Kisah Sukses Agus Yusuf, Pelukis dengan Mulut dan Kaki, Bisa Pameran Keliling Dunia

Kompas.com - 26/06/2019, 09:49 WIB
Agus Yusuf, pelukis difabel asal Desa Sidomulyo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun yang melukis menggunakan mulut dan kakinya menunjukan karyanya lukisanya berupa foto presiden ketujuh RI, Joko Widodo. KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWI Agus Yusuf, pelukis difabel asal Desa Sidomulyo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun yang melukis menggunakan mulut dan kakinya menunjukan karyanya lukisanya berupa foto presiden ketujuh RI, Joko Widodo.


MADIUN, KOMPAS.com - Agus Yusuf (53) masih mengingat saat ia harus tertatih-tatih dengan keringat mengucur, karena berjalan tiga kilometer dengan satu kaki menuju bangku sekolah dasar empat puluh enam tahun silam.

Meski terlahir tanpa tangan, memiliki satu kaki, Agus tak pernah patah semangat menimba ilmu.

Tak hanya sekadar menimba ilmu, tekad kuat Agus untuk bisa bertahan menjadikannya sebagai sebagai salah satu seniman terhebat di nusantara.

Mengandalkan mulut dan kaki kirinya, Agus mampu menciptakan karya-karya lukisan yang luar biasa. Bahkan, lantaran keandalan melukisnya, Agus bisa pameran dan gratis keliling dunia.


Sore itu, menggunakan mulut dan kaki kirinya secara bergantian, Agus menuangkan goresan lukisan bunga mawarnya di kain kanvas.

Baca juga: Cerita Pelukis Pasar Baru, Tetap Goreskan Kuas meski Terseok-seok...

Untuk melukis dengan mulutnya, gigi pria paruh baya ini menggigit kuat kuas bergagang kayu. Kuas kayu yang sudah digigit lalu dicolekan ke bawah di tempat cat minyak.

Untuk mendapatkan warna yang diinginkan, ia mengombinasikan antara satu warna dengan warna lainnya.

Setelah warna cat minyaknya diperoleh sesuai keinginannya, moncong kuas mulai digerakkan dengan mulutnya, di kain kanvas. Kepalanya bergerak gemulai mengikuti sapuan kuas di atas kanvas.

Selesai menggores cat minyak, Agus terdiam sejenak mengamati hasil lukisannya. Tak berapa lama kemudian, Agus kembali mengarahkan kuas ke tempat cat lalu melanjutkan sapuan kuasnya ke kain kanvas.

Sejak kecil, Agus sudah terbiasa melukis dengan bantuan mulut dan satu kakinya lantaran ia terlahir tanpa tangan.

Meski demikian, sapuan cat minyak karya Agus tidak beda dengan pelukis-pelukis dengan anggota tubuh normal.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X