Mendikbud: Sistem Zonasi dan Rotasi Guru untuk Pemerataan Kualitas Pendidikan

Kompas.com - 28/07/2019, 18:16 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, saat menjadi pembicara dalam acara Tablig Akbar dan Silaturrahmi warga Muhammadiyah di Lapangan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu (28/7/2019). MOH. SYAFIÍMenteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, saat menjadi pembicara dalam acara Tablig Akbar dan Silaturrahmi warga Muhammadiyah di Lapangan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu (28/7/2019).

JOMBANG, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, sistem zonasi dan rotasi guru dilakukan untuk pemerataan kualitas pendidikan.

Hal itu dipaparkan Muhadjir saat menjadi pembicara dalam acara Tablig Akbar dan Silaturrahmi warga Muhammadiyah di Lapangan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu (28/7/2019).

Menurut Muhadjir, setelah pemberlakukan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), langkah selanjutnya adalah rotasi guru. Kebijakan tersebut akan dilakukan mulai tahun ini dan berlaku menyeluruh di semua daerah di Indonesia.

"Setelah ini akan ada kebijakan-kebijakan susulan sejalan dengan zonasi. Salah satunya adalah rotasi guru," kata Muhadjir dalam sambutan di hadapan ribuan warga Muhammadiyah Jombang.


Baca juga: Terkait Rotasi, Mendikbud Sebut Guru Bertugas Maksimum 6 Tahun di Satu Sekolah

Muhadjir mengatakan, sistem zonasi dalam PPDB dan rotasi guru merupakan upaya pemerintah yang bertujuan untuk pemerataan pendidikan. Pemerintah daerah diharapkan bisa segera merespons kebijakan tersebut.

"Kami mohon kerjasama Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan, setelah ini guru-guru harus di rotasi, dari sekolah yang selama ini favorit harus dikirim ke sekolah yang tidak favorit," ujar Muhadjir.

Sebaliknya, kata Mendikbud, guru yang sebelumnya tidak pernah bertugas di sekolah favorit, perlu diberi kesempatan untuk bertugas di sekolah yang sebelumnya dikenal sebagai sekolah favorit.

Menurut Muhadjir, sejak pemberlakukan sistem zonasi dalam PPDB, tidak ada lagi sekolah favorit atau tidak favorit. Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi sebutan sekolah khusus untuk anak-anak pintar atau sebaliknya.

Dalam kondisi seperti ini, menurut Muhadjir, setiap guru memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama saat ditugaskan di sekolah manapun.

"Tugas guru adalah membuat semua murid pintar, untuk mengantarkan sesuai dengan kemampuan. Untuk itulah pemerintah harus hadir, untuk menjadikan sekolah semua nanti merata," kata Muhadjir.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menolak Ditawari Jadi Member MeMiles, Pinkan Mambo: Enggak Jelas

Menolak Ditawari Jadi Member MeMiles, Pinkan Mambo: Enggak Jelas

Regional
Viral, Video Buaya Muncul Dekat Perusahaan Galangan Kapal

Viral, Video Buaya Muncul Dekat Perusahaan Galangan Kapal

Regional
Ini Dugaan Penyebab Putusnya Jembatan Gantung di Objek Wisata Bengkulu

Ini Dugaan Penyebab Putusnya Jembatan Gantung di Objek Wisata Bengkulu

Regional
Membawa 29,1 Kilogram Ganja, Pelatih Selancar di Bali Ditangkap

Membawa 29,1 Kilogram Ganja, Pelatih Selancar di Bali Ditangkap

Regional
Jadi Tersangka Penggelapan Uang Nasabah, Kepala Unit Bank Jatim Ditahan

Jadi Tersangka Penggelapan Uang Nasabah, Kepala Unit Bank Jatim Ditahan

Regional
Ganjar Tunggu Balasan Pesan Ratu Keraton Agung Sejagat, Ternyata Lebih Dulu Ditangkap Polisi

Ganjar Tunggu Balasan Pesan Ratu Keraton Agung Sejagat, Ternyata Lebih Dulu Ditangkap Polisi

Regional
Mahasiswa Ditemukan Tewas di Kamar Indekos, Polisi Ungkap Penyebabnya

Mahasiswa Ditemukan Tewas di Kamar Indekos, Polisi Ungkap Penyebabnya

Regional
Bertemu Sultan HB X, Puan Maharani Bahas Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire

Bertemu Sultan HB X, Puan Maharani Bahas Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire

Regional
Ibu di Palembang Ini Jual Bayi yang Baru Dilahirkan Seharga Rp 25 juta

Ibu di Palembang Ini Jual Bayi yang Baru Dilahirkan Seharga Rp 25 juta

Regional
Ganjar Jawab Pesan Ratu Keraton Agung Sejagat dengan 3 Pertanyaan Ini

Ganjar Jawab Pesan Ratu Keraton Agung Sejagat dengan 3 Pertanyaan Ini

Regional
Dedi Mulyadi: Subsidi Gas 3 Kg Dicabut, Kesehatan Anak Terancam

Dedi Mulyadi: Subsidi Gas 3 Kg Dicabut, Kesehatan Anak Terancam

Regional
Ganjar Mengaku Pernah Dikirimi Pesan oleh Ratu Keraton Agung Sejagat lewat Instagram

Ganjar Mengaku Pernah Dikirimi Pesan oleh Ratu Keraton Agung Sejagat lewat Instagram

Regional
Bangunan yang Ditemukan Warga Saat Gali Septic Tank Adalah Kaki Candi, Ini Buktinya

Bangunan yang Ditemukan Warga Saat Gali Septic Tank Adalah Kaki Candi, Ini Buktinya

Regional
Mobil Rombongan Pelayat Tabrak Truk Tronton, 3 Orang Tewas, 1 Kritis

Mobil Rombongan Pelayat Tabrak Truk Tronton, 3 Orang Tewas, 1 Kritis

Regional
Listrik Padam Belasan Jam, PLN Dituntut Berikan Ganti Rugi pada Warga Kalselteng

Listrik Padam Belasan Jam, PLN Dituntut Berikan Ganti Rugi pada Warga Kalselteng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X