Kompas.com - 19/06/2019, 16:10 WIB

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Asap yang timbul dari kebakaran yang terjadi di tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Angsana, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, membuat warga sesak nafas dan merasakan mual-mual, Rabu (19/6/2019).

Abu Hasan, salah satu warga Desa Angsana mengaku, sudah mulai sesak nafas akibat asap yang menyebar ke beberapa wilayah di sekitar TPA. Sejak awal kebakaran, asap langsung membuat warga pusing dan mulai sesak nafas.

"Waktu di TPA tadi memang tidak terasa pusing dan sesak. Tetapi semakin lama, semakin terasa pusing dan mual-mual karena pengaruh asap," ujar Abu Hasan, Rabu.

Baca juga: 12 Ruko dan Kios Ludes Terbakar di Pasar Alahan Panjang, Diduga Akibat Arus Pendek

Abu khawatir, jika api tidak dapat dipadamkan dengan cepat, akan banyak warga yang terkena dampaknya dari asap sampah yang terbakar.

Abdur Rahman, warga Desa Angsana lainnya menyampaikan hal serupa.

Dia mengatakan, andaikan Dinas Lingkungan Hidup Pamekasan rutin menimbun setiap sampah yang diangkut ke TPA dengan tanah, maka akan sulit terjadi kebakaran.

Selama ini, sampah yang masuk ke TPA hanya ditumpuk dan jarang ditimbun tanah. Sehingga, sampahnya beterbangan ke luar TPA, terutama sampah plastik dan dedaunan. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pamekasan, Amin Jabir mengatakan, jika dilihat dari titik terjadinya kebakaran, dipastikan karena letupan api dari kebun jati yang dibakar oleh masyarakat.

Kebun jati masyarakat berada di sebelah timur TPA dan posisi awal sampai yang terbakar juga dari bagian timur TPA.

"Api pembakaran kebun jati itu yang merembet ke dalam TPA," kata Jabir di lokasi kebakaran.

Baca juga: Rumah dan Tabungan untuk Umrah Terbakar Habis, Kakek Ini Dapat Bantuan

Jabir menambahkan, ada faktor kelalaian dari petugas TPA. Sebab, andaikan petugas waspada dan selalu aktif mengontrol TPA, maka api dimungkinkan tidak sampai membesar dan bisa dipadamkan dengan cepat. Kenyataannya, api sudah terlanjur besar dan sulit untuk dipadamkan.

"Petugas Damkar dan BPBD kami libatkan semua. Tapi sudah banyak air dihabiskan, api belum mati karena unsur plastik dalam TPA cukup dominan," ujar Jabir.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.