Sinar Api Keluar dari Puncak Gunung Karangetang

Kompas.com - 12/06/2019, 18:08 WIB
Sinar api dari kawah Gunung Karangetang, Rabu (10/4/2019) malam. Dok. Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDMSinar api dari kawah Gunung Karangetang, Rabu (10/4/2019) malam.

MANADO, KOMPAS.com - Sinar api keluar dari puncak kawah Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, Rabu (12/6/2019).

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, sinar api keluar dari puncak kawah terjadi sebanyak dua kali.

Pertama, pada periode pengamatan, Selasa (11/6/2019) pukul 18.00-24.00 Wita. Kedua, Rabu (12/6/2019) pukul 00.00-06.00 Wita.

Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM, Hendra Gunawan menjelaskan, secara umum aktivitas kegempaan fase banyak masih berfluktuasi.


"Di kisaran lebih kurang lima kejadian per hari. Gempa ini berasosiasi dengan pergerakan magma ke dasar kawah," ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu.

Baca juga: Gunung Karangetang Keluarkan Guguran Lava dan Asap Setinggi 700 Meter

Meskipun jumlah per hari kecil, tapi secara akumulasi jumlahnya terbilang cukup banyak.

"Sehingga dampaknya bisa dilihat kemarin malam bila magmanya sudah mencapai dasar kawah, walaupun mungkin volumenya kecil," kata dia.

Baca juga: Dua Kawah Gunung Karangetang Mengeluarkan Sinar Api

Ia menambahkan, sampai saat ini tingkat aktivitas Gunung Karangetang masih level III atau siaga.

Warga dan pengunjung atau wisatawan diimbau agar tidak mendekat dan beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 2,5 kilometer dari puncak kawah dua dan kawah utama.

Serta di area perluasan sektoral dari kawah dua ke arah Barat Laut-Utara sejauh 4 kilometer, yaitu wilayah yang berada diantara Kali Batuare dan Kali Saboang.

Selain itu, warga di sekitar Gunung Karangetang dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman hujan lahar dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X