Fakta di Balik Viral Pernikahan Nenek dan Pemuda 19 Tahun di Pati: Foto Hoaks, hingga Dibatalkan KUA

Kompas.com - 04/07/2019, 13:15 WIB
Foto pernikahan nenek 58 tahun dan pemuda 19 tahun pada fanpage Facebook Lika Liku Kehidupan dan di grup Facebook Komunitas Anak Asli Pati. Dok. IstimewaFoto pernikahan nenek 58 tahun dan pemuda 19 tahun pada fanpage Facebook Lika Liku Kehidupan dan di grup Facebook Komunitas Anak Asli Pati.

PATI, KOMPAS.com — Foto-foto pernikahan seorang nenek dengan seorang pemuda di wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, viral di media sosial, di antaranya diunggah di fanpage Facebook "Lika Liku Kehidupan" dan di grup Facebook "Komunitas Anak Asli Pati".

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tayu, Pati, Ahmad Rodli, membenarkan jika salah satu foto yang memperlihatkan kedua mempelai duduk berdampingan beralaskan karpet biru di depan meja bertaplak batik adalah seorang nenek dan pemuda yang hendak dinikahkan di KUA Tayu.

Identitas kedua sejoli berbeda usia tersebut ialah Sutasmi (58), warga Desa Jepat Lor, Kecamatan Tayu, Pati dan Dwi Purwanto (19), warga Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Pati. 

Dalam dokumentasi gambar itu, calon mempelai wanita, Sutasmi (58), berhijab merah dan calon mempelai pria, Dwi Purwanto (19), mengenakan kopiah hitam.

Foto palsu di Facebook

Namun, kata Rodli, foto yang memperlihatkan kedua mempelai mengenakan baju pengantin bukanlah Sutasmi dan Dwi Purwanto.

Foto tersebut diketahui adalah gambar pasangan mempelai dari Kabupaten Jepara, Jateng, yang menjadi korban kejahilan orang tak bertanggung jawab.

"Foto yang berkarpet biru itu benar gambar Sutasmi dan Dwi Purwanto di KUA Tayu. Mereka sedang menunggu walinya datang saat hendak dinikahkan. Foto yang mengenakan baju pengantin adalah hoaks. Itu cuma ulah orang iseng lantaran foto dengan baju pengantin itu sekilas mirip Sutasmi dan Dwi Purwanto," kata Rodli saat dihubungi Kompas.com melalui ponsel, Kamis (4/7/2019).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak dapat restu, keluarga datang marah-marah

Menurutnya, Sutasmi dan Dwi Purwanto dijadwalkan hendak menikah di KUA Tayu pada Rabu (3/7/2019) sekitar pukul 08.00 WIB.

Hanya rencana pernikahan mereka kandas di tengah jalan akibat tidak ada restu dari keluarga masing-masing.

Sutasmi dan Dwi Purwanto telah menunggu lama hingga satu jam lebih menanti kedatangan para wali di KUA Tayu. Namun, penantian mereka itu justru berujung pahit.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X