5 Fakta Kematian Mantri Patra di Papua, Bupati Kritik Berita hingga Keluarga Minta Jenazah Dipulangkan

Kompas.com - 26/06/2019, 13:09 WIB
Prosesi Pemakaman Petugas Medis Patra Marinna Jauhari, di Pemakaman Umum, Wasior Kampung, Distrik Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Senin (24/6/2019).g Kompas.com/Budy SetiawanProsesi Pemakaman Petugas Medis Patra Marinna Jauhari, di Pemakaman Umum, Wasior Kampung, Distrik Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Senin (24/6/2019).g

KOMPAS.com - Kematian Patra Marinna Jauhari, seorang petugas kesehatan saat bertugas di Teluk Wondama, Papua, menyita perhatian masyarakat.

Salah satunya dari Bupati Teluk Wondama, Bernadus Imburi. Dirinya menyebut pemberitaan tentang kematian mantri Patra sangat tendensius dan menjelekkan Pemerintah Daerah (Pemda) Teluk Wondama.

Namun, Bupati Imburi mengakui, akses ke Kampung Oya memang sulit karena harus menghabiskan waktu berjalan kaki 4-5 hari.


Salah satu tranportasi yang paling cepat adalah dengan menggunakan helikopter.

Sementara itu, pihak keluarga mantri Patra di Luwu masih berharap dapat membawa pulang jenazah Patra, meskipun saat ini telah dimakamkan di Wasior, Papua.

Baca fakta lengkapnya berikut ini:

1. Meninggal karena sakit Malaria

Ilustrasi.SHUTTERSTOCK Ilustrasi.

Mantri Patra meninggal pada Senin (17/6/2019) lalu diduga karena penyakit malaria.

Jenazah baru dievakuasi menggunakan helikopter yang disewa oleh Pemda Nabire ke Wasior pada Sabtu (22/6/2019) atau empat hari setelah meninggal dunia.

Sebelumnya, Patra ketahui jatuh sakit setelah selesai bertugas di Kampung Oya, Teluk Wondama, selama tiga bulan.

Setelah itu, Patra harus bertahan dengan kondisi kehabisan bahan makanan dan obat-obatan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wakil Bupati Banyuwangi Ajak Para Santri Terlibat dalam Pembangunan

Wakil Bupati Banyuwangi Ajak Para Santri Terlibat dalam Pembangunan

Regional
Ini Alasan Sebenarnya Gubernur NTT Viktor Laiskodat Tak Jadi Menteri Jokowi

Ini Alasan Sebenarnya Gubernur NTT Viktor Laiskodat Tak Jadi Menteri Jokowi

Regional
BKN: Pengurangan Struktural Eselon Bisa Kurangi Anggaran Negara

BKN: Pengurangan Struktural Eselon Bisa Kurangi Anggaran Negara

Regional
Polisi Cek soal Video Baku Hantam Sesama Bule di Bali

Polisi Cek soal Video Baku Hantam Sesama Bule di Bali

Regional
Mengembalikan Kejayaan Lada Bangka Belitung...

Mengembalikan Kejayaan Lada Bangka Belitung...

Regional
Angin Puting Beliung Terjang 3 Desa di Boyolali, 20 Rumah Rusak

Angin Puting Beliung Terjang 3 Desa di Boyolali, 20 Rumah Rusak

Regional
Pembobolan Dana Nasabah BNI Ambon, FY Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan

Pembobolan Dana Nasabah BNI Ambon, FY Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan

Regional
Driver Ojek Online yang Ditabrak Kendaraan Taktis Polisi Saat Demo Ricuh Tak Lagi Bisa Bekerja

Driver Ojek Online yang Ditabrak Kendaraan Taktis Polisi Saat Demo Ricuh Tak Lagi Bisa Bekerja

Regional
Kelompok Teroris di Lampung Incar Tempat Hiburan Malam

Kelompok Teroris di Lampung Incar Tempat Hiburan Malam

Regional
Kasus Narkoba, Bassist Boomerang Hubert Henry Dituntut 2 Tahun Penjara

Kasus Narkoba, Bassist Boomerang Hubert Henry Dituntut 2 Tahun Penjara

Regional
Dua Pendaki Gunung Bawakaraeng yang Alami Hipotermia Berhasil Dievakuasi

Dua Pendaki Gunung Bawakaraeng yang Alami Hipotermia Berhasil Dievakuasi

Regional
Tiba di Kupang dengan Jet Pribadi, Gubernur NTT Disambut ASN dan Pengurus Nasdem

Tiba di Kupang dengan Jet Pribadi, Gubernur NTT Disambut ASN dan Pengurus Nasdem

Regional
LIPI Minta Penemuan Ikan dan Air Sumur yang Mendidih Tidak Dikaitkan dengan Mistis

LIPI Minta Penemuan Ikan dan Air Sumur yang Mendidih Tidak Dikaitkan dengan Mistis

Regional
Balita Meninggal 5 Hari Setelah Divaksin MR, Dinkes Garut Turunkan Tim

Balita Meninggal 5 Hari Setelah Divaksin MR, Dinkes Garut Turunkan Tim

Regional
Santri yang Tewas di Sumsel Alami Kaki Patah dan Tempurung Kepala Retak

Santri yang Tewas di Sumsel Alami Kaki Patah dan Tempurung Kepala Retak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X