Gempa Banten, Kemensos Siap Distribusikan Logistik untuk Korban

Kompas.com - 03/08/2019, 09:12 WIB
Peta lokasi gempa di perairan Banten, Jumat (2/8/2019) malam. USGSPeta lokasi gempa di perairan Banten, Jumat (2/8/2019) malam.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan logistik untuk korban gempa Banten siap untuk didistribusikan, berapapun jumlahnya.

Namun demikian, pihaknya masih menunggu laporan resmi dari assessment di lapangan.

"Logistik 100 persen siap. Berapa pun bantuannya," ujar Agus di Yogyakarta, Jumat (2/7/2019).

Baca juga: Gempa Banten, Kepala BNPB Tinjau Pandeglang Sabtu Pagi Ini

Agus belum bisa menyampaikan kebutuhan logistik korban gempa Banten termasuk jumlah yang dibutuhkan.

Sebab pihaknya masih menunggu laporan dari hasil assessment dilapangan.

Menurutnya, pihaknya telah mengerahkan Tagana kelokasi.

Tagana yang diterjunkan baik dari Banten, DKI Jakarta maupun Jawa Barat.

Baca juga: Data Terbaru Dampak Gempa Banten, 106 Rumah Rusak di Pandeglang dan Lebak

Personil Tagana ini dilapangan melakukan pertolongan untuk para korban termasuk melakukan assessment.

"Tentu Kami belum bisa menyampaikan jumlah kerusakan, termasuk korban karena masih dilakukan assessment. Kita juga berkoordinasi dengan BNPB," tandasnya.

"Saya masih menunggu laporan yang resmi," pungkasnya.

Baca juga: 5 Fakta Seputar Gempa Banten yang Berpotensi Tsunami

Seperti diberitakan sebelumnya, gempa bermagnitudo 7.4 mengguncang Banten, Jumat (2/8/2019) sekitar pukul 19.03 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di akun Twitter miliknya mencatat, gempa berpusat di 7.54 LS,104.58 BT, 147 km barat daya Sumur, Banten. Pusat di kedalaman 10 km. Gempa berpotensi tsunami. 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Regional
Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Regional
Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Regional
Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Regional
Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Regional
Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Regional
Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Regional
Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Regional
60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

Regional
Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Regional
Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Regional
Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Regional
Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Regional
174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X