[POPULER NUSANTARA] Vonis Bahar bin Smith| Anak Wakil Wali Kota Tidore Kerja Jadi Kuli Bangunan

Kompas.com - 10/07/2019, 06:58 WIB
Bahar Bin Smith tengah membacakan pembelaan dalam sidang yang digelar di Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (20/6/2019). KOMPAS.com/AGIEPERMADIBahar Bin Smith tengah membacakan pembelaan dalam sidang yang digelar di Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (20/6/2019).

KOMPAS.com - Sidang kasus penganiayaan yang dilakukan terdakawa Bahar bin Smith terhadap dua pemuda yakni MCU (17) dan CAJ (18) menjadi sorotan pembaca.

Dalam sidang yang digelar di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (9/7/2019) siang. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung menjatuhkan vonis 3 tahun penjara kepada Bahar bin Smith

Ketua majelis hakim Muhammad Eddison menilai Bahar secara sah dan meyakinkan bersalah atas perbuatannya.

Selain itu, berita tentang anak Wakil Wali Kota Tidore Rafdi Maradjabessy yang kerja kuli bangunan juga menjadi sorotan pembaca.

Rafdi memulai kerjanya sebagai kuli bangunan sejak kelas I SMA. Saat itu, ayahnya baru saja terpilih sebagai Wakil Wali Kota Tidore.

Beberapa bulan ayahnya jadi Wakil Wali Kota, rekan-rekan di sekolah mulai mencemooh, bahwa anak pejabat tapi masih bekerja sebagai kuli bangunan.

Berikut ini berita populer nusantara selengkapnya:

 

1. Bahar bin Smith divonis 3 tahun penjara

Terdakwa Bahar bin Smith dalam sidang tuntutan di di Gedung Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Jalan Seram, Kamis (13/6/2019).KOMPAS.com/RENI SUSANTI Terdakwa Bahar bin Smith dalam sidang tuntutan di di Gedung Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Jalan Seram, Kamis (13/6/2019).

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung menjatuhkan vonis 3 tahun penjara kepada Bahar bin Smith dalam sidang di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (9/7/2019) siang.

Ketua majelis hakim Muhammad Eddison menilai Bahar secara sah dan meyakinkan bersalah atas perbuatannya.

"Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap Bahar bin Smith dengan pidana selama tiga tahun, denda Rp 50 juta. Jika tak dibayar, diganti kurungan selama 1 bulan kurungan," ungkap Eddison.

Bahar dinilai bersalah telah melakukan penganiayaan terhadap dua pemuda, yakni MKU (17) dan CAJ (18).

"Telah terbukti secara sah melakukan tindak pidana, turut serta merampas kemerdekaan orang yang mengakibatkan luka berat di muka umum secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang mengakibatkan luka berat dan melakukan kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan luka berat," kata Eddison.

Baca juga: Bahar bin Smith Divonis 3 Tahun Penjara

2. Pasca-perusakan gereja umat Katolik diminta tetap tenang

Umat membersihkan Gereja Katolik Paroki Santo Yoseph, Denpasar membersihkan Gereja usai dirusak seorang pria berinisial  A pada Selasa (9/7/2019) pagiKOMPAS.com/ ROBINSON GAMAR Umat membersihkan Gereja Katolik Paroki Santo Yoseph, Denpasar membersihkan Gereja usai dirusak seorang pria berinisial A pada Selasa (9/7/2019) pagi

Pastor Paroki Gereja Katolik St Yoseph, Kepundung Denpasar, Romo Yan Madia, mengimbau umat Katolik untuk tetap tenang pasca-perusakan gereja, Selasa (9/7/2019).

Yan mengatakan, kasus itu sedang diselesaikan secara internal oleh pengurus gereja.

"Siapa saja terutama umat Katolik supaya tetap tenang karena hal ini sedang diurus oleh pastor paroki dan pengurus Gereja St Yoseph. Kondisi saat ini pun kondusif," ujar Yan, Selasa.

Yan juga menyampaikan terima kasih kepada petugas kepolisian yang cepat menangani kasus tersebut. Demikian juga dengan umat yang secara spontan datang ke gereja sebagai bentuk kepedulian.

"Terima kasih kepada polisi yang cepat menangani kasus ini," ujarnya.

Baca juga: Umat Katolik Diminta Tetap Tenang Pasca-perusakan Gereja

3. Rafdi Anak Wakil Wali Kota Tidore Kerja Kuli Bangunan

Rafdi Marajabessy, putra ketiga Wakil Walikota Tidore menjadi pekerja bangunan dan sementara mengerjakan sebuah bangunan di depan Kantor Walikota Tidore, Selasa (09/07/2019)KOMPAS.com/YAMIN ABDUL HASAN Rafdi Marajabessy, putra ketiga Wakil Walikota Tidore menjadi pekerja bangunan dan sementara mengerjakan sebuah bangunan di depan Kantor Walikota Tidore, Selasa (09/07/2019)

Rafdi memulai kerjanya sebagai kuli bangunan sejak kelas I SMA. Saat itu, ayahnya baru saja terpilih sebagai Wakil Wali Kota Tidore.

Beberapa bulan ayahnya jadi Wakil Wali Kota, rekan-rekan di sekolah mulai mencemooh, bahwa anak pejabat tapi masih bekerja sebagai kuli bangunan.

“Saya tidak ambil pusing karena sebe (ayah) selalu mengajarkan bahwa hidup itu keras. Kerja itu harus mulai dari bawah bukan dari atas ke bawah,” kata dia.

Tak hanya di lingkungan sekolah, di masyarakat pun tak sedikit yang mengatakan kepadanya, mengapa masih saja mengerjakan pekerjaan kasar dan tidak minta pekerjaan kantoran kepada ayahnya.

“Saya katakan sama mereka bahwa sebe itu, sebelum menjadi wakil wali kota, dia memulainya dari bawah dan saya ingin seperti sebe,” ujar dia.

Baca juga: Cerita Rafdi, Anak Wakil Wali Kota Tidore yang Kerja Kuli Bangunan

4. Setelah Pemilu 2019 Sandi beristirahat sebentar dari dunia politik

Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno, saat takziah di rumah salah satu petugas KPPS di Jalan Ngagel Jaya Utara, Surabaya, Rabu (15/5/2019).KOMPAS.com/GHINAN SALMAN Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno, saat takziah di rumah salah satu petugas KPPS di Jalan Ngagel Jaya Utara, Surabaya, Rabu (15/5/2019).

Mantan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan, usai Pemilu 2019 dirinya akan beristirahat sementara waktu dari dunia politik namun akan tetap selalu bersama masyarakat.

"Senang sekali bisa bersama masyarakat, jadi tidak bicara politik, jeda dan istirahat dulu sekarang," ujarnya usai mengikuti perlombaan Belitung Triathlon 2019 di Sijuk, Belitung, Provinsi Bangka Belitung, Minggu (7/7/2019).

Tak hanya itu, Sandi pun memutuskan untuk tidak kembali lagi sebagai Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta setelah sebelumnya dikabarkan akan kembali ke posisi tersebut.

"Untuk Wagub DKI sudah saya putuskan untuk tidak kembali dan jatah itu untuk PKS," katanya.

Sedangkan untuk di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Barat (Sumbar) 2020, ia belum bisa memastikan diri apakah akan bertarung dan maju dalam gelaran pilkada tersebut tahun depan.

"Untuk di Pilkada 2020 itu adalah untuk putra-putri terbaik daerah," katanya.

Baca juga: Sandiaga: Saya Putuskan Tak Kembali, Wagub DKI Jatah PKS

5. Kisah David Indrajaya Si " Jokowi KW Super"

David Indrajaya, impersonator Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi).KOMPAS.com/RENI SUSANTI David Indrajaya, impersonator Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

Setelah menjadi Jokowi KW, David pun mempelajari tentang politik. Bahkan ia tergabung ke dalam tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf.

Namun, ia enggan menjadi politisi. Ia akan tetap menjadi musisi dan tampil di panggung-panggung baik sebagai dirinya maupun duplikat Jokowi.

“Nanti pas syukuran (kemenangan Jokowi) tanggal 14 Juli di Bogor juga saya akan nyanyi, main gitar sama harmonika. Biasanya saya nyanyi lagu-lagu kebangsaan,” tuturnya.

Selain kisah menyenangkan, menjadi duplikat Jokowi membawa kekhawatiran untuk orang-orang terdekat David. Misalnya saat gugatan hasil pemilu di MK.

“Ada (beberapa) yang mengontak untuk berhati-hati. Ada juga yang memperingatkan untuk tidak menggunakan baju hitam, takutnya ada apa (salah sasaran)," tutupnya.

Baca juga: Kisah David Indrajaya Si Jokowi KW Super, Hobi Musik hingga Seorang Pengusaha Kayu

Sumber: KOMPAS.com (Agie Permadi, Robinson Gamar, Fatimah Yamin, Candra Setia Budi, Reni Susanti)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

12 Warga Sumedang Termasuk Murid SD Positif Covid-19

12 Warga Sumedang Termasuk Murid SD Positif Covid-19

Regional
Penangkapan Buronan Narkoba Digagalkan Warga, Mobil BNNK Digulingkan

Penangkapan Buronan Narkoba Digagalkan Warga, Mobil BNNK Digulingkan

Regional
Seorang Perawat RSUD Madiun Positif Covid-19, 67 Tenaga Medis Jalani Tes Swab

Seorang Perawat RSUD Madiun Positif Covid-19, 67 Tenaga Medis Jalani Tes Swab

Regional
Mengintip Penjamasan Keris Peninggalan Sunan Kudus di Masa Pandemi

Mengintip Penjamasan Keris Peninggalan Sunan Kudus di Masa Pandemi

Regional
Longboat Terbakar Saat Mencari Ikan, 10 Nelayan Berlindung di Balik Rumpon

Longboat Terbakar Saat Mencari Ikan, 10 Nelayan Berlindung di Balik Rumpon

Regional
Speedboat Tabrak Tongkang, Suami dan Istri yang Hamil 9 Bulan Tewas

Speedboat Tabrak Tongkang, Suami dan Istri yang Hamil 9 Bulan Tewas

Regional
Sekwan DPRD Batam Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Anggaran Konsumsi

Sekwan DPRD Batam Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Anggaran Konsumsi

Regional
Klaster Perkantoran Merebak, Gubernur Gorontalo Wajibkan Semua Pejabat Rapid Test

Klaster Perkantoran Merebak, Gubernur Gorontalo Wajibkan Semua Pejabat Rapid Test

Regional
Sejumlah Bangunan Cagar Budaya di Kota Malang Didigitalisasi

Sejumlah Bangunan Cagar Budaya di Kota Malang Didigitalisasi

Regional
Marah Tak Diberi Uang, Pria Bertato Aniaya Ayah Kandung dengan Kursi Plastik

Marah Tak Diberi Uang, Pria Bertato Aniaya Ayah Kandung dengan Kursi Plastik

Regional
Soal Sekolah, Kepala BNPB Ingatkan Belum Ada Zona Hijau di Jabar

Soal Sekolah, Kepala BNPB Ingatkan Belum Ada Zona Hijau di Jabar

Regional
Catat, Ini 6 Tempat Lokasi Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Bandung

Catat, Ini 6 Tempat Lokasi Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Bandung

Regional
Cerita Pilu Dua Balita Tewas Ditangan Ayah Kandung di Flores...

Cerita Pilu Dua Balita Tewas Ditangan Ayah Kandung di Flores...

Regional
Menpora: Kesiapan Surabaya Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Tak Diragukan

Menpora: Kesiapan Surabaya Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Tak Diragukan

Regional
Ditawari Rp 1 Miliar untuk Lawan Gibran-Teguh, PSI: Kami Masih Istiqomah dengan Mas Gibran

Ditawari Rp 1 Miliar untuk Lawan Gibran-Teguh, PSI: Kami Masih Istiqomah dengan Mas Gibran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X