Kompas.com - 10/07/2019, 12:16 WIB
Pempek Palembang. https://pesona.travelPempek Palembang.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Seluruh warung pempek di Palembang dikenakan pajak sebesar 10 persen saat membeli makanan khas Sumatera Selatan tersebut, baik itu dibungkus maupun makan di tempat.

Bahkan, Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang pun memasang alat pemantau pajak online (e-tax ) di setiap warung pempek, agar regulasi tersebut berjalan.

Pemberlakuan pajak 10 persen untuk membeli pempek itu telah dilakukan pada Senin (8/7/2019).

Kepala BPPD Kota Palembang, Sulaiman Amin mengatakan, selain warung pempek, rumah makan juga diberlakukan hal yang sama.

Baca juga: 6 Fakta Napi Rutan Pakjo Palembang Kabur, Lompati Tembok hingga Libatkan Kekasih

Itu dilakukan agar penyerapan pajak di kota Palembang terutama rumah makan dan warung pempek bisa berjalan dengan maksimal.

"Selama ini hanya makan di tempat yang dilaporkan (pajak) tetapi makanan yang dibungkus tidak dilaporkan. Sesuai dengan Perda Kota Palembang tahun 2002 tentang pajak restoran ditetapkan besaran pajak restoran 10 persen," kata Sulaiman.

Tak patuhi e-tax, izin usaha melayang

Sulaiman menjelaskan, jika para pelaku usaha penjualan pempek maupun rumah makan tak mengikuti peraturan tersebut, mereka akan mengeluarkan surat peringatan hingga pencabutan izin usaha.

"Di setiap kasir akan dipasang e-tax, petugas kita akan langsung memantau pemasangannya. Jika masih ada yang tidak mengikuti kita akan berikan sanksi," ujarnya.

Dilanjutkan Sulaiman, petugas yang memantau pemasangan e-tax akan berlaku setiap hari bahkan ketika libur.

"Jika kasirnya tidak mengerti cara menggunakan e-tax nanti bisa dibantu operator yang ditugaskan memantau di sana,"jelas dia.

Baca juga: Bupati Aceh Tengah: Bangun Homestay Gratis Biaya Izin dan Pajak



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X