Duduk Perkara Viral Nama Kepala Kantor Kemenag Adalah Sosok Non-Muslim

Kompas.com - 11/07/2019, 17:01 WIB
Karangan bunga yang terpajang di halaman depan Kankemenag Gresik, yang sempat dijadikan bahan oleh oknum tidak bertanggung jawab di medsos. HAMZAH ARFAHKarangan bunga yang terpajang di halaman depan Kankemenag Gresik, yang sempat dijadikan bahan oleh oknum tidak bertanggung jawab di medsos.

GRESIK, KOMPAS.com – Dalam beberapa hari terakhir, nama Kepala Kantor Kementerian Agama Gresik, Markus, menjadi perbincangan netizen.

Hal tersebut karena netizan menyebut nama Markus, identik dengan nama non-Muslim. 

Polemik nama Markus berawal dari sejumlah karangan bunga ucapan selamat atas pelantikan Markus sebagai kepala Kantor Kemenag Gresik yang baru.

Karangan bunga itu terpajang di halaman Kankemenag Gresik, yang beralamat di Jalan Jaksa Agung Nomor 39, Gresik.

Salah satunya karangan bunga berasal dari Pdt Hendry Hariyono, M. Th dan jemaat Gereja Kemah Tabernakel di Jalan Dr Soetomo nomor 19 Gresik.

Baca juga: Kisah Ina, Malu Gagal Berangkat Haji Lalu Mengurung Diri

Karangan bunga dari Pendeta Hendry itulah yang kemudian diunggah oleh oknum tidak bertanggung jawab di media sosial Facebook dan kemudian menjadi polemik.

Menanggapi polemik itu, Markus menjelaskan bahwa dia merupakan seorang Muslim.

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai kepala humas Kanwil Kemenag Jawa Timur ini menyatakan, dia sudah Muslim sejak dilahirkan. Markus bahkan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang memang tercatat beragama Islam.

“Saya beragama Islam sejak lahir, bahkan saya dari kecil dibesarkan di lingkungan pondok pesantren di Sumenep,” ujar Markus, Rabu (10/7/2019).

Markus menjelaskan, nama itu berawal pada saat dia hendak mendaftar di Madrasah Ibtidaiyah.

Pihak sekolah mendengar namanya Markus, padahal sebenarnya Mahrus, dan itu terus berlanjut hingga sekarang.

Markus meminta polemik namanya tidak perlu diperdebatkan panjang lebar, apalagi sampai menjadi perbincangan di dunia maya.

“Saya tidak merasa aneh sebelumnya kalau nama itu bagian dari konteks agama tertentu. Hanya yang menjadi heran saya, ini tidak ada tabayyun (klarifikasi) kok kemudian viral, mestinya kan tabayyun dulu biar enak (jelas),” kata dia.

Baca juga: Kisah Nyata saat Berburu Berfoto Instagramable di Pura Lempuyang Bali

Pria kelahiran Sumenep ini juga mengimbau kepada masyarakat maupun warganet untuk tidak gampang percaya dan menelan informasi secara mentah-mentah tanpa sumber yang dapat dipercaya.

Kendati Markus sendiri menyatakan tidak terganggu dengan hal itu.

“Saya sendiri enggak terganggu, biasa-biasa saja. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada bapak pendeta itu (Pdt Hendry) yang sudah mengirim karangan bunga. Saya belum kenal dengan Pak Hendry, hanya tahu kalau beliau berasal dari FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) Gresik,” tutur Markus.

Markus dilantik menjadi kepala Kankemenag Gresik untuk menggantikan Muhammad Muafaq Wirahadi, yang saat ini menjalani proses hukum di pengadilan Tipikor atas tuduhan suap jabatan kepala Kankemenag yang melibatkan mantan Ketua Umum PPP non-aktif Romahurmuziy.

Akun Facebook resmi Kanwil Kemenag Jawa Timur juga turut memberikan klarifikasi atas apa yang terjadi.

Kanwil Kemenag Jatim menjelaskan. Markus seorang Muslim. 

Dalam postingannya, Kanwil Kemenag Jatim juga meminta agar masyarakat jangan mudah termakan hoaks.

“Nah, lur, jangan mudah termakan hoaks ya. Simak nih biodata Bapak Markus yang benar," tulis akun tersebut. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2.070 Pasien Covid-19 Sembuh di RS Lapangan Surabaya, Khofifah: Syukurlah, Nol Kematian

2.070 Pasien Covid-19 Sembuh di RS Lapangan Surabaya, Khofifah: Syukurlah, Nol Kematian

Regional
Menkominfo Sebut 12.548 Desa dan Kelurahan di Indonesia Belum Dapatkan Layanan 4G

Menkominfo Sebut 12.548 Desa dan Kelurahan di Indonesia Belum Dapatkan Layanan 4G

Regional
Gubernur Gorontalo Minta Pjs Bupati Sukseskan Pilkada Bebas Covid-19

Gubernur Gorontalo Minta Pjs Bupati Sukseskan Pilkada Bebas Covid-19

Regional
Klaster Setda Kudus, 6 PNS Terjangkit Virus Corona dan 1 Meninggal Dunia

Klaster Setda Kudus, 6 PNS Terjangkit Virus Corona dan 1 Meninggal Dunia

Regional
Khofifah Tunjuk 6 Penjabat Sementara Gantikan Kepala Daerah yang Cuti Kampanye

Khofifah Tunjuk 6 Penjabat Sementara Gantikan Kepala Daerah yang Cuti Kampanye

Regional
Tertangkap Hendak Curi Sapi, 2 Warga Muara Enim Tewas Dihakimi Massa

Tertangkap Hendak Curi Sapi, 2 Warga Muara Enim Tewas Dihakimi Massa

Regional
Ganjar Lantik 6 Penjabat Sementara untuk Gantikan Walkot dan Bupati yang Maju Pilkada

Ganjar Lantik 6 Penjabat Sementara untuk Gantikan Walkot dan Bupati yang Maju Pilkada

Regional
Maju di Pilkada Cilegon, Ini Jumlah Harta Kekayaan Pesinetron 'Cinta Fitri'

Maju di Pilkada Cilegon, Ini Jumlah Harta Kekayaan Pesinetron "Cinta Fitri"

Regional
Diduga Stres karena Pisah dengan Istri, Pria Ini Ditemukan Tewas Bunuh Diri

Diduga Stres karena Pisah dengan Istri, Pria Ini Ditemukan Tewas Bunuh Diri

Regional
Ingin Hapus Stigma RS Jadi Tempat Penularan Covid-19, Begini Cara Bupati Madiun...

Ingin Hapus Stigma RS Jadi Tempat Penularan Covid-19, Begini Cara Bupati Madiun...

Regional
Masuk Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Coreng Citra Sendiri

Masuk Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Coreng Citra Sendiri

Regional
Pemprov NTT Batalkan Larangan Warga Gelar Pesta di Tengah Pandemi Covid-19

Pemprov NTT Batalkan Larangan Warga Gelar Pesta di Tengah Pandemi Covid-19

Regional
Harta Kekayaan Calon Petahana yang Lawan Kotak Kosong di Pilkada Semarang

Harta Kekayaan Calon Petahana yang Lawan Kotak Kosong di Pilkada Semarang

Regional
Sumsel Ajukan 5 PJS Bupati ke Mendagri

Sumsel Ajukan 5 PJS Bupati ke Mendagri

Regional
Soal Nama Calon Wakil Bupati Tak Ada di Surat Penetapan, Ini Penjelasan KPU

Soal Nama Calon Wakil Bupati Tak Ada di Surat Penetapan, Ini Penjelasan KPU

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X