Aksi Pencurian Terekam CCTV, Pelakunya Perempuan Muda yang Sudah 5 Kali Dipenjara

Kompas.com - 19/07/2019, 18:02 WIB
FA dan FT, pelaku pencurian uang Rp 60 juta, saat rilis kasus oleh polisi di Baubau, Jumat (19/7/2019). Aksi pencurian keduanya terekam CCTV. Keduanya terancam hukuman 7 tahun penjara. Salah satu pelaku, FA, bahkan sudah lima kali ditangkap untuk kasus serupa. KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKEFA dan FT, pelaku pencurian uang Rp 60 juta, saat rilis kasus oleh polisi di Baubau, Jumat (19/7/2019). Aksi pencurian keduanya terekam CCTV. Keduanya terancam hukuman 7 tahun penjara. Salah satu pelaku, FA, bahkan sudah lima kali ditangkap untuk kasus serupa.

BAUBAU, KOMPAS.com — Aksi pencurian kembali terekam CCTV di Baubau. Aksi pencurian tersebut melibatkan dua perempuan muda. Keduanya menggondol satu plastik berisi uang Rp 60 juta dengan pecahan Rp 100.000. 

Kedua pelaku, FA (22), warga Kota Baubau dan FT (22), warga Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Dua perempuan muda ini tak berkutik ketika ditangkap Satuan Reskrim Polres Baubau.

Kedua perempuan tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) saat melakukan aksi pencurian di rumah warga di Jalan Laelangi, Kelurahan Lanto, Kecamatan Batupoaro, Kota Baubau. 

“Dua orang ini berperan, pelaku FA masuk ke dalam rumah, sedangkan FT menunggu di sepeda motor dengan jarak sekitar 10 meter dari rumah korban,” kata Kasubag Humas Polres Baubau Iptu Suleman di ruang kerjanya, Jumat (19/7/2019). 

Baca juga: Terekam CCTV, Pengendara BMW Curi Tong Sampah Seharga Rp 70.000

Suleman menjelaskan, pelaku masuk ke dalam rumah korban dengan merusak ventilasi jendela kamar. 

Pelaku kemudian membuka pintu jendela dan kemudian masuk kamar.

FA kemudian mencungkil lemari dengan menggunakan parang dapur.

“Pelaku melihat kantong plastik hitam dan dibuka isinya uang Rp 60 juta dengan pecahan Rp 100.000. Kemudian pelaku keluar kamar melalui jendela dan kabur bersama FT,” ujarnya. 

Polisi yang mendapat laporan kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap satu per satu pelaku di rumahnya.

Baca juga: 4 Fakta Perampokan BRI di Kalbar, Pelaku Tusuk Satpam hingga Terekam CCTV

 

Untuk foya-foya

Dari pengakuan pelaku, uang tersebut telah digunakan untuk membeli telepon genggam, emas perhiasan, lemari, baju, dan lainnya. 

“Pelaku FA ini sudah lima kali ditangkap dengan kasus sama, yakni pencurian. Motifnya melakukan pencurian karena untuk senang-senang,” ucap Kanit 1 Reskrim Polres Baubau Aipda Hasrarudin. 

Saat ini kedua pelaku diamankan di ruang tahanan Mapolres Baubau. Kedua wanita tersebut dijerat Pasal 363 Ayat 1 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Regional
BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

Regional
Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Regional
Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Regional
Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Regional
Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Regional
Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Regional
BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

Regional
Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Regional
PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

Regional
Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Regional
Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Regional
Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Regional
Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Regional
Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X