladang Ganja Ditemukan di Gunung Guntur Garut

Regional
Bus yang Terguling dan Tewaskan 8 Orang Angkut Wisatawan dari Tangkuban Parahu

Bus yang Terguling dan Tewaskan 8 Orang Angkut Wisatawan dari Tangkuban Parahu

Regional
Satu Kantor Desa di Tasikmalaya Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal

Satu Kantor Desa di Tasikmalaya Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal

Regional
Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 8 Orang

Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 8 Orang

Regional
Sultan Putra Kusumah VIII: Kesultanan Selaco Cagar Budaya dan Diakui UNESCO

Sultan Putra Kusumah VIII: Kesultanan Selaco Cagar Budaya dan Diakui UNESCO

Regional
Dibekap, Jasad Dibuang ke Jurang, Anak Hakim Medan Ingin Pelaku Dihukum Seumur Hidup

Dibekap, Jasad Dibuang ke Jurang, Anak Hakim Medan Ingin Pelaku Dihukum Seumur Hidup

Regional
Kapal Pengangkut 25 Drum Avtur Hilang Kontak di Laut Maluku Sejak Sepekan Lalu

Kapal Pengangkut 25 Drum Avtur Hilang Kontak di Laut Maluku Sejak Sepekan Lalu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X