Karena Satu Kata Ini, Surat Revisi soal Pemakaian Seragam Muslim Diminta Diubah Lagi

Kompas.com - 25/06/2019, 13:11 WIB
Perwakilan ORI DIY Melakukan Pertemuan dengan Kepala Sekolah Dasar Karangtengah III Selasa (25/6/2019) KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Perwakilan ORI DIY Melakukan Pertemuan dengan Kepala Sekolah Dasar Karangtengah III Selasa (25/6/2019)


YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY mendatangi SD Karangtengah III, Wonosari, Gunungkidul, terkait keluarnya surat edaran penggunaan seragam sekolah negeri wajib berpakaian Muslim.

ORI meminta surat revisi untuk dipertimbangkan diubah lagi.

Koordinator Bidang Pemeriksaan Verifikasi Laporan ORI Perwakilan DIY Jaka Susila Wahyuana menyampaikan, pihaknya mendatangi SD Karangtengah III untuk mengklarifikasi tiga poin di antaranya meminta penjelasan mengenai kewajiban penggunaan seragam Muslim bagi seluruh siswanya.

Baca juga: SD Negeri di Gunung Kidul Ini Wajibkan Siswa Kenakan Seragam Muslim

 

Dari hasil pertemuan dengan kepala sekolah diketahui jika hal itu didasari hasil koordinasi dengan orangtua siswa, dan orangtua siswa diklaim tidak keberatan karena semua beragama Muslim.

Selain itu, dasarnya Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 tentang Pemakaian Seragam Sekolah. Di sana diatur sekolah diberikan kewenangan untuk mengatur seragam sekolah.

Ombudsman mendapatkan informasi surat edaran sudah direvisi. Di dalamnya kata ‘wajib’ kemudian diganti dengan kata ‘dianjurkan’.

Namun, hal ini dinilai masih belum tepat. Jaka mengatakan, kata yang pas seharunya ‘dapat’.

"Kami juga memberikan masukan untuk dipertimbangkan lagi untuk direvisi ulang lagi penggunaan kata 'dapat'. Kalau kata dapat itu kata pilihan opsi, bagi siswa yang menggunakan dapat menggunakan. Yang tidak menggunakan, tidak menggunakan," ucap dia. 

Baca juga: Kata Kepala Sekolah soal Diterbitkannya Surat Edaran Wajib Pakaian Muslim

Jaka mengatakan, jika kata tersebut tidak direvisi, dikhawatirkan akan menjadi polemik. "Saya sampaikan ke bu kepala sekolah untuk direvisi lagi," ujar dia.

Kepala Sekolah SDN Karangtengah III, Pujiastuti mengatakan, siap untuk merivisi. Namun, dia tetap akan menunggu Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul.

“Kami siap revisi kembali. Demi kebaikan,” ujar dia.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Karawang, Kota Bekasi dan Cirebon Jadi Zona Merah Covid-19

Kabupaten Karawang, Kota Bekasi dan Cirebon Jadi Zona Merah Covid-19

Regional
Lagi, Polisi Tangkap 2 Tersangka Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Lagi, Polisi Tangkap 2 Tersangka Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Regional
Kronologi Bus Sugeng Rahayu Alami Kecelakaan di Ngawi

Kronologi Bus Sugeng Rahayu Alami Kecelakaan di Ngawi

Regional
Belasan Kantor di Denpasar Jadi Klaster Penularan Covid-19

Belasan Kantor di Denpasar Jadi Klaster Penularan Covid-19

Regional
6 Bulan Tutup, KA Rute Kertapati-Lubuklinggau PP Kembali Beroperasi

6 Bulan Tutup, KA Rute Kertapati-Lubuklinggau PP Kembali Beroperasi

Regional
Cabuli Gadis yang Ditilang, Oknum Polisi Lalu Lintas Terancam Dipecat

Cabuli Gadis yang Ditilang, Oknum Polisi Lalu Lintas Terancam Dipecat

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 21 September 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 21 September 2020

Regional
Penembakan Pendeta Yeremia Zanambani hingga Desakan Membentuk Tim Investigasi

Penembakan Pendeta Yeremia Zanambani hingga Desakan Membentuk Tim Investigasi

Regional
PNS RSUD Bantaeng Ditangkap Saat Sedang Pesta Sabu

PNS RSUD Bantaeng Ditangkap Saat Sedang Pesta Sabu

Regional
Mantan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto Positif Covid-19

Mantan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto Positif Covid-19

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 21 September 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 21 September 2020

Regional
Sebelum Tabrak Polwan hingga Tewas, Wabup Yalimo Konsumsi 4 Botol Minuman Beralkohol

Sebelum Tabrak Polwan hingga Tewas, Wabup Yalimo Konsumsi 4 Botol Minuman Beralkohol

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 21 September 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 21 September 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 21 September 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 21 September 2020

Regional
Jelang Berakhirnya PSBB Banten, Operasi Yustisi Jaring 2.421 Pelanggar

Jelang Berakhirnya PSBB Banten, Operasi Yustisi Jaring 2.421 Pelanggar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X