Kompas.com - 19/06/2019, 16:51 WIB
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah saat diwawancara di kantor Gubernur Sulsel, Selasa (7/5/2019). Kompas.com/HIMAWAN Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah saat diwawancara di kantor Gubernur Sulsel, Selasa (7/5/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengingatkan pemerintah daerah untuk berhati-hati dalam mengurus aset milik daerah, karena sedang menjadi fokus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait area merah atau area rawan korupsi.

Tjahjo menyebut area rawan merah atau area rawan korupsi di antaranya Provinsi Papua, Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Kalimantan Selatan (Kalsel).

Daerahnya disebut area rawan merah merah atau area rawan korupsi, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah membantahnya.

Menurut Nurdin yang dikonfirmasi lewat telepon, Rabu (19/6/2019), zona merah dalam artian bukan korupsi. Tetapi terkait aset daerah dan bukan korupsi.

“Kita sudah dapat suratnya kok dari KPK dan Mendagri. Jadi zona merah itu bukan dalam artian korupsi,” bantahnya.

Baca juga: Kemendagri Akui Terus Ingatkan Kepala Daerah soal 7 Area Rawan Korupsi

Nurdin mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Sulsel telah melakukan koordinasi dan supervisi (korsup) dengan KPK terkait aset daerah. Saat ini, pihaknya juga tengah korsup dengan KPK terkait pendapatan daerah dan pencegahan kebocoran anggaran termasuk soal perizinan.

“Jadi korsupnya itu terkait aset daerah, pendapatan, pencegahan kebocoran dan terkait perizinan dengan KPK yang menjadi perhatian dari Pemerintah Provinsi Sulsel. Kita juga terus berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan juga sebagai pengacara negara,” katanya.

Saat ditanya berapa aset daerah yang rawan direbut oleh secara perorangan, Nurdin mengaku banyak. Namun, ia menyebutkan ada 48 item aset negara yang telah diserahkan laporannya ke KPK.

“Ada 48 item aset daerah yang berupa lahan dan bangunan yang rawan diserobot. Di antaranya Stadion Mattoanging, gedung KONI, gedung PWI dan lainnya. Semuanya berupa tahan dan bangunan,” bebernya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengingatkan pemerintah daerah untuk berhati-hati dalam mengurus aset milik daerah. Sebab, ada sejumlah provinsi yang sedang menjadi fokus KPK terkait area merah atau rawan korupsi.

Baca juga: KPK Bahas Area Rawan Korupsi Bersama Tiga Kepala Daerah Baru

Pernyataan ini disampaikan Tjahjo di hadapan pejabat daerah yang diwakili oleh sekretaris daerah, DPRD dan ratusan pejabat pemda. Tjahjo menyebutkan di antaranya Provinsi Papua, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.

“Area merah itu Papua, Sulsel, Kalsel. Ini tolong harus kompak pemda dan DPRD khususnya menyangkut aset daerah itu akan jadi fokus KPK,” kata Tjahjo saat pembukaan kegiatan di Grand Paragon Hotel, Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (18/6/2019).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.