3 Kawasan Gunung yang Terbakar Saat Masuk Musim Kemarau...

Kompas.com - 05/08/2019, 05:58 WIB
Petugas mematikan titik api di puncak Gunung Arjuno Dokumentasi BPBD JatimPetugas mematikan titik api di puncak Gunung Arjuno
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Beberapa kawasan gunung di Indonesia terbakar saat masuk musim kemarau di tahun 2019.

Walaupun lokasi yang terbakar bukan berada di jalur pendakian, beberapa pendaki harus dievakusi.

Berikut 3 kawasan gunung yang sempat terbakar saat masuk musim kemarau 2019.

1. Gunung Arjuno Kota Batu Jawa Timur

Operasi pemadaman kebakaran hutan melalui helikopter pengebom air di Gunung Arjuno, Jawa Timur, Minggu (4/8/2019)Dok. BPBD Kota Batu Operasi pemadaman kebakaran hutan melalui helikopter pengebom air di Gunung Arjuno, Jawa Timur, Minggu (4/8/2019)
Hutan di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo atau lereng Gunung Arjuno terbakar, Minggu (28/7/2019).

Hutan yang terbakar masuk wilayah Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur.

Titik api terdeteksi sejak pukul 9.30 WIB.

Saat terbakar, 90 pendaki di gunung setinggi 3339 mdpl itu sudah turun. Sedangkan 59 pendaki dievakuasi ke pos pendakian di Bumiaji, Kota Batu dan enam pendaki lainnya dapat turun melalui pos pendakian Purwosari, Kabupaten Pasuruan.

Sisanya, sebanyak 25 pendaki sudah turun terlebih dahulu sebelum dievakuasi.

Baca juga: Kebakaran Gunung Arjuno Hanguskan 300 Hektare Lahan di Lokasi Puncak

Kasi Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Achmad Choirur Rochim mengatakan, setelah sempat padam Senin (29/7/2019),  pada malam hari titik api kembali terlihat sekitar pukul 20.00 WIB.

"Sudah berhasil dipadamkan sejak Hari Senin sekitar pukul 11.30 WIB, terpantau muncul titik api lagi mulai pukul 20.00 WIB," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (31/7/2019).

Pada Selesa (30/7/2019) keesokan harinya, tim pemadam gabungan kembali naik untuk memadamkan api.

Rochim mengatakan, lokasi kebakaran berada di tebing dengan kemiringan 60 derajat ke atas. Jarak tempuh juga memakan waktu yang cukup lama, yakni hingga delapan jam.

Baca juga: BPBD Sebut Helikopter Padamkan 7 Titik Api di Puncak Gunung Arjuno

Sementara itu, tim yang terjun ke lokasi kebakaran fokus untuk mencegah api supaya tidak menjalar ke Curah Sriti Gunung Mujur. Sebab, di kawasan itu terdapat semak belukar yang membuat api sulit dipadamkan.

"Target operasi pemadaman mencegah rambatan api ke arah Curah Sriti Gunung Mujur. Karena vegetasinya semak belukar yang akan sulit dipadamkan. Data BPBD Kota Batu, apabila api sudah masuk wilayah tersebut, maka pemadamannya sangat sulit. Kemungkinan kecil bisa dipadamkan oleh petugas," ungkapnya.

Jalur pendakian Gunung Arjuno, Jawa Timur, ditutup sementara akibat kebakaran hutan di kawasan itu.

Terdapat empat jalur pendakian di gunung tersebut. Yakni jalur pendakian dari Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu; Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang; Purwosari; dan jalur pendakian dari Prigen, Kabupaten Pasuruan. Semua jalur pendakian itu ditutup.

Baca juga: Kebakaran Hutan di Gunung Arjuno Mencapai 300 Hektar

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur Suban Wahyudiono mengatakan, tim BPBD memadamkan tujuh titik api di puncak Gunung Arjuno di sisi Kota Batu Jawa Timur, Sabtu (3/8/2019) siang.

Pemadaman dilakukan dengan metode water bombing atau menyiramkan air menggunakan helikopter. Penyiraman titik api dilakukan selama tiga jam sejak pukul 10.00 WIB.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Saksi Perjuangan Melawan Agresi Militer Belanda Terancam Pembangunan Tol

Rumah Saksi Perjuangan Melawan Agresi Militer Belanda Terancam Pembangunan Tol

Regional
Pelaku Pembuang Bayi di Sleman Seorang Pelajar dan Mahasiswa Kedokteran

Pelaku Pembuang Bayi di Sleman Seorang Pelajar dan Mahasiswa Kedokteran

Regional
Gunungkidul Bangun 1000 Titik Jaringan Internet di 2020

Gunungkidul Bangun 1000 Titik Jaringan Internet di 2020

Regional
Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Banjar Menolak Diperiksa Swab Tenggorokannya

Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Banjar Menolak Diperiksa Swab Tenggorokannya

Regional
Tertular Pasien, 4 Perawat RSUD Klungkung Positif Covid-19

Tertular Pasien, 4 Perawat RSUD Klungkung Positif Covid-19

Regional
'75 Tahun Merdeka, Desa Kami Belum Masuk Listrik, Anak-anak Belajar Pakai Lampu Teplok...'

"75 Tahun Merdeka, Desa Kami Belum Masuk Listrik, Anak-anak Belajar Pakai Lampu Teplok..."

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 13 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 13 Agustus 2020

Regional
Warga yang Makan Daging Busuk BPNT Muntah-muntah

Warga yang Makan Daging Busuk BPNT Muntah-muntah

Regional
Masih Berkabung, Petugas Kesulitan Tracing Warga yang Rebut Jenazah Covid-19

Masih Berkabung, Petugas Kesulitan Tracing Warga yang Rebut Jenazah Covid-19

Regional
Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Midodareni di Solo Bertambah

Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Midodareni di Solo Bertambah

Regional
Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak dalam Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak dalam Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Agustus 2020

Regional
289 Anak Usia Sekolah Positif Corona di Papua, Ini Penjelasannya

289 Anak Usia Sekolah Positif Corona di Papua, Ini Penjelasannya

Regional
Belajar Tatap Muka SMP di Padang Panjang Berjalan Lancar, Ada 9 Aturan yang Harus Dipatuhi

Belajar Tatap Muka SMP di Padang Panjang Berjalan Lancar, Ada 9 Aturan yang Harus Dipatuhi

Regional
Pria Ini Bunuh Kekasihnya gara-gara Cium Bau Sperma di Sofa Rumah

Pria Ini Bunuh Kekasihnya gara-gara Cium Bau Sperma di Sofa Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X