Hujan Ekstrem Landa Bengkulu, Penerbangan Diminta Waspada

Kompas.com - 08/07/2019, 17:32 WIB
Ilustrasi hujan kulkannIlustrasi hujan

BENGKULU, KOMPAS.com - Stasiun Meteorologi Bengkulu mengingatkan penerbangan di Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu, untuk waspada mengingat curah hujan ekstrem 140 mm per jam mengguyur kawasan itu.

"Curah hujan cukup tinggi, BMKG sudah berkoordinasi dengan otoritas bandara agar mewaspadai curah hujan tinggi. Informasinya ada beberapa pesawat yang ditunda keberangkatannya akibat cuaca," kata Kepala Stasiun Meteorologi, Bengkulu, Warjono, saat dihubungi via pesan singkat, Senin (8/7/2019).

Baca juga: Groundbreaking Tol Bengkulu-Sumsel Dimulai Awal Agustus 2019


Dia mengatakan, curah hujan tersebut luar biasa karena dapat mengganggu penerbangan. Selain itu, genangan air juga membahayakan di landasan pacu.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pihak bandara. Penyebab curah hujan ekstrem itu diakibatkan terjadinya penumpukan awan di atas Bengkulu.

Hujan mengguyur Bengkulu sejak pukul 14.50 WIB dan hingga pukul 17.00 WIB kondisinya masih deras.

Warjono menyebut, hujan deras akan berhenti dalam beberapa jam ke depan. Pihak Bandara Fatmawati, Soekarno, Bengkulu mengumumkan satu pesawat Batik dari Bandara Halim Perdana Kusuma ditunda keberangkatannya menuju Bengkulu.

Baca juga: Palsukan Akun Facebook Kapolda Bengkulu, Pria Ini Diringkus Polisi

Sementara itu, hujan juga mengakibatkan sejumlah rumah warga di Kota Bengkulu mulai terendam banjir. Banjir menggenangi kawasan Rawa Makmur, Sawah Lebar, Padang Harapan.

Sejumlah warga terlihat mulai sibuk mengevakuasi barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puluhan Rumah di Medan Terbakar, Warga Bingung Tinggal di Mana

Puluhan Rumah di Medan Terbakar, Warga Bingung Tinggal di Mana

Regional
Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Regional
Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Regional
Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Regional
'Menghilang' 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

"Menghilang" 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

Regional
Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

Regional
Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X