Khatib yang Sampaikan Ceramah Politik Saat Shalat Id Minta Maaf

Kompas.com - 12/06/2019, 14:25 WIB
Shalat Idul Fitri di Kelurahan Depok Jaya, Selasa (4/6/2019). KOMPAS. com/CYNTHIA LOVAShalat Idul Fitri di Kelurahan Depok Jaya, Selasa (4/6/2019).

KLATEN, KOMPAS.com - Khatib yang menyampaikan ceramah tentang politik saat pelaksanaan shalat Idul Fitri 1440 H di Desa Gaden, Kecamatan Trucuk, Kecamatan Klaten, Jawa Tengah akhirnya meminta maaf dan membuat pernyataan penyesalan.

Hal tersebut disampaikan Camat Trucuk Bambang Haryoko saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (12/6/2019).

Bambang mengatakan, pascainsiden tersebut, pihaknya bersama unsur polres, kodim, muspika, polsek, koramil, jajaran camat, MUI, dan FKUB, telah memanggil khatib yang menyampaikan isi ceramah politik.

"Secara garis beras yang bersangkutan meminta maaf apa yang disampaikan kurang berkenan bagi masyarakat luas. Dia mengakui tidak begitu jeli dengan isi ceramah yang disampaikan dan sudah membuat surat pernyataan menyesal," terang Bambang, Selasa.

Baca juga: Viral, Jemaah Shalat Id Bubarkan Diri gara-gara Khatib Ceramah Politik

Menurut Bambang jamaah membubarkan diri setelah khatib menyampaikan soal politik di akhir ceramahnya. Salah satunya menyinggung soal ketidakadilan.

Dari pengakuan khatib, jelas Bambang, isi ceramah yang disampaikannya itu mengambil dari internet. Karena waktunya yang pendek khatib tidak melakukan koreksi isi ceramahnya.

Sehingga ceramah yang disampaikan membuat jamaah tidak berkenan dan membubarkan diri.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Klaten Syamsudin Asrofi mengimbau kepada para khatib untuk menyampaikan ceramahnya supaya bermanfaat kepada para jamaahnya.

Di samping itu juga melihat situasi dan kondisi masyarakat yang diberikan ceramah apakah masyarakat homogen atau hiterogen. Kalau jemaahnya heterogen tentu harus disampaikan hal-hal yang bisa diterima para jemaah.

"Kalau jemaahnya homogen tentu akan berbeda. Makanya dibutuhkan seorang khatib atau dai yang memiliki kearifan dan wawasan yang luas," ujarnya.

Baca juga: Datangi Balai Kota, Rhoma Irama Ingin Jadi Khatib Shalat Jumat

Diberitakan sebelumnya, jemaah shalat Idul Fitri 1440 Hijriah membubarkan diri setelah mendengar ceramah berisi tentang politik dari khatib viral di media sosial.

Video jemaah shalat Id membubarkan diri tersebut terjadi di Lapangan Desa Gaden, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (5/6/2019) lalu.

Hal tersebut diketahui setelah diunggah oleh pemilik akun Instagram @m.bahrunnajach pada lima hari lalu atau Jumat (7/6/2019).

Video tersebut telah dilihat sebanyak 67.117 kali dan mendapat 604 komentar. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebanyak 10.597 Warga Jabar Jalani Rapid Test, 409 Positif Corona

Sebanyak 10.597 Warga Jabar Jalani Rapid Test, 409 Positif Corona

Regional
581 Kasus DBD di Kabupaten Belu, 7 Penderita Meninggal

581 Kasus DBD di Kabupaten Belu, 7 Penderita Meninggal

Regional
Hasil Swab Anak dan Istri Manajer Perta Arun Gas Negatif Corona, Karyawan Lain Masih Diisolasi

Hasil Swab Anak dan Istri Manajer Perta Arun Gas Negatif Corona, Karyawan Lain Masih Diisolasi

Regional
Soal Penolakan Pemakaman Pasien Covid-19, Bupati Banyumas Minta Maaf

Soal Penolakan Pemakaman Pasien Covid-19, Bupati Banyumas Minta Maaf

Regional
Perkecil Penyebaran Corona, 1.362 Napi di Aceh Dibebaskan

Perkecil Penyebaran Corona, 1.362 Napi di Aceh Dibebaskan

Regional
Dua Warga Batang Positif Terinfeksi Virus Corona, Salah Satunya Dokter

Dua Warga Batang Positif Terinfeksi Virus Corona, Salah Satunya Dokter

Regional
Kabar Baik, Pasien 01 dan 02 Positif Corona di Kepri Dinyatakan Sembuh

Kabar Baik, Pasien 01 dan 02 Positif Corona di Kepri Dinyatakan Sembuh

Regional
68 TKI dari Singapura Tiba di Sumsel, Dikarantina di Wisma Atlet Jakabaring

68 TKI dari Singapura Tiba di Sumsel, Dikarantina di Wisma Atlet Jakabaring

Regional
Antar Napi Bebas, Kalapas Mojokerto: Jangan Keluyuran, Jangan Nongkrong di Warung Kopi

Antar Napi Bebas, Kalapas Mojokerto: Jangan Keluyuran, Jangan Nongkrong di Warung Kopi

Regional
Siswi SMK Dicabuli 7 Teman Sekolahnya, Otak Pelakunya Teman Dekat Korban dan Masih DPO

Siswi SMK Dicabuli 7 Teman Sekolahnya, Otak Pelakunya Teman Dekat Korban dan Masih DPO

Regional
Riwayat Pasien Positif Corona di Klaten, Bekerja di Jakarta, Diduga Tertular di Surabaya

Riwayat Pasien Positif Corona di Klaten, Bekerja di Jakarta, Diduga Tertular di Surabaya

Regional
Satu Lagi Pasien Positif Virus Corona di DIY Dinyatakan Sembuh

Satu Lagi Pasien Positif Virus Corona di DIY Dinyatakan Sembuh

Regional
Seorang Ibu Hamil Berstatus ODP Covid-19 Meninggal Saat Hendak Melahirkan

Seorang Ibu Hamil Berstatus ODP Covid-19 Meninggal Saat Hendak Melahirkan

Regional
Diduga Belum Bayar Uang Kuliah, Mahasiswi Ditemukan Tewas Bunuh Diri

Diduga Belum Bayar Uang Kuliah, Mahasiswi Ditemukan Tewas Bunuh Diri

Regional
Cerita Pasien Pertama di Malang yang Sembuh, Didukung Teman dan Tahu Positif Corona Setelah Pulang ke Rumah

Cerita Pasien Pertama di Malang yang Sembuh, Didukung Teman dan Tahu Positif Corona Setelah Pulang ke Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X