Separah Apa Kondisi Risma hingga Harus Masuk ICU? Ini Penjelasan RSUD Dr Soetomo

Kompas.com - 26/06/2019, 16:14 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini KOMPAS.com/GHINAN SALMANWali Kota Surabaya Tri Rismaharini

SURABAYA, KOMPAS.com - Kondisi kesehatan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ( Risma) dikabarkan menurun.

Risma saat ini mendapat penanganan khusus setelah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (25/6/2019) malam.

Hasil diagnosis dokter yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya dr Febria Rachmanita, Risma menderita sakit mag dan asma.

Separah apa kondisi Risma hingga harus dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Dr Soetomo?

Kepala Humas RSUD Dr Soetomo dr Pesta Parulian mengatakan, serangan asma yang dialami wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu memiliki gradasi.

Baca juga: Wali Kota Risma Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo, Ini Alasannya

Namun, dalam penanganannya, sejak dirawat di RSUD Dr. M. Soewandhie dan koni dirujuk ke RSUD Dr Soetomo, kondisi Risma saat ini lebih baik dan lebih stabil.

"Artinya tidak segawat atau seberat saat (dirawat) di rumah sakit Soewandhie," kata Pesta saat jumpa pers di Gedung Bedah Pusat Terpadu RSUD Dr Soetomo, Rabu (26/6/2019).

Ia mengaku masih perlu mendalami hal apa saja yang terjadi pada Risma sehingga memerlukan perawatan super intensif di rumah sakit rujukan terbesar di Jawa Timur tersebut.

Ditangani 15 dokter spesialis

Untuk bisa mengetahui hal apa saja yang dialami Risma, RSUD Dr Soetomo sudah menerjunkan sekitar 15 dokter spesialis yang akan menangani kondisi kesehatan Risma.

Pesta menjelaskan belasan dokter tersebut terdiri dari dokter anestesi, dokter paru-paru untuk memeriksa penyakit asma Risma, dokter penyakit dalam, dan dokter mikrobiologi untuk menilai nilai-nilai laboratorium yang sedang diperiksa.

Baca juga: 4 Fakta Risma Sempat Masuk ICU, akibat Kelelahan hingga Batal Jadi Pembicara di Jakarta

Lalu ada pula dokter jantung yang mengawal performa detak jantung Risma, dokter radiologi untuk mengevaluasi gambaran-gambaran pemeriksaan diagnostik yang dilakukan dengan rontgen, dan dokter patologi klinik.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X