Panggil Orangtua Siswa dengan Alamat Sama di PPDB, Disdik Sarankan Pindah Jalur Prestasi

Kompas.com - 21/06/2019, 08:18 WIB
Ilustrasi PPDB 2019 Jawa Barat Laman resmi PPDB Jawa BaratIlustrasi PPDB 2019 Jawa Barat

BANDUNG, KOMPAS.com – Sejumlah orangtua dipanggil Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat. Mereka dipanggil karena menggunakan alamat sama dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019.

“Jangan dong (didiskualifikasi), karena anak-anak harus dilindungi. Ada hak anak, mereka harus sekolah,” ujar Kepala Disdik Jabar, Dewi Sartika, saat dihubungi Kompas.com melalui saluran telepon, Jumat (21/6/2019).

Baca juga: Disdik Jabar Catat 5 Poin Permendikbud PPDB yang Tidak Sesuai Kondisi Daerah

Untuk melindungi anak-anak itu pula, pihaknya melarang orangtua yang dipanggil membawa anaknya saat dipanggil Disdik.

“Kita lindungi, anaknya tidak boleh hadir,” ucapnya.

Saat dipanggil, pihaknya menyarankan orangtua mengambil jalur prestasi, bukan zonasi. Namun jika nilai anaknya kurang bagus, Disdik menyarankan untuk sekolah ke swasta.

Yang terpenting, sambung Dewi, kejadian ini tidak mengorbankan anak. Bagaimanapun anak tetap harus sekolah.

Mengenai jumlah orangtua yang memenuhi panggilan Disdik, Dewi mengaku belum mendapatkan laporan.

“Kemarin saya ke Depok, Bekasi, dan Bogor sampai jam 11 malam. Baru akan dirapatkan hari ini tentang isu-isu terbaru,” ungkapnya.

Baca juga: Pemprov Jabar Akan Tindak Tegas KK Bodong PPDB 2019 ke Ranah Pidana

Berita sebelumnya, Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) menerima laporan kejanggalan dan kecurangan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dari warga maupun para guru.

Salah satu laporan yang diterima adalah adanya 8 siswa yang mendaftar ke SMA 3 dan SMA 5 Bandung dengan menggunakan alamat yang sama.

Dalam data PPDB Online Jabar, ke delapan siswa tersebut berasal dari SMP yang berbeda. Namun, mereka mencantumkan alamat yang sama. Sedangkan panitia PPDB mencantumkan alamat sesuai kartu keluarga (KK).

Hasil penelusuran Tim Investigasi Domisili PPDB Rabu (19/6/2019), ditemukan 10 KKepala Keluarga (KK) bermasalah.Disdik pun akhirnya memanggil orangtua yang menggunakan alamat KK tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kecelakaan Maut di Jalintim Palembang-Ogan Ilir, Ayah dan Anak Tewas di TKP

Kecelakaan Maut di Jalintim Palembang-Ogan Ilir, Ayah dan Anak Tewas di TKP

Regional
Motor Tabrak Truk, Ibu dan Dua Anak yang Dibonceng di Depannya Tewas

Motor Tabrak Truk, Ibu dan Dua Anak yang Dibonceng di Depannya Tewas

Regional
Sejumlah Kiai Sepuh di Semarang Kecewa, Diundang Diskusi Covid-19 Malah Dicatut Dukung Paslon

Sejumlah Kiai Sepuh di Semarang Kecewa, Diundang Diskusi Covid-19 Malah Dicatut Dukung Paslon

Regional
Gubernur Riau Beri Smartphone untuk Anak yang Viral Bikin Konten Pakai Masker

Gubernur Riau Beri Smartphone untuk Anak yang Viral Bikin Konten Pakai Masker

Regional
Kasus Covid-19 Bertambah, Pemkab Bener Meriah Tutup 17 Sekolah

Kasus Covid-19 Bertambah, Pemkab Bener Meriah Tutup 17 Sekolah

Regional
Mudik dari Palembang Lalu Pergi ke Solo, Pria Ini Terpapar Corona

Mudik dari Palembang Lalu Pergi ke Solo, Pria Ini Terpapar Corona

Regional
Isolasi Mandiri Ketat Warga dari Luar Kota, Toraja Utara Kini Hampir Nol Kasus Covid-19

Isolasi Mandiri Ketat Warga dari Luar Kota, Toraja Utara Kini Hampir Nol Kasus Covid-19

Regional
Viral Lomba Voli Timbulkan Kerumunan dan Dibubarkan Polisi, Panitia Kembalikan Uang Tiket Penonton

Viral Lomba Voli Timbulkan Kerumunan dan Dibubarkan Polisi, Panitia Kembalikan Uang Tiket Penonton

Regional
Tekan Jumlah Kematian akibat Covid-19, Dinkes NTB 'Screening' Lansia

Tekan Jumlah Kematian akibat Covid-19, Dinkes NTB "Screening" Lansia

Regional
Pameran Seni Rupa 'Sugih Ora Nyimpen', Gambarkan Sosok Mendiang Jakob Oetama

Pameran Seni Rupa "Sugih Ora Nyimpen", Gambarkan Sosok Mendiang Jakob Oetama

Regional
Putra Wali Kota Jambi Meninggal akibat Covid-19, Kegiatan yang Langgar Protokol Kesehatan akan Dibubarkan

Putra Wali Kota Jambi Meninggal akibat Covid-19, Kegiatan yang Langgar Protokol Kesehatan akan Dibubarkan

Regional
Puluhan Vila di Puncak Bogor Disegel karena Nekat Disewakan Saat PSBB

Puluhan Vila di Puncak Bogor Disegel karena Nekat Disewakan Saat PSBB

Regional
12 Tenaga Medis RSUD Jambi Positif Covid-19, Layanan ICU hingga Radiologi Ditutup

12 Tenaga Medis RSUD Jambi Positif Covid-19, Layanan ICU hingga Radiologi Ditutup

Regional
Berkumpul hingga Larut Malam, Ratusan PSK di Babel Digiring ke Kantor Polisi

Berkumpul hingga Larut Malam, Ratusan PSK di Babel Digiring ke Kantor Polisi

Regional
Kampanye di Tengah Pandemi, Paslon Penantang Petahana di Malang Maksimalkan Platform Digital

Kampanye di Tengah Pandemi, Paslon Penantang Petahana di Malang Maksimalkan Platform Digital

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X