Ibu Kantin SMP yang Kena Tumor Usus Ganas hingga Perut Membesar Batal Dirujuk ke Batam

Kompas.com - 08/08/2019, 08:07 WIB
Ariyanti (43), warga RT 002 RW 003, Gang Paud Nur Gemilang, Kelurahan Kapling, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau yang didiagnosa mengidap penyakit tumor ganas hingga membuat perutnya membesar, dilarikan keluarga ke RSUD Muhammad Sani Karimun sekitar pukul 22.00 WIB, Selasa (6/8/2019) malam tadi. HADI MAULANAAriyanti (43), warga RT 002 RW 003, Gang Paud Nur Gemilang, Kelurahan Kapling, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau yang didiagnosa mengidap penyakit tumor ganas hingga membuat perutnya membesar, dilarikan keluarga ke RSUD Muhammad Sani Karimun sekitar pukul 22.00 WIB, Selasa (6/8/2019) malam tadi.

KARIMUN, KOMPAS.com - Ariyanti (43), warga RT 002 RW 003, Gang Paud Nur Gemilang, Kelurahan Kapling, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau yang didiagnosa mengidap penyakit tumor ganas hingga membuat perutnya membesar, dilarikan keluarga ke RSUD Muhammad Sani Karimun sekitar pukul 22.00 WIB, Selasa (6/8/2019) malam.

Ariyanti dibawa ke RSUD Muhammad Sani setelah dirinya mendadak diserang demam tinggi dan sesak napas.

Rohani, kakak Ariyanti mengatakan dengan dibawanya Ariyanti ke RSUD Muhammad Sani, tentunya rencana keluarga yang akan membawa ibu kantin SMP di Karimun ini ke RSBP Batam batal.

"Kami kawatir karena korban tiba-tiba saja demam tinggi dan sesak nafas, makanya langsung kami larikan ke RS Muhammad Sani malam itu juga," kata Rohani melalui telepon, Rabu (7/8/2019).

Baca juga: Perut Membesar karena Tumor Usus Ganas, Ibu Kantin SMP Ini Butuh Bantuan Biaya Pengobatan Rp 100 Juta

Saat ini kondisi ibu 6 anak ini masih mengkawatirkan dan dokter RSUD Muhammad Sani menyarankan untuk merujuk Apriyanti ke RSBP Batam setelah kondisinya benar-benar stabil.

Rohani mengaku keluarga belum mengetahui penyebab demam tinggi dan sesak nafas yang dialami secara mendadak oleh Ariyanti.

Namun begitu, keluarga menduga hal itu dikarenakan infeksi atau virus dari tumor usus yang diderita Ariyanti.

"Dari dokter juga belum diketahui apa penyebabnya," jelas Rohani.

Butuh Rp 100 juta

Saat ini Ariyanti dirawat di kamar 505, RSUD Muhammad Sani Karimun. Dan sampai saat ini Ariyanti masih berharap bantuan biaya dari selurung dermawan yang mau meringankan beban dirinya untuj jalani operasi yang biayanya mencapai Rp 100 juta.

Saat ini lebih kurang baru Rp 10 juta terkumpul dari bantuan sejumlah warga dan teman-teman Ariyanti yang datang kekediamannya.

Dan bagi warga yang ingin membantu meringankan beban Ariyanti dalam mengumpulkan biaya buat pengobatan bisa menghubungi pihak keluarga di nomer telepon 085272613884 atas nama Rohani (kakak Ariyanti) dan 082288843088 Said Chandra (keponakan Ariyanti).

Atau bisa langsung transfer ke nomor rekening BNI atas nama Herwanto yang merupakan keluarga Ariyanti.

Baca juga: Ibu Kantin Terlibat Aksi Penjebolan Sel Tahanan Narkoba di Polda Sumsel



Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Janin Ditemukan di Ruang Kelas, Siswi SMK Heboh

Janin Ditemukan di Ruang Kelas, Siswi SMK Heboh

Regional
Fakta Lengkap Gempa Tuban 2 Kali di Laut Jawa, Analogi Segitiga hingga Terasa Sampai Bandung dan Bima

Fakta Lengkap Gempa Tuban 2 Kali di Laut Jawa, Analogi Segitiga hingga Terasa Sampai Bandung dan Bima

Regional
Foto Syur Wanita Berbaju PNS Viral, Pemprov Jabar Lakukan Penelusuran

Foto Syur Wanita Berbaju PNS Viral, Pemprov Jabar Lakukan Penelusuran

Regional
TNI Perbatasan Gagalkan Penyelundupan Mobil Land Cruiser Asal Malaysia

TNI Perbatasan Gagalkan Penyelundupan Mobil Land Cruiser Asal Malaysia

Regional
Kisah Iman, Anak Yatim Penjual Gorengan di Trotoar: Dapat Rp 30.000 Sehari hingga Diajak Belanja ke Mal oleh Dedi Mulyadi

Kisah Iman, Anak Yatim Penjual Gorengan di Trotoar: Dapat Rp 30.000 Sehari hingga Diajak Belanja ke Mal oleh Dedi Mulyadi

Regional
Ketika Imam Katolik Minta Maaf di Hadapan Jasad ODGJ Korban Pasung...

Ketika Imam Katolik Minta Maaf di Hadapan Jasad ODGJ Korban Pasung...

Regional
Fakta 20 Anak Dijadikan Pengemis di Medan, Disuruh Ibu Minta-minta di Jalan Saat Malam Hari

Fakta 20 Anak Dijadikan Pengemis di Medan, Disuruh Ibu Minta-minta di Jalan Saat Malam Hari

Regional
Kasus Kekerasan Seksual Merebak di Karawang, 'Safe House' Dibutuhkan

Kasus Kekerasan Seksual Merebak di Karawang, "Safe House" Dibutuhkan

Regional
Pemprov Gorontalo Siap Ganti Rugi Sawah yang Gagal Panen Akibat Kemarau

Pemprov Gorontalo Siap Ganti Rugi Sawah yang Gagal Panen Akibat Kemarau

Regional
Tim Gabungan Dikerahkan Atasi Kebakaran di Hutan Lereng Barat Gunung Slamet

Tim Gabungan Dikerahkan Atasi Kebakaran di Hutan Lereng Barat Gunung Slamet

Regional
Desa Ini Diteror Pria Misterius yang Raba dan Cium Wanita Saat Tidur

Desa Ini Diteror Pria Misterius yang Raba dan Cium Wanita Saat Tidur

Regional
Bentrokan OKP dan TNI di Medan, 1 TNI Luka, Identitas Pelaku Masih Rahasia

Bentrokan OKP dan TNI di Medan, 1 TNI Luka, Identitas Pelaku Masih Rahasia

Regional
Kisah di Balik Bocah 9 Tahun Mengemis di Aceh, Disiksa Orangtua Jika Pulang Tak Bawa Uang

Kisah di Balik Bocah 9 Tahun Mengemis di Aceh, Disiksa Orangtua Jika Pulang Tak Bawa Uang

Regional
Uji Lab Ungkap Sayur di Ambon Terpapar Pestisida, Petani Merugi

Uji Lab Ungkap Sayur di Ambon Terpapar Pestisida, Petani Merugi

Regional
Hibur Pengungsi Kabut Asap Pekanbaru, Komunitas Ini Sediakan Buku Bacaan

Hibur Pengungsi Kabut Asap Pekanbaru, Komunitas Ini Sediakan Buku Bacaan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X