Terlalu Mahal, Ridwan Kamil Minta Tiket Wisata Tangkuban Parahu Dievaluasi

Kompas.com - 31/07/2019, 07:35 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Direktur Utama PT Graha Rani Putra Persada saat meninjau kondisi Taman Wisata Alam Tangkuban Parahu pascaerupsi, Senin (29/7/2019). DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Direktur Utama PT Graha Rani Putra Persada saat meninjau kondisi Taman Wisata Alam Tangkuban Parahu pascaerupsi, Senin (29/7/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta agar harga tiket ke Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu dievaluasi. 

Menurut Emil, sapaan akrabnya, harga tiket ke Gunung Tangkuban Parahu terlalu mahal, khususnya bagi wisatawan mancanegara. Dalam situs resminya, untuk hari kerja harga tiket bagi wisatawan domestik Rp 20.000, wisatawan asing Rp 200.000, kendaraan roda dua Rp 12.000, roda empat Rp 25.000, bus Rp 110.000, dan sepeda Rp 7.000.

Sementara untuk hari libur, wisatawan domestik Rp 30.000, wisatawan asing Rp 300.000, motor Rp 17.000, mobil Rp 35.000, bus Rp 150.000 dan sepeda Rp 10.000.

"Diskusikan dengan Dinas pariwisata karena tingkat pengunjung juga tidak maksimal tiketnya mahal untuk pengunjung asing ini juga harus dievaluasi," ujar Emil, saat menggelar rapat membahas kondisi terkini Gunung Tangkuban Parahu pascaerupsi di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Selasa (30/7/2019).

Baca juga: Ridwan Kamil: Tangkuban Parahu Buka Kamis Pagi, dengan Syarat...

Emil meminta PT Graha Rani Putra Persada segera berkomunikasi dengan pemerintah Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat untuk membahas penyesuaian harga tiket masuk.

"(pengelola) harus berkomunikasi dengan bupati Subang dan Kabupaten Bandung Barat lebih intensif. Tiket harus dikaji ulang untuk yang asing," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT GRPP Putra Kaban mengatakan, evaluasi harga tiket tak bisa dilakukan serampangan. Sebab, penentuan tarif bagi wisatawan mancanegara telah diatur dalam Peraturan Pemerintah 12 Tahun 2014 yang ditandatangani oleh Presiden.

"Tarif mancanegara itu, kami ini pelaksana, kami ini operator, yang tandatangan itu Presiden, itu zaman Pak SBY. Saya juga orang pertama yang memprotes itu. Jadi kami tidak bisa melawan, dicabut nanti izin kami," ujar Putra.

Baca juga: Waspadai Bahaya Gas Beracun di Kawah Gunung Tangkuban Parahu

Menurut Putra, harga tiket di Tangkuban Parahu relatif lebih murah dibandingkan destinasi wisata lain. Hal serupa, kata Putra, juga berlaku di tempat wisata luar negeri.

"Ini nusantara seluruh Indonesia yang paling murah adalah Tangkuban Parahu. Saya sudah sering keliling dunia ini paling murah. Coba di Swiss Rp 800.000. Hanya kita kadang kala tidak menghargai negeri kita. Jadi (harga tiket) ini tidak bisa semau gue," jelasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Regional
Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Regional
Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Regional
Soal 'New Normal', Wali Kota Banjarmasin Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Soal "New Normal", Wali Kota Banjarmasin Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Regional
Juru Mudi Perahu yang Terbalik di Ogan Ilir Terancam Dipidana

Juru Mudi Perahu yang Terbalik di Ogan Ilir Terancam Dipidana

Regional
Seorang Anggota TNI Positif Covid-19, Baru Menyelesaikan Pendidikan di Ambon

Seorang Anggota TNI Positif Covid-19, Baru Menyelesaikan Pendidikan di Ambon

Regional
Seorang Dokter Cuit di Twitter Bobroknya Penanganan Corona di Surabaya, Ini Reaksi Pemkot

Seorang Dokter Cuit di Twitter Bobroknya Penanganan Corona di Surabaya, Ini Reaksi Pemkot

Regional
Jadi Korban Kawanan Begal, Pemilik Yacht Asal Australia Pencet Tanda Sinyal Kapal Karam, Ini Ceritanya

Jadi Korban Kawanan Begal, Pemilik Yacht Asal Australia Pencet Tanda Sinyal Kapal Karam, Ini Ceritanya

Regional
Tiga Bulan Usai Istrinya Meninggal, Petani Setubuhi Anak Kandung hingga Lahirkan Bayi

Tiga Bulan Usai Istrinya Meninggal, Petani Setubuhi Anak Kandung hingga Lahirkan Bayi

Regional
Ganjar Cek Kesiapan 'New Normal' Sarana Publik Meski Belum Dibuka

Ganjar Cek Kesiapan "New Normal" Sarana Publik Meski Belum Dibuka

Regional
Mobil Ambulans yang Membawa Pasien Covid-19 Diamuk Warga

Mobil Ambulans yang Membawa Pasien Covid-19 Diamuk Warga

Regional
8 Petak Toko Pasar Raya Padang Terbakar, Satu Orang Terluka

8 Petak Toko Pasar Raya Padang Terbakar, Satu Orang Terluka

Regional
Polisi Tembak Pencuri Gudang Ekspedisi Berisi APD, Masker, dan Sembako

Polisi Tembak Pencuri Gudang Ekspedisi Berisi APD, Masker, dan Sembako

Regional
Soal Penerapan New Normal, Bandara Kertajati Tunggu Arahan Kemenhub

Soal Penerapan New Normal, Bandara Kertajati Tunggu Arahan Kemenhub

Regional
Wanita Ini Bunuh Selingkuhan dengan Cara Sadis, Jenazah Dibakar

Wanita Ini Bunuh Selingkuhan dengan Cara Sadis, Jenazah Dibakar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X