Pengakuan Korban Orientasi di SMA Taruna Palembang Sebelum Meninggal

Kompas.com - 20/07/2019, 17:00 WIB
Gubernur Sumatera Selatan ketika mengunjungi kediaman WJ (14)siswa SMA Taruna Indonesia yang diduga menjadi korban kekerasan, Sabtu (20/7/2019). KOMPAS.com/AJI YK PUTRA Gubernur Sumatera Selatan ketika mengunjungi kediaman WJ (14)siswa SMA Taruna Indonesia yang diduga menjadi korban kekerasan, Sabtu (20/7/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Suasana duka masih nampak menyelimuti keluarga Suwito (43) usai anak keduanya WJ (14) meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama enam hari di ruang ICCU Rumah Sakit RK Charitas Palembang, Sabtu (20/7/2019)

WJ adalah salah satu siswa SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia yang diduga menjadi korban kekerasan, ketika mengikuti kegiatan orientasi pada Sabtu (13/7/2019) lalu.

Firli kuasa hukum dari keluarga WJ mengatakan, sebelum dibawa ke rumah sakit, WJ sempat mengaku kepada orangtuanya bahwa ia mendapat penyiksaan selama menjalani masa orientasi.

"Sempat diantar Ibunya mau mandi, terus terlihat banyak lebam di punggung. Orangtuanya kaget, terus ditanyakan tentang itu. Dia jawab, aku digebuk, aku dipukul, perut aku ditendang. Ditanya lagi sama orang tuanya, siapa yang melakukan itu. Dia jawab komandan,"ujar Firli menirukan perkataan WJ.

Menurut Firli, pada 6 Juli 2019 lalu, WJ diantarkan orangtuanya ke sekolah SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia, untuk mengikuti kegiatan orientasi yang berlangsung selama enam hari.

Menempuh pendidikan di sekolah militer memang diimpikan oleh WJ, karena ia ingin menjadi seorang Prajurit TNI setelah lulus sekolah.

"Dia ingin menjadi seorang TNI, sehingga masuk ke sekolah itu,"kata Firli.

Baca juga: 6 Hari Tak Sadarkan Diri, WJ Korban Penganiayaan Siswa SMA Taruna Meninggal Dunia

Selama menjalani masa orientasi, WJ tak diperkenankan menggunakan alat komunikasi apapun. Sehingga, baik korban maupun orangtua tak bisa berkomunikasi tanpa seizin pihak dari sekolah.

Namun, hari terakhir orientasi, Nuraina (41) ibu dari WJ mendapatkan telepon dari pihak sekolah yang mengatakan bahwa putranya tersebut menderita demam tinggi. Padahal, saat diantarkan ke sekolah, WJ tak sedikitpun mengalami sakit atau memiliki riwayat sakit keras.

Nuraina bersama suaminya Suwito (43) yang merupakan Ayah korban langsung menuju ke tempat korban di rawat. WJ saat itu masih dalam kondisi sadar dan langsung dibawa ke rumah sakit.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terkait Polemik Kapal Isap Produksi di Babel, Gubernur Erzaldi Dukung Putusan RDP

Terkait Polemik Kapal Isap Produksi di Babel, Gubernur Erzaldi Dukung Putusan RDP

Regional
Banjir Bandang di Medan, 3 Orang Tewas hingga Imbauan Gubernur Edy

Banjir Bandang di Medan, 3 Orang Tewas hingga Imbauan Gubernur Edy

Regional
Permintaan Risma ke Warga Surabaya: Tolong Tidak Usah ke Mana-mana Dulu...

Permintaan Risma ke Warga Surabaya: Tolong Tidak Usah ke Mana-mana Dulu...

Regional
Jadi Zona Merah, Kota Bandung Terapkan PSBB

Jadi Zona Merah, Kota Bandung Terapkan PSBB

Regional
Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19 Usai ke Yogya, PHRI: Jangan Kambing Hitamkan Pariwisata DIY

Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19 Usai ke Yogya, PHRI: Jangan Kambing Hitamkan Pariwisata DIY

Regional
Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Regional
Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Total 7.991 Warga Lembata Mengungsi

Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Total 7.991 Warga Lembata Mengungsi

Regional
Penyebab Banjir di Kota Medan yang Merendam Hampir 3.000 Rumah

Penyebab Banjir di Kota Medan yang Merendam Hampir 3.000 Rumah

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov DIY Larang Pertunjukan pada Malam Tahun Baru

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov DIY Larang Pertunjukan pada Malam Tahun Baru

Regional
Longsor Jalan Medan-Berastagi, Satu Sopir Truk Tewas, Lalu Lintas Lumpuh Total

Longsor Jalan Medan-Berastagi, Satu Sopir Truk Tewas, Lalu Lintas Lumpuh Total

Regional
11 Petugas KPPS Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Hasil Rapid Test Massal

11 Petugas KPPS Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Hasil Rapid Test Massal

Regional
Banjir di Medan, 3 Orang Ditemukan Tewas

Banjir di Medan, 3 Orang Ditemukan Tewas

Regional
Banjir Parah di Medan, Diduga Luapan Sungai Deli

Banjir Parah di Medan, Diduga Luapan Sungai Deli

Regional
DPRD Jabar Digeledah KPK, Terkait Kasus Dugaan Korupsi Senilai Rp 8,5 Miliar

DPRD Jabar Digeledah KPK, Terkait Kasus Dugaan Korupsi Senilai Rp 8,5 Miliar

Regional
Perjalanan Pemuda Belasan Tahun Keroyok Anggota TNI hingga Divonis Penjara 3,5 Bulan

Perjalanan Pemuda Belasan Tahun Keroyok Anggota TNI hingga Divonis Penjara 3,5 Bulan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X