BMKG Perpanjang Peringatan Gelombang Tinggi

Kompas.com - 07/08/2019, 14:27 WIB
BMKG BMKGBMKG

CILACAP, KOMPAS.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) memperpanjang status peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia, Rabu (7/8/2019).

Hal tersebut terjadi menyusul kemunculan sirkulasi Eddy di Samudra Pasifik, bagian utara Papua.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Cilacap, Jawa Tengah, Rendi Krisnawan, menyebut, sirkulasi ini berpengaruh terhadap kecepatan angin hingga mencapai 25 knot.

"Pola angin di Indonesia umumnya berembus dari timur ke selatan," kata Rendi.

Sebelumnya, pada Selasa (6/8/2019) BMKG telah lebih dulu mengidentifikasi kemunculan badai tropis Lekima di Samudra Pasifik.

Baca juga: Ini Penyebab Gelombang Tinggi di Sejumlah Wilayah Indonesia

Menurut Rendi, baik badai Lekima maupun sirkulasi Eddy berpotensi memicu fenomena gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia.

Rendi menyebut, kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan selatan Banten, Laut Sulawesi, perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, Laut Halmahera, dan Laut Maluku Utara.

"Khusus di wilayah pesisir selatan Jawa dan Yogyakarta, gelombang diperkirakan dari 2,5 meter hingga 4 meter,” ujar Rendi.

Peringatan ini, kata Rendi, mulai berlaku sejak Selasa dan akan terus berlangsung hingga Kamis (8/8/2019).

BMKG mengimbau masyarakat, nelayan, dan kapal-kapal yang melakukan aktivitas di laut selatan Jawa untuk memperhatikan kondisi tersebut.

Menurut Rendi, untuk kapal nelayan yang beroperasi di perairan dangkal, kecepatan angin dapat mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter.

Adapun untuk tongkang dan feri, kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.

“Untuk kapal ukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar, kecepatan angin dapat lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter,” kata Rendi.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X