Kompas.com - 31/07/2019, 23:32 WIB
Kompol Tuti (jilbab hitam) saat menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Mataram, Rabu (31/7/2019) dengan agenda keterangan saksi. Semua keterangan saksi dibatah Tuti dihadapan Majelis Hakim. FITRI RKompol Tuti (jilbab hitam) saat menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Mataram, Rabu (31/7/2019) dengan agenda keterangan saksi. Semua keterangan saksi dibatah Tuti dihadapan Majelis Hakim.

MATARAM, KOMPAS.com - Makin banyak yang terungkap dalam persidangan terdakwa Kompol Tuti Maryati di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mataram, Rabu (31/7/2019) dengan agenda keterangan saksi.

Dalam persidangan terungkap fakta tindakan yang dilakukan terdakwa Kompol Tuti sebelum Dorfin Felix, WNA asal Perancis yang jadi tahanan kasus narkotika itu kabur dari Rutan Polda NTB, Minggu malam, pada 21 Januari 2019 lalu. 

Saksi Agus Salaiman, terdakwa kasus narkoba, yang juga anggota Polri, mengungkap bahwa sehari sebelum Dorfin Felix kabur, Kompol Tuti menelpon tahanan narkoba lain yang bernama Anshori.

Handphone diserahkan pada Agus untuk bicara langsung dengan Kompol Tuti yang ketika itu menjabat sebagai Kasubdit Pengamanan Tahanan (Pamtah) Dittahti Polda NTB.

Baca juga: Penyidik Polda NTB Sebut Dorfin Kabur Tanpa Bantuan Kompol Tuti

Pesan sandi

"Saya ditelepon Ibu Tuti dan langsung bicara, kata Ibu Tuti saya disuruh kasi tahu ke Dorfin, besok pagi ada pelimpahan, siap siap," pengakuan saksi Agus di depan Majelis Hakim.

Ketua Majelis Hakim Sri Sulastri langsung mencecar Agus terkait fakta baru yang tidak muncul di dakwaan jaksa penuntut umum (JPU).

"Besok pagi pelimpahan? Dorfin mau di pindah? waktu itu kamu langsung yang ngomong pada Ibu Tuti, kapan itu ?" cecar ketua Majelis Hakim.

Agus menjawab dengan tenang, bahwa dirinya bicara melalui handphone ketika itu pada sore hari sebelum magrib, saksi lupa tanggal berapa tetapi dia ingat bulan Januari 2019.

Baca juga: Tak Ditahan, Polwan yang Diduga Bantu Gembong Narkoba Dorfin Felix Kabur Tunggu Sidang

Bahasa Inggris tidak lancar

Hakim mempertanyakan kenapa saksi Agus ditelepon Kompol Tuti untuk menyampaikan pesannya pada Dorfin?

Agus mengaku tidak tahu persis kenapa dirinya yang dipilih Tuti padahal bahasa Inggrisnya tidak lancar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X