5 Fakta Penjual Kerupuk Naik Haji, Menunggu 28 Tahun hingga Wujudkan Wasiat Bapak

Kompas.com - 06/07/2019, 17:41 WIB
Tri Darini (53), penjual kerupuk asal Dukuh Kenangan RT 003, RW 004, Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah naik haji setelah 28 tahun mengumpulkan uang, Jumat (5/7/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANITri Darini (53), penjual kerupuk asal Dukuh Kenangan RT 003, RW 004, Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah naik haji setelah 28 tahun mengumpulkan uang, Jumat (5/7/2019).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Tri Darini (53), penjual kerupuk asal Dukuh Kenangan, Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah akan menunaikan ibadah haji tahun ini.

Perempuan kelahiran 1 Maret 1966 itu berhasil mewujudkan impiannya setelah menabung selama 28 tahun dari hasilnya berjualan kerupuk.

Berikut 5 fakta dari Tri Darini yang berhasil mewujudkan mimpinya untuk naik haji:

1. Mulai bekerja dini hari

Ilustrasi langit malam penuh milky waySL_Photography Ilustrasi langit malam penuh milky way
Aktivitas Tri dimulai 03.00 WIB. Saat langit masih gelap dia harus bangun untuk memasak dan menyiapkan barang dagangannya.

Pada pukul 05.30 WIB dia berangkat jualan menggunakan ontel dan pulang sekitar pukul 09.30 WIB. Kerupuk yang dia jajakan diletakkan di boncengan sepeda kayuhnya.

Pekerjaan itu sudah Tri Darini geluti  sejak 30 tahun, sebelum dia menikah dengan Teguh Waluyo (53).

Kerupuk yang dijajakannya bukan hasil buatannya sendiri, tetapi dia mengambil dari produsen.

"Saya ini orangnya tidak bisa diam, jadi sejak muda memang sukanya bekerja," tuturnya.

Baca juga: Kumpulkan Uang Rp 5.000 Selama 28 Tahun, Penjual Kerupuk Ini Naik Haji

2. Menabung Rp 5000 setiap hari selama 28 tahun

Ilustrasi uang di dalam cangkir.SHUTTERSTOCK Ilustrasi uang di dalam cangkir.
Sejak menikah 28 tahun lalu, Tri mengaku selalu menyisihkan uang sebesar Rp 5.000 setiap hari dari hasil jualan.

"Tiap hari saya mengumpulkan uang Rp 5000. Setelah sebulan terkumpul uangnya saya bawa ke bank untuk ditabung," kata Darini ditemui Kompas.com di rumahnya, Jumat (5/7/2019).

Setelah uangnya terkumpul hingga Rp 25 juta, Tri memberanikan diri mendaftar agar bisa berangkat haji pada 2011 lalu.

Dia terus melanjutkan kebiasaannya menabung untuk melunasi biaya haji sebesar Rp 36 juta per orang.

Baca juga: Uang Penggantian Sudah Dipakai Warga Naik Haji, tetapi Jalan Nangka Belum Juga Dilebarkan...

3. Menunggu antrean selama 8 tahun

ilustrasi bahagia ilustrasi bahagia
Tri mendaftar haji pada tahun 2011 dan baru mendapatkan kepastian keberangkatan pada tahun 2019.

Tri Darini tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 10 gelombang pertama dari Kabupaten Klaten dan akan terbang ke Mekah pada 9 Juli 2019 melalui Embarkasi Haji Surakarta.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X