Kompas.com - 02/08/2019, 13:29 WIB
Petugas memantau aktivitas Kawah Ratu pascaletusan freatik di Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2019). Kondisi kawasan wisata Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu pascaletusan freatik pada Jumat (26/7/2019), saat ini tertutup abu vulkanik setebal lima cm sehingga masyarakat umum diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari bibir Kawah Ratu. ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBIPetugas memantau aktivitas Kawah Ratu pascaletusan freatik di Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2019). Kondisi kawasan wisata Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu pascaletusan freatik pada Jumat (26/7/2019), saat ini tertutup abu vulkanik setebal lima cm sehingga masyarakat umum diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari bibir Kawah Ratu.

BANDUNG, KOMPAS.com - Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengatakan meningkatnya status Gunung Tangkuban Parahu menjadi waspada tidak berpengaruh terhadap penerbangan

"Sejauh ini penerbangan di Bandung aman," katanya di Kantor Geologi PVMBG, Kota Bandung, Jumat (2/8/2019)

Seperti diketahui, berdasarkan data pemantauan, secara visual aktivitas permukaan, pasca-erupsi yang terjadi pada tanggal 26 Juli 2019 masih didominasi oleh hembusan asap dari kawah utama (Kawah Ratu) dengan ketinggian sekitar 20-200 meter dari dasar kawah.

Erupsi sendiri bertekanan lemah hingga sedang saat itu, dengan warna kolom abu putih dan intensitas tipis hingga tebal.  

Baca juga: Jumat Pagi, Status Gunung Tangkuban Perahu Naik Jadi Waspada

Erupsi juga terjadi 1 Agustus 2019 tadi malam sekira pukul 20.46 WIB dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 180 meter dari dasar kawah.

Kolom abu teramati berwana kelabu condong ke arah utara dan timur laut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Erupsi ini terekam di seimogram dengan amplitudo maksimum 50 mm (overscale) dan durasi kurang lebih 11 menit 23 detik.

Kembali erupsi, warga diimbau pakai masker

Pada 2 Agustus 2019 pukul 00.43 WIB erupsi terjadi dengan tinggi kolom abu teramati.

Erupsi ini terekam di seinogram dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi kurang lebih 3 menit 6 detik.

Baca juga: Erupsi Tangkuban Parahu Masih Terjadi hingga Jumat Pagi

 

Erupsi kembali terjadi pada pukul 01.45 WIB, 03.57 WIB dan 04.06 WIB. Erupsi bahkan berlangsung hingga saat ini.

Jam 08.00 WIB pagi tadi Gunung Tangkuban Parahu naik dari level I normal menjadi level II waspada.

"Erupsi masih freatik. Sebaran abu masih di sekitar puncak di sekitar kawah. Antisipasi masyarakat siapkan masker," katanya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X