Tersangka Kredit Fiktif 10 Miliar, Mantan Pegawai Bank BRI Surabaya Ditahan

Kompas.com - 19/06/2019, 10:53 WIB
Usai diperiksa di Kejari Surabaya, tersangka NLH ditahan di Rutan Kejati Jatim, Selasa (18/6/2019) sore KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALUsai diperiksa di Kejari Surabaya, tersangka NLH ditahan di Rutan Kejati Jatim, Selasa (18/6/2019) sore


SURABAYA, KOMPAS.com - NLH, mantan pegawai Bank BRI Surabaya ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Selasa (18/6/2019). Dia ditahan setelah ditetapkan tersangka dalam kasus kredit fiktif senilai Rp 10 miliar.

Usai diperiksa 7 jam lebih, NLH digiring menuju mobil tahanan dengan mengenakan rompi berwarna merah. Dia menutupi wajahnya dengan sebuah koran dari jepretan wartawan yang menunggunya sejak siang di Kantor Kejari Surabaya.

Baca juga: Kejaksaan Geledah BTN Tasikmalaya Terkait Dugaan Korupsi Kredit Fiktif Rp 6 Miliar

" Tersangka ditahan hingga 20 hari kedepan di Rutan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur untuk kepentingan penyidikan," kata Kepala Kejari Surabaya, Anton Delianto kepada wartawan, Selasa.

Selain menahan NLH yang sebelumnya menjabat sebagai Associate Account Officer di Bank BRI Cabang Surabaya, penyidik Kejari Surabaya juga menahan LKH, perempuan yang bertindak sebagai debitur atau pihak ketiga.

Kredit fiktif di Bank BRI Surabaya menurut Anton, diketahui pada periode 2016-2017. Saat itu, ada pemberian kredit modal kerja Ritel Max.Co kepada 9 debitur senilai Rp 10 milliar.

"Saat memproses kredit tersebut kedua tersangka yakni LH dan NLH bermufakat mendesain kredit fiktif," terang Anton.

Semua persyaratan kredit seperti identitas debitur, legalitas usaha debitur dibuat palsu, hingga agunan juga di-markup. Sementara, NLH yang memproses kredit tersebut seolah-olah bekerja secara profesional.

Baca juga: Modus Kredit Fiktif, 2 Perusahaan Pelat Merah Terbukti Selewengkan Uang Negara

 

"Padahal bertentangan dengan pedoman pelaksanaan kredit ritel BRI dan menimbulkan kerugian negara," ujar dia.

Kedua tersangka disebut melanggar Pasal 2 Ayat 1, Pasal 3, jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Sopir Ambulans Curi Masker Stok Puskesmas dan Dijual Rp 5 Juta Per Dus

Kronologi Sopir Ambulans Curi Masker Stok Puskesmas dan Dijual Rp 5 Juta Per Dus

Regional
Driver Ojol 59 Tahun Tertipu Antarkan Purwokerto-Solo, Penumpang Hanya Tinggalkan Sandal

Driver Ojol 59 Tahun Tertipu Antarkan Purwokerto-Solo, Penumpang Hanya Tinggalkan Sandal

Regional
Hasil Rapid Test, Seorang Dokter di Batang Terindikasi Positif Corona

Hasil Rapid Test, Seorang Dokter di Batang Terindikasi Positif Corona

Regional
Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Regional
Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Regional
Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Regional
Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Regional
Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Regional
Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Regional
Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Regional
Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Regional
Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Regional
Hilang Saat Longsor di Tanah Datar, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Berhimpitan

Hilang Saat Longsor di Tanah Datar, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Berhimpitan

Regional
Cabuli Siswi SD dan Antarkan Pulang, Pelaku Terjatuh Kaget Lihat Ibu Korban Menunggu di Halaman

Cabuli Siswi SD dan Antarkan Pulang, Pelaku Terjatuh Kaget Lihat Ibu Korban Menunggu di Halaman

Regional
Ramai-ramai Pejabat dan Dewan Kota Bengkulu Sumbang Gaji Perangi Covid-19

Ramai-ramai Pejabat dan Dewan Kota Bengkulu Sumbang Gaji Perangi Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X