Satu Pendaftar Bawa 100 Berkas, PPDB SMAN 2 Kota Tasik Kewalahan

Kompas.com - 18/06/2019, 11:36 WIB
Antrean pendaftar masih terjadi saat penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMAN 2 Kota Tasikmalaya, Selasa (18/6/2019). KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHAAntrean pendaftar masih terjadi saat penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMAN 2 Kota Tasikmalaya, Selasa (18/6/2019).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN 2 Kota Tasikmalaya, sedikit kewalahan karena membludaknya antrian orang tua yang mendaftarkan anaknya, sejak Senin (17/6/2019) sampai hari kedua Selasa (18/6/2019).

Meski nomor antrian dibatasi hanya160 orang, tapi satu pemegang nomor antrean bisa membawa dan menyerahkan 100 berkas calon anak didik yang akan didaftarkan.

Hal tersebut membuat penerimaan berkas terjadi hingga malam hari, meski sesuai batas antrean yang telah ditetapkan sebelumnya.

"Kepada semua orang tua siswa jangan khawatir, kami membuka penerimaan berkas PPDB sampai dengan tanggal 22 Juni 2019. Kemarin hari pertama dan hari ini hari kedua," jelas Humas SMAN 2 Kota Tasikmalaya, Iis Rahmi, Selasa pagi

Baca juga: Ganjar Usulkan Zonasi Khusus PPDB untuk Anak Berprestasi di Jawa Tengah

SMAN 2 Tasikmalaya sendiri saat ini merupakan salah satu sekolah favorit di Kota Tasikmalaya.

Iis menambahkan, pembatasan antrian tersebut sesuai dengan batas kemampuan panitia melayani pendaftaran setiap harinya. Pada hari pertama, pihaknya sudah menerima lebih dari 500 berkas pendaftar dari jumlah antrean sebanyak 160 pendaftar per harinya.

"Hari ini pun antrian sudah habis dan terlihat saat ini pendaftar mengantri panjang juga seperti hari pertama kemarin," tambah Iis.

Pihaknya meminta kepada pendaftar untuk tenang, apalagi untuk yang masuk wilayah zonasi. Menurutnya, sekolahnya menerima pendaftaran calon siswa sesuai prioritas yaitu 90 persen sistem zonasi, 5 persen jalur prestasi, dan 5 persen jalur pindahan ikut domisili orang tua.

Baca juga: Penetapan Titik Koordinat Rumah Siswa Bikin Lama Verifikasi Berkas PPDB

Namun, tetap saja ada satu orang pendaftar yang membawa berkas secara kolektif. Sehingga penerimaan berkas pendaftaran tentunya akan melebihi nomor antrean yang sudah ditetapkan.

"Masih ada waktu hingga Sabtu depan. Bagi yang mendaftar dari lokasi yang dekat, sebaiknya tidak perlu mendaftar di waktu awal karena yang terdekat sesuai zonasi menjadi prioritas," tambahnya.

Pihak sekolah juga membantah isu yang beredar kalau pendaftar pertama akan menjadi prioritas.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pulang Dari China, Seorang Warga Jambi Diduga Terjangkit Virus Corona

Pulang Dari China, Seorang Warga Jambi Diduga Terjangkit Virus Corona

Regional
Dikeroyok Warga hingga Tewas Setelah Dituduh Curi Helm, Polisi Sebut Ada Pidana Baru

Dikeroyok Warga hingga Tewas Setelah Dituduh Curi Helm, Polisi Sebut Ada Pidana Baru

Regional
Mengungkap Fakta Pelajar SMA Hilang dan Ditemukan Jadi Tengkorak, Dibunuh Sopir Angkot hingga Dibuang ke Sungai

Mengungkap Fakta Pelajar SMA Hilang dan Ditemukan Jadi Tengkorak, Dibunuh Sopir Angkot hingga Dibuang ke Sungai

Regional
Pria Setubuhi Dua Putri Kandung Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Pria Setubuhi Dua Putri Kandung Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Regional
Cerita di Balik Sukiyah, Hidup Seorang Diri dengan Berteman Gelap hingga Rambut Jadi Sarang Tikus

Cerita di Balik Sukiyah, Hidup Seorang Diri dengan Berteman Gelap hingga Rambut Jadi Sarang Tikus

Regional
Duduk Perkara Pembunuhan Pelajar SMA yang Hilang Ditemukan Jadi Tenggorak

Duduk Perkara Pembunuhan Pelajar SMA yang Hilang Ditemukan Jadi Tenggorak

Regional
Pipa PDAM Malang Pecah, Emil: Pemprov Jatim Bantu Pemkot Malang Upayakan Perbaikan

Pipa PDAM Malang Pecah, Emil: Pemprov Jatim Bantu Pemkot Malang Upayakan Perbaikan

Regional
Kisah Ardian, Mantan Pencuri Beras yang Kini Jadi Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus

Kisah Ardian, Mantan Pencuri Beras yang Kini Jadi Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus

Regional
Fakta Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Selat Malaka, 9 Penumpang Belum Ditemukan hingga Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Fakta Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Selat Malaka, 9 Penumpang Belum Ditemukan hingga Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kisah Sukiyah, Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus | Pembunuhan Pelajar SMA di Bengkulu

[POPULER NUSANTARA] Kisah Sukiyah, Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus | Pembunuhan Pelajar SMA di Bengkulu

Regional
Atap Ruko Roboh Timpa 4 Anak, 1 Tewas di Tempat, 1 Kritis

Atap Ruko Roboh Timpa 4 Anak, 1 Tewas di Tempat, 1 Kritis

Regional
Bertemu Sukiyah yang Miliki Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus Paling Menggetarkan Hati Ardian

Bertemu Sukiyah yang Miliki Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus Paling Menggetarkan Hati Ardian

Regional
KM Wingston Tenggelam di Perairan Kualatanjung, Sumut, 8 Orang Selamat, 3 Hilang

KM Wingston Tenggelam di Perairan Kualatanjung, Sumut, 8 Orang Selamat, 3 Hilang

Regional
Sosok Ardian, Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus: Mantan Residivis Keluar Masuk Penjara

Sosok Ardian, Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus: Mantan Residivis Keluar Masuk Penjara

Regional
Dipaksa Bersetubuh oleh Ayah Kandung, Korban Alami Gangguan Kejiwaan

Dipaksa Bersetubuh oleh Ayah Kandung, Korban Alami Gangguan Kejiwaan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X