Ridwan Kamil Dukung Rencana Rotasi Guru, Ini Alasannya

Kompas.com - 29/07/2019, 14:25 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui usai bertemu dengan ILO di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Senin (27/7/2019). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui usai bertemu dengan ILO di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Senin (27/7/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendukung rencana Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang akan memberlakukan rotasi bagi guru.

Pria yang akrab disapa Emil itu mengatakan, cara tersebut bisa jadi strategi dalam upaya pemerataan kualitas pendidikan.

"Jangan ada orang ingin ke sekolah tertentu karena dianggap gurunya favorit, atau kepala sekolahnya. Maka rutinitas melakukan rotasi mutasi kepala sekolah sebenarnya telah kami lakukan. Kalau guru dilakukan seperti itu (zonasi), saya kira kami akan dukung," kata Ridwan Kamil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Senin (29/7/2019).

Namun, Ridwan berharap agar rotasi guru itu dilakukan secara merata, guna memastikan kualitas layanan pendidikan juga dirasakan sama oleh tiap siswa.

"Selama pemerataan itu tak jadi kendala, itu kuncinya. Jadi titip pastikan di peraturan itu kualitas guru sama dan merata, sama kualitasnya dan merata penyebarannya," kata Ridwan Kamil.

Baca juga: Mendikbud: Sistem Zonasi dan Rotasi Guru untuk Pemerataan Kualitas Pendidikan

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dewi Sartika mengatakan, saat ini pihaknya tengah merancang peta sebaran guru di Jabar.

Menurut dia, rotasi itu juga berlaku untuk kepala sekolah dan guru kurikulum.

"Jadi zonasi itu tidak hanya berdasar jarak terkait PPDB ke masing-masing sekolah. Kalau zonasi guru itu terkait dengan peta, baik itu guru, kepala sekolah. Gurunya juga termasuk guru kurikulum dan guru mata pelajaran," ujar Dewi.

Selain itu, Dinas Pendidikan juga tengah mengklasifikasi kualitas guru di Jabar.

Hal itu dilakukan agar tiap guru yang memiliki prestasi individu yang baik, tidak menumpuk di satu sekolah.

"Kami memetakan di sekolah itu mana yang guru tipe A, B, C, kemudian tidak numpuk di satu tempat. Guru yang bagus kami coba di wilayah yang berbeda, tetapi masih dalam satu zonasi," kata Dewi.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X