Kereta Api Minangkabau Ekpress Merugi Rp 18 Juta per Hari

Kompas.com - 27/06/2019, 15:14 WIB
Petugas mengecek kondisi Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) Bandara Internasional Minangkabau (BIM), seusai membuka pembungkus terpal, di Stasiun Simp Haru, Padang, Sumatera Barat, Jumat (23/2). KRDE dengan nama Minangkabau Ekspress yang berkapasitas maksimal 589 penumpang itu sementara disimpan di dipo lokomotif dan akan dilakukan ujicoba pada Senin (26/2). ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc/18. Iggoy el FitraPetugas mengecek kondisi Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) Bandara Internasional Minangkabau (BIM), seusai membuka pembungkus terpal, di Stasiun Simp Haru, Padang, Sumatera Barat, Jumat (23/2). KRDE dengan nama Minangkabau Ekspress yang berkapasitas maksimal 589 penumpang itu sementara disimpan di dipo lokomotif dan akan dilakukan ujicoba pada Senin (26/2). ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc/18.

 

PADANG, KOMPAS.com - Demi melayani penumpang ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM), kereta api Minangkabau Ekpress rela merugi Rp 18 juta per hari.

Hal itu dikarenakan sejak beroperasi rata-rata pendapatan tiket kereta api Minangkabau Ekpress hanya Rp 7 juta. Sementara, biaya operasional mencapai Rp 25 juta per harinya.

"Tidak sesuai pendapatannya dengan biaya operasional. Tiap hari PT KAI Divre II Sumbar merugi Rp 18 juta," kata Manajer Operasional PT KAI Divre II Sumbar, Roeslan, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (27/6/2019).

Baca juga: Aksi Pencurian Baut dan Pengait Rel Kereta Api Marak Terjadi di Sumbar, Pelakunya Anak-anak

Roeslan menyebutkan, kendati merugi, tapi semuanya ditanggung pemerintah melalui subsidi sehingga kereta api Minangkabau Ekpress terus melayani penumpangnya.

Menurut Roeslan, Minangkabau Ekpress melayani penumpang sebanyak 6 kali pulang pergi dari Stasiun Simpang Haru Padang ke Bandara Internasional Minangkabau, dengan kapasitas penumpang dalam satu kereta berjumlah 393 orang.

"Dengan harga tiket Rp 10.000 untuk satu orang, maka jika kereta penuh, baru tertutupi biaya operasional. Namun, saat ini, masih belum bisa terpenuhi akibat penumpang tidak banyak," kata Roeslan.

Roeslan mengatakan, rata-rata penumpang satu hari hanya 7.000 orang. Untuk bisa menutupi biaya operasional, maka dibutuhkan jumlah penumpang minimal 25.000 per hari.

Baca juga: Kasus Pelemparan Batu Kereta Api di Sumbar Tinggi, PT KAI Bentuk 2 Tim Patroli

Pihaknya mengaku, sangat berharap kepada jumlah penumpang yang ada di BIM. Hanya saja, saat ini, pengelola BIM juga sedang mengeluh akibat terjadinya penurunan jumlah penumpang pesawat.

"Nah, jika penumpang pesawat ramai, maka otomatis bisa mendongkrak jumlah penumpang kereta api. Jika tidak, tentu terjadi penurunan juga," ujar dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dimaafkan Satgas Covid-19, Penahanan Warganet yang Ancam Polisi dan Dokter Ditangguhkan

Dimaafkan Satgas Covid-19, Penahanan Warganet yang Ancam Polisi dan Dokter Ditangguhkan

Regional
Debat Pilkada Mataram, Jaga Jarak Diabaikan, Para Pendukung Tak Pakai Masker dengan Benar

Debat Pilkada Mataram, Jaga Jarak Diabaikan, Para Pendukung Tak Pakai Masker dengan Benar

Regional
Setelah Lobi Sipir 1 Jam, Polisi Akhirnya Periksa Bandar Narkoba di Lapas Pekanbaru

Setelah Lobi Sipir 1 Jam, Polisi Akhirnya Periksa Bandar Narkoba di Lapas Pekanbaru

Regional
Libur Panjang, 113.283 Kendaraan dari Jakarta Masuk ke Puncak Bogor

Libur Panjang, 113.283 Kendaraan dari Jakarta Masuk ke Puncak Bogor

Regional
Alasan Hari Libur, Polisi Dihalangi Saat Akan Periksa Napi Bandar Sabu di Lapas Pekanbaru

Alasan Hari Libur, Polisi Dihalangi Saat Akan Periksa Napi Bandar Sabu di Lapas Pekanbaru

Regional
Malu karena Hamil di Luar Nikah, Seorang Siswi SMA Buang Bayi yang Baru Dilahirkannya di Depan Panti Asuhan

Malu karena Hamil di Luar Nikah, Seorang Siswi SMA Buang Bayi yang Baru Dilahirkannya di Depan Panti Asuhan

Regional
Liburan Bersama Teman-teman, Seorang Bocah Tewas Tenggelam di Sungai

Liburan Bersama Teman-teman, Seorang Bocah Tewas Tenggelam di Sungai

Regional
Diduga Gangguan Jiwa, Sutejo Angkut Jenazah Ibunya Pakai Sepeda Motor

Diduga Gangguan Jiwa, Sutejo Angkut Jenazah Ibunya Pakai Sepeda Motor

Regional
Tim Polda Riau Ditolak Saat Hendak Periksa Bandar Narkoba di Lapas Pekanbaru

Tim Polda Riau Ditolak Saat Hendak Periksa Bandar Narkoba di Lapas Pekanbaru

Regional
Fakta Pria di Boyolali Bawa Jenazah Ibunya Pakai Bronjong, Jadi Viral dan Penjelasan Polisi

Fakta Pria di Boyolali Bawa Jenazah Ibunya Pakai Bronjong, Jadi Viral dan Penjelasan Polisi

Regional
Enam Jam Api Berkobar Hanguskan Ratusan Rumah di Kotabaru Kalsel

Enam Jam Api Berkobar Hanguskan Ratusan Rumah di Kotabaru Kalsel

Regional
Positif Covid-19 DIY Capai 82 Kasus, Terbanyak dari Bantul

Positif Covid-19 DIY Capai 82 Kasus, Terbanyak dari Bantul

Regional
Bayi Baru Lahir Ditemukan di Depan Panti Asuhan, Ternyata Dibuang Ibunya yang Masih SMA

Bayi Baru Lahir Ditemukan di Depan Panti Asuhan, Ternyata Dibuang Ibunya yang Masih SMA

Regional
Kena Razia Polisi gara-gara Tak Pakai Helm, Pria Ini Rusak Motor Pakai Batu Besar

Kena Razia Polisi gara-gara Tak Pakai Helm, Pria Ini Rusak Motor Pakai Batu Besar

Regional
Cerita Seorang Ibu Menulis Buku untuk Ikhlaskan Bayinya Meninggal

Cerita Seorang Ibu Menulis Buku untuk Ikhlaskan Bayinya Meninggal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X