Kecelakaan Lalu Lintas, 16 Orang Meninggal Selama Mudik Lebaran di Riau

Kompas.com - 09/06/2019, 13:12 WIB
Kecelakaan lalu lintas. ShutterstockKecelakaan lalu lintas.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau mencatat sebanyak 24 kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama mudik lebaran 2019.

Dalam peristiwa itu, terdapat 16 orang meregang nyawa alias meninggal dunia.

"Berdasarkan annev (Analisa dan Evaluasi) hari kesepuluh Operasi Ketupat Muara Takus 2019, ada 24 kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah Riau," ucap Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (9/6/2019).

Baca juga: Jumlah Kecelakaan Lalu Lintas hingga 7 Juni 2019

Dari 24 kasus tersebut, kata dia, terdapat 16 orang meninggal dunia, luka berat 7 orang dan luka ringan 33 orang. Sedangkan kerugian materil ditaksir sekitar Rp 187.600.000.

Jika dibandingkan dengan tahun 2018, kasus kecelakaan lalu selama mudik Lebaran 2019 mengalami peningkatan.

"Untuk tahun 2018 terdapat 23 kasus. Meninggal dunia 8 orang, luka berat 22 dan luka ringan 12 orang. Kerugian materil ditaksir Rp 86.400.000," sebut Sunarto.

Baca juga: Pada H+1 Lebaran, Terjadi 25 Kecelakaan Lalu Lintas

Dia mengatakan, dalam kasus kecelakaan lalu lintas tersebut, mayoritas melibatkan kendaraan roda dua sebanyak 28 unit.

Kasus laka lantas ini banyak ditemukan di jalan lintas Riau-Sumatera Barat. Selain sepeda motor, juga melibatkan mobil pribadi dan mobil angkutan barang.

" Kecelakaan lalu lintas bisa diakibatkan karena kurang fokus dan kelelahan. Untuk itu, kita mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam mengendarai kendaraan bermotor. Jangan berkendara dalam kondisi kelelahan atau mengantuk," kata Sunarto mengimbau.

Baca juga: Antisipasi Kecelakaan Selama Lebaran, Basarnas Maumere Siaga SAR Khusus di Tempat Wisata

Berikut 10 Tips Dari Ditlantas Polda Riau Agar Terhindar Dari Kecelakaan

1. Pastikan lampu sign menyala sebelum dan saat mendahului.

2. Pastikan kecepatan dan kekuatan mesin cukup untuk mendahului .

3. Pastikan lajur kanan dalam keadaan aman, tidak ada kendaraan lain dari arah depan.

4. Jangan mendahului di tanjakan atau tikungan.

5. Hindari mendahului dari sisi sebelah kiri, jika tidak dalam keadaan darurat dan pastikan aman.

6. Bila kendaraan di depan menyalakan sign kanan, jangan mendahului karena itu tanda ada kendaraan didepan sehingga tidak aman bagi kendaraan dibelakang untuk mendahului.

7. Bunyikan klakson maksimal dua kali saat akan mendahului.

8. Cek kendaraan yang ada di belakang melalui kaca spion.

9. Pergunakan gigi lebih rendah, untuk mendapatkan tarikan akselerasi yang lebih cepat.

10. Jika saat mendahului tiba-tiba ada mobil dari arah berlawanan, tunda keinginan mendahului, kemudian kembalilah ke jalur semula dengan tenang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Terkini Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, 1 Rumah di Ciamis Rusak, Getaran Terasa hingga Banyumas

Fakta Terkini Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, 1 Rumah di Ciamis Rusak, Getaran Terasa hingga Banyumas

Regional
Bacok Istri dan Mertua karena Digugat Cerai, Residivis Pembunuhan Tewas Ditembak Polisi

Bacok Istri dan Mertua karena Digugat Cerai, Residivis Pembunuhan Tewas Ditembak Polisi

Regional
Tiga Perumahan di Kabupaten Bogor Terendam Banjir, 1.100 Jiwa Mengungsi

Tiga Perumahan di Kabupaten Bogor Terendam Banjir, 1.100 Jiwa Mengungsi

Regional
Akhir Perjalanan Perwira Polisi yang Jadi Kurir Sabu 16 Kilogram

Akhir Perjalanan Perwira Polisi yang Jadi Kurir Sabu 16 Kilogram

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Satu Rumah Warga di Ciamis Rusak

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Satu Rumah Warga di Ciamis Rusak

Regional
Wali Kota Tasikmalaya: Biarlah Saya Ditahan KPK, tapi...

Wali Kota Tasikmalaya: Biarlah Saya Ditahan KPK, tapi...

Regional
Diharapkan Ungguli Thailand, Sirkuit MotoGP Mandalika Incar 2 Hal Ini

Diharapkan Ungguli Thailand, Sirkuit MotoGP Mandalika Incar 2 Hal Ini

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Ini Penjelasan PVMBG

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Ini Penjelasan PVMBG

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Banyumas

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Banyumas

Regional
Gempa Pangandaran Magnitudo 5,9 Terasa hingga Sukabumi, Belum Ada Laporan Kerusakan

Gempa Pangandaran Magnitudo 5,9 Terasa hingga Sukabumi, Belum Ada Laporan Kerusakan

Regional
Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Regional
Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Regional
Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Regional
Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X