Kompas.com - 01/07/2019, 15:26 WIB
Hepatitis A SHUTTERSTOCKHepatitis A

KOMPAS.com — Wabah virus hepatitis A menghantui warga di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, sejak awal Juli lalu.

Berdasarkan data yang diperoleh hingga Minggu (30/06/2019) siang, tercatat 957 warga Pacitan yang terpapar hepatitis A.

Sebelumnya, pada Kamis petugas dinas kesehatan setempat mencatat ada 824 pasien yang suspek hepatitis A.

Dinas kesehatan Kabupaten Pacitan pun menelusuri penyebab mewabahnya hepatitis A tersebut.

Berikut fakta lengkap hepatitis A:

1. Ribuan warga diduga terjangkit hepatitis A 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dr Eko Budiono menjenguk pasien penderita hepatitis A di Rumah Sakit dr Darsono Pacitan. Dokumentasi Dinkes Pacitan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dr Eko Budiono menjenguk pasien penderita hepatitis A di Rumah Sakit dr Darsono Pacitan.

Jumlah penderita hepatitis A di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Minggu (30/6/2019), bertambah hingga mencapai 957 orang.

Namun, secara harian, jumlah warga yang terpapar wabah hepatitis A di seluruh wilayah Kabupaten Pacitan mengalami penurunan yang sangat drastis.

"Sejak sebelum ditetapkan kejadian luar biasa (KLB), kami sudah melakukan upaya pencegahan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan Eko Budiono.

Hingga Minggu siang, tercatat 957 warga Pacitan yang terpapar hepatitis A.

Data sebelumnya, tercatat 824 warga Pacitan yang terpapar hepatitis A.

Baca juga: Pacitan KLB Hepatitis A, Penderitanya Hampir Mencapai 1.000 Orang

 

2. Kronologi mewabahnya penyakit hepatitis A di Pacitan

Kepala dinas Kesehatan kabupaten Pacitan Jawa Timur Eko Budiono diruangan dinas, pada saat menyampaikan keterangan terkait wabah Hepatitis-A yang menjangkit Ratusan warga Pacitan Jawa Timur kepada sejumlah wartawan dari berbagai Media (28/06/2019)KOMPAS.com/SLAMET WIDODO Kepala dinas Kesehatan kabupaten Pacitan Jawa Timur Eko Budiono diruangan dinas, pada saat menyampaikan keterangan terkait wabah Hepatitis-A yang menjangkit Ratusan warga Pacitan Jawa Timur kepada sejumlah wartawan dari berbagai Media (28/06/2019)

Menurut Eko, kasus yang paling banyak ditemukan adalah warga yang tertular dari warga yang sudah terinfeksi sebelumnya.

"Lebih banyak penularan dari orang ke orang. Apalagi saat ini masih musim kunjung keluarga seusai Lebaran. Saat ini masih syawalan dan suasana halalbihalal sehingga banyak yang kunjung sana dan kunjung sini," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan Eko Budiono yang dihubungi Kompas.com, Kamis ( 27/6/2019) malam.

Eko pun mengimbau warga untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum mengambil makanan.

Hal itu bertujuan agar tangan terbebas dari infeksi. Menurutnya, bisa jadi saat berpegangan tangannya kemudian terinfeksi lalu memegang makanan.

"Setelah makanan kemudian masuklah virus tersebut," kata Eko.

Baca juga: Ini Kronologi Mewabahnya Hepatitis A di Pacitan

 

3. Kebersihan sanitasi dan makanan menjadi sorotan

Ilustrasi makanan sehat Shutterstock Ilustrasi makanan sehat

Selain kebersihan lingkungan, faktor lain yang menjadi sorotan adalah persoalan air dan makanan yang tercemar hepatitis A.

Kondisi terbukti dari hasil pemeriksaan sumber air yang biasa diambil warga untuk kebutuhan hidup positif tercemar bakteri e-coli.

Menurut Eko, warga yang terinfeksi hepatitisi A awalnya mengalami gejala seperti kencing berwarna gelap, hilang nafsu makan, nyeri pada sendi, mual, dan muntah.

Selain itu riwayat pernah berada di daerah yang pernah ada warganya yang positif hepatitis A.

Eko menuturkan, hepatitis A kategori hepatitis ringan sehingga tingkat kematian paling rendah dengan skal 0,13 persen. Kendati demikian, jajarannya tidak boleh lengah.

"Selama virus belum hilang mengganggu kinerja tubuh. Bila menyerang anak, tidak bisa bersekolah," katanya.

Baca juga: Cegah Hepatitis A, Dinkes Depok Imbau Anak-anak Bawa Bekal dari Rumah

 

4. Cara penularan wabah hepatitis A

Salah satu perawat puskesmas Ngadirojo kabupaten Pacitan Jawa Timur, tengah melakukan pemeriksaan medis terhadap salah satu pasien Hepatitis A (30/06/2019).KOMPAS.com/SLAMET WIDODO Salah satu perawat puskesmas Ngadirojo kabupaten Pacitan Jawa Timur, tengah melakukan pemeriksaan medis terhadap salah satu pasien Hepatitis A (30/06/2019).

Eko menjelaskan, awal mula munculnya dugaan virus hepatitis A setelah pihaknya mendapat laporan dari Puskesmas Kecamatan Sudimoro.

Saat itu, puskesmas tersebut merawat 24 pasien dengan ciri-ciri sama pada 14 Juni.

Sekitar tiga hari kemudian, tepatnya pada 17 Juni, dilakukan pemantauan serta penyelidikan epidemiologi setelah banyak pasien berdatangan memenuhi seluruh ruangan puskesmas di Kecamatan Sudimoro.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan penyelidikan, penyakit tersebut juga mulai meluas ke wilayah kecamatan lain, yakni Ngadirojo dan Kecamatan Tulakan.

Dinas kesehataan setempat segera mengambil sampel darah untuk dilakukan penyelidikan epidemiologi.

Sampel kemudian dikirim ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) guna memastikan jenis virus tersebut hepatitis atau bukan.

“Hasilnya sudah bisa kami simpulkan dan diperoleh data pada 18 Juni jumlah penderita sudah membengkak menjadi 161 orang," kata Eko, Kamis.

Baca juga: Waspada, Infeksi Hepatitis A Bermula dari Jabat Tangan

 

5. Pacitan dinyatakan KLB hepatitis A

IlustrasiShutterstock Ilustrasi

Dari hasil pantauan petugas, hingga Minggu (30/06/2019) siang tercatat 957 warga Pacitan terpapar Hepatitis A.

Data sebelumnya, tercatat 824 warga Pacitan terpapar hepatitis A.

"Sejak sebelum ditetapkan kejadian luar biasa (KLB), kami sudah melakukan upaya pencegahan,” kata Eko Budiono.

Sementara itu, Eko menjelaskan, di beberapa wilayah jumlah pasien mulai menurun. Salah satunya di puskesmas Kecamatan Ngadirojo.

Sebelumnya, di puskesmas tersebut merawat pasien yang terpapar hepatitis A sebanyak 164 pasien. Namun, saat ini dilaporkan jumlah pasien hepatitis A adalah 28 orang.

“Kini puskesmas Ngadirojo ada 28 pasien hepatitis A yang menjalani rawat inap. Dan total yang pernah di rawat selama bulan Juni terakhir sebanyak 164,” kata dokter puskesmas Ngadirojo Natsir Nugroho.

Baca juga: 33 Murid SD di Depok Kena Hepatitis A, Dinkes Cek Jajanan di Sekolah

 

6. Ini wilayah yang terdampak hepatitis di Pacitan

Ilustrasi wilayah terdampak bom jika bom atom dijatuh kan di Kawasan Monumen Nasional, Jakarta.www.nuclearsecrecy.com Ilustrasi wilayah terdampak bom jika bom atom dijatuh kan di Kawasan Monumen Nasional, Jakarta.

Wabah hepatitis A merebak di sembilan kecamatan. Hal itu terungkap berdasar data resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan pada Minggu, (30 juni 2019).

Wilayah tersebut adalah sebagai berikut:

1. Kecamatan Sudimoro sebanyak 524 kasus hepatitis A.
2. Kecamatan Sukerejo sebanyak 82 kasus.
3. Kecamatan Ngadirojo 164 kasus.
4. Kecamatan Wonokarto 53 kasus.
5. Kecamatan Tulakan 69 kasus.
6. Kecamatan Tegalombo 4 kasus.
7. Kecamatan Bubakan 25 kasus.
8. Kecamatan Arjosari 33 kasus.
9. Kecamatan Ketrowonojoyo sebanyak 3 kasus.

Jumlah total akumulasi selama Juni 2019 sebanyak 957 warga Pacitan terpapar wabah hepatitis A.

Baca juga: Ini Cara Pemprov Jatim Hentikan Penyebaran Wabah Hepatitis A di Pacitan

Sumber: KOMPAS.com (Slamet Widodo)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.