Dua Kawah Gunung Karangetang Mengeluarkan Sinar Api

Kompas.com - 10/04/2019, 10:28 WIB
Kepulan asap dari kawah Gunung Karangetang dari sisi utara, Kecamatan Siau Barat, Desember 2018 lalu. KOMPAS.com/SKIVO MARCELINO MANDEYKepulan asap dari kawah Gunung Karangetang dari sisi utara, Kecamatan Siau Barat, Desember 2018 lalu.

MANADO, KOMPAS.com - Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, mengeluarkan sinar api dari puncak kawah, Rabu (10/4/2019).

Pos Pengamatan Gunung Karangetang mencatat, secara visual sinar api keluar dari dua kawah, yakni kawah utama dan kawah dua.

"Sinar api keluar pukul 04.00 Wita. Tinggi lebih kurang 25 meter," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Karangetang, Didi Wahyudi P Binau, seperti dikutip dari rilis tertulis, Rabu.


Selain itu, lanjut dia, Gunung Karangetang juga mengeluarkan asap.

Baca juga: Lava Gunung Karangetang Mengarah ke Kali Batang dan Beha Barat

" Kawah utama mengeluarkan asap bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 100 meter di atas puncak kawah. Sedangkan, kawah dua mengeluarkan asap putih sedang hingga tebal, tinggi lebih kurang 150 meter," ujar Didi.

"Tingkat aktivitas Gunung Karangetang level III atau siaga," lanjut dia.

Ia menambahkan, rekomendasi terus disampaikan kepada warga, pengunjung atau wisatawan.

Di antaranya, warga dan pengunjung atau wisatawan agar tidak mendekati, melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 2,5 kilometer dari puncak kawah dua (kawah utara) dan kawah utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari kawah dua ke arah Barat Laut-Utara sejauh 4 kilometer, yakni wilayah yang berada di antara Kali Batuare dan Kali Saboang.

Baca juga: Terdampak Gunung Karangetang, Warga Batubulan Butuh Tambahan Genset

Warga di sekitar Gunung Karangetang dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang, agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X