Kata Kepala Sekolah soal Diterbitkannya Surat Edaran Wajib Pakaian Muslim

Kompas.com - 25/06/2019, 10:54 WIB
Kepala Sekolah SD Karangtengah III Pujiastuti saat ditemui di kantornya Selasa (25/6/2019) KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Kepala Sekolah SD Karangtengah III Pujiastuti saat ditemui di kantornya Selasa (25/6/2019)


YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Dasar pembuatan surat edaran penggunaan pakaian Muslim di SD Karangtengah III, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, disebabkan para siswa saat menjalankan ibadah shalat sering kesulitan. Apalagi, seluruh siswanya merupakan pemeluk agama Islam.

Kepala Sekolah SD Karangtengah III, Pujiastuti mengatakan, saat pelaksanaan shalat di sekolah, para siswa yang tidak menggunakan celana panjang seringkali kesulitan.

"Dalam forum pertemuan wali murid kami menyampaiakan bahwa kalau pas kegiatan shalat anak yang laki-laki itu pakai sarung kemudian yang kecil-kecil belum bisa pakai itu ribet itu," kata Pujiastuti, saat ditemui di kantornya, Selasa (25/6/2019).

Baca juga: SD Negeri di Gunung Kidul Ini Wajibkan Siswa Kenakan Seragam Muslim


Menurutnya, dalam pertemuan dengan wali murid tidak ada keberatan terkait surat edaran yang dikeluarkan pada 18 Juni 2019 lalu, yang mewajibkan penggunaan seragam Muslim.

Dari 127 siswa kelas II sampai IV, saat ini sebagian siswa sudah menggunakan pakaian Muslim, dan harapannya bisa secara bertahap, tidak langsung dilakukan penyeragaman.

"Suratnya dibuat kami guru dan karyawan," kata dia.

Revisi surat edaran

Pujiastuti mengaku, sudah membuat surat edaran yang baru agar tidak menimbulkan polemik.

Beberapa poin di antaranya tidak mewajibkan penggunaan pakaian Muslim. "Sudah kami ubah sejak semalam, hasil koordinasi dengan dinas (Disdikpora Gunungkidul)," kata dia.

Dalam ralat surat edaran yang dikeluarkan, lanjut Pujiastuti, dengan memperhatikan dan masukan, pihaknya mencabut surat edaran tertanggal 18 Juni 2019 yang mengatur tentang pemakaian seragam bagi peserta didik di SD Karang Tengah 3.

Selanjutnya, pemakaian seragam diatur sebagai berikut. Poin pertama, tahun ajaran 2019/2020, peserta didik baru kelas satu yang beragama Islam dianjurkan menggunakan seragam dengan pakaian Muslim.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X