5 Fakta KM Nusa Kenari Karam di NTT, Dinakhodai ABK hingga 5 Penumpang Hilang

Kompas.com - 17/06/2019, 14:25 WIB
Ilustrasi jenazah. Ilustrasi jenazah.

Menuru Silalahi, dalam pemeriksaan tersebut terungkap juga bahwa KM Nusa Kenari tak memiliki izin untuk berlayar.

Para ABK tidak melaporkan kegiatan berlayarnya ke kantor Syahbandar atau Adpel Kalabahi.

"Jadi, KM Nusa Kenari 02 ini berlayar tanpa izin berlayar dari syahbandar atau Adpel," kata Silalahi.

Terkait hal itu, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan lanjutan kasus tenggelamnya kapal KM Nusa Kenari 02.

Baca juga: KM Nusa Kenari yang Tenggelam Tak Kantongi Izin Berlayar

3. Korban sementara, lima orang hilang dan tiga meninggal dunia

Silalahi mengatakan, kapal itu mengangkut 52 orang, 48 di antaranya adalah penumpang. Sedangkan empat orang lainnya adalah nahkoda dan anak buah kapal.

"Jumlah penumpang selamat sebanyak 41 orang. Penumpang yang meninggal dua orang. Empat orang kru kapal selamat dan hanya mengalami luka ringan," ujar Silalahi.

Sedangkan lima orang penumpang yang hilang, masih dalam pencarian. Sementara itu, dua penumpang yang tewas yakni Maria Malaikosa (60), asal Mademang, Kecamatan Pureman.

Selanjutnya, penumpang yang kedua bernama Ati (30), warga Sibera, Desa Kiraman, Kecamatan Alor Selatan.

Sementara itu, menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang Emi Frizer, satu korban tewas ditemukan lagi. Total korban meninggal mencapai tiga orang.

Baca juga: 2 Penumpang KM Nusa Kenari yang Tewas Berhasil Diidentifikasi

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Regional
'Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah'

"Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah"

Regional
14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

Regional
Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Regional
Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai PN Tanjung Karang Terbakar

Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai PN Tanjung Karang Terbakar

Regional
Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Regional
Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Regional
Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Regional
Soal 'New Normal', Wali Kota Banjarmasin Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Soal "New Normal", Wali Kota Banjarmasin Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Regional
Juru Mudi Perahu yang Terbalik di Ogan Ilir Terancam Dipidana

Juru Mudi Perahu yang Terbalik di Ogan Ilir Terancam Dipidana

Regional
Seorang Anggota TNI Positif Covid-19, Baru Menyelesaikan Pendidikan di Ambon

Seorang Anggota TNI Positif Covid-19, Baru Menyelesaikan Pendidikan di Ambon

Regional
Seorang Dokter Cuit di Twitter Bobroknya Penanganan Corona di Surabaya, Ini Reaksi Pemkot

Seorang Dokter Cuit di Twitter Bobroknya Penanganan Corona di Surabaya, Ini Reaksi Pemkot

Regional
Jadi Korban Kawanan Begal, Pemilik Yacht Asal Australia Pencet Tanda Sinyal Kapal Karam, Ini Ceritanya

Jadi Korban Kawanan Begal, Pemilik Yacht Asal Australia Pencet Tanda Sinyal Kapal Karam, Ini Ceritanya

Regional
Tiga Bulan Usai Istrinya Meninggal, Petani Setubuhi Anak Kandung hingga Lahirkan Bayi

Tiga Bulan Usai Istrinya Meninggal, Petani Setubuhi Anak Kandung hingga Lahirkan Bayi

Regional
Ganjar Cek Kesiapan 'New Normal' Sarana Publik Meski Belum Dibuka

Ganjar Cek Kesiapan "New Normal" Sarana Publik Meski Belum Dibuka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X