Motif Pelaku Pelemparan Bom Molotov di Magelang karena Sakit Hati

Kompas.com - 18/07/2019, 16:47 WIB
Dua pemuda (baju tahanan biru) ditangkap Polres Magelang Kota diduga sebagai pelaku pelemparan molotov di Kantor Unit Laka Lantas dan Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Magelang, Kamis (19/7/2019). KOMPAS.com/IKA FITRIANADua pemuda (baju tahanan biru) ditangkap Polres Magelang Kota diduga sebagai pelaku pelemparan molotov di Kantor Unit Laka Lantas dan Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Magelang, Kamis (19/7/2019).

MAGELANG, KOMPAS.com - Dua tersangka pelempar molotov mengaku nekat melempar molotov ke Kantor Unit Laka Lantas Polres Magelang Kota dan rumah dinas Ketua DPRD Kota Magelang karena dendam pribadi.

Mereka adalah Rohman Abdul Rohim (27), warga Kampung Rejosari, Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang dan Angga Putra Pamungkas alias Bedes (24), warga Kampung Tejosari, Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang.

Di hadapan polisi, tersangka Rohman mengaku ingin memberi peringatan aparat polisi karena adiknya pernah ditilang dan kasusnya tidak terselesaikan.

Baca juga: Pelempar Molotov di Polres dan Rumah Ketua DPRD Magelang Terungkap

Ia lalu mengajak temannya, tersangka Angga, untuk melempar molotov ke kantor Unit Laka Lantas Polres Magelang Kota di Jalan Ikhlas Kota Magelang, Rabu (3/7/2019) malam.

“Untuk motif pelemparan (molotov) di kantor Unit Laka Lantas, dari hasil pengakuan tersangka, beberapa waktu yang lalu adiknya (tersangka Rohman) ditilang oleh petugas Unit Lantas namun tidak bisa diselesaikan,” kata Kapolres Magelang Kota AKBP Idham Mahdi, dalam konferensi pers di Markas Polres Magelang Kota, Kamis (18/7/2019).

Sedangkan tersangka Angga bersedia membantu Rohman karena dia sendiri juga memiliki dendam dengan seorang calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kota Magelang dan sempat berselisih di depan sebuah rumah makan di Jalan Ikhlas Kota Magelang. 

Baca juga: Rumah Ketua DPRD dan Kantor Polisi Dilempar Molotov, 7 Saksi Diperiksa

Tersangka Angga mengira caleg tersebut tinggal di rumah dinas Ketua DPRD Kota Magelang di Jalan Diponegoro No 55 Kota Magelang, sehingga nekat melempar molotov bersama Rohman. Aksi dilakukan beberapa menit setelah melempar ke kantor Unit Laka Lantas. 

“Sejauh ini motif kedua tersangka karena dendam pribadi. Tidak ada unsur kepentingan atau politik tertentu. Namun kami masih terus kembangkan, termasuk apakah ada kaitannya juga dengan aksi serupa di gereja di Kelurahan Potrobangsan belum lama ini," kata Idham.

Sebelumnya diberitakan, dua tersangka ditangkap pada Kamis (18/7/2019), di rumah tersangka masing-masing, sekitar pukul 04.20 WIB.

Polisi terpaksa menghadiahi tersangka timah panas di kakinya karena melawan saat diamankan.

Dari tangan tersangka disita barang bukti yakni sepeda motor Yamaha Mio AA 2584 Q, satu potong kemeja panjang motif kotak-kotak dan abu-abu, jaket, serta sepasang sepatu warna hitam.

Adapun barang bukti berupa pecahan botol dan sisa pembakaran sumbu hingga saat ini masih diteliti di laboratorium forensi Polri Cabang Semarang.

 

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditangkap Usai Mengamuk Bawa Pisau di Polres Jember, Pria ODGJ Ditolak Keluarga, Ini Alasannya

Ditangkap Usai Mengamuk Bawa Pisau di Polres Jember, Pria ODGJ Ditolak Keluarga, Ini Alasannya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 15 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 15 Agustus 2020

Regional
3 Pelajar Positif Covid-19, Kota Serang Tetap Buka Sekolah pada 18 Agustus

3 Pelajar Positif Covid-19, Kota Serang Tetap Buka Sekolah pada 18 Agustus

Regional
HUT ke-70 Jateng, Ganjar: Pandemi Jadi Momentum Kita untuk Bangkit!

HUT ke-70 Jateng, Ganjar: Pandemi Jadi Momentum Kita untuk Bangkit!

Regional
Dapat Internet Gratis, Siswa Kurang Mampu Belajar di Markas Brimob

Dapat Internet Gratis, Siswa Kurang Mampu Belajar di Markas Brimob

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 15 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 15 Agustus 2020

Regional
Kisah Hadi, Perutnya Membesar sejak Usia 1 Tahun hingga Sulit Berjalan

Kisah Hadi, Perutnya Membesar sejak Usia 1 Tahun hingga Sulit Berjalan

Regional
'Pak, Tempat Kami Ada Sekolah Tatap Muka Diam-diam...'

"Pak, Tempat Kami Ada Sekolah Tatap Muka Diam-diam..."

Regional
'Memang Saya Putra Ibu Risma, kalau Direkomendasikan, Saya Akan Berdiri Sendiri'

"Memang Saya Putra Ibu Risma, kalau Direkomendasikan, Saya Akan Berdiri Sendiri"

Regional
Siap Maju di Pilkada Surabaya, Putra Sulung Yakin Dapat Restu Risma

Siap Maju di Pilkada Surabaya, Putra Sulung Yakin Dapat Restu Risma

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 15 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 15 Agustus 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 15 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 15 Agustus 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 15 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 15 Agustus 2020

Regional
6 Guru Positif Covid-19 di Padang Panjang, Belajar Tatap Muka di 3 SMP Dihentikan

6 Guru Positif Covid-19 di Padang Panjang, Belajar Tatap Muka di 3 SMP Dihentikan

Regional
Pria Ngamuk Sambil Acungkan Pisau di Mapolres Jember Ternyata Sakit Jiwa, Polisi: Keluarga Menolak Menerima Lagi

Pria Ngamuk Sambil Acungkan Pisau di Mapolres Jember Ternyata Sakit Jiwa, Polisi: Keluarga Menolak Menerima Lagi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X