Pecalang dan Pemuda Tionghoa Dilibatkan untuk Pengamanan Salat Idul Fitri di Mataram

Kompas.com - 03/06/2019, 22:17 WIB
Masjid Hubbul Wathan Islamic Center. AntaranewsMasjid Hubbul Wathan Islamic Center.
Editor Rachmawati

MATARAM, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, akan melihatkan pemuda Tionghoa dan pecalang untuk pengamanan areal parkir Masjid Hubbul Wathan Islamic Center yang menjadi pusat pelaksanaan salat Idul Fitri 1440 Hijriah.

"Selain pengaman dari aparat kepolisian, panitia pelaksana shalat Idul Fitri juga akan melibatkan pemuda Tionghoa dan pecalang untuk pengamanan di areal parkir Masjid Hubbul Wathan Islamic Center (IC)," kata Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Lalu Martawang di Mataram, Senin (3/6/2019).

Masjid Hubbul Watha IC akan menjadi pusat pelaksanaan salat Idul Fitri untuk jajaran Pemerintah Provinsi NTB dan Kota Mataram serta warga masyarakat umum.

Baca juga: Diduga Pencuri Kotak Amal di Masjid, Pria Ini Bawa Senjata Api

Ia mengatakan, Wali Kota Mataram bersama Wakil Wali Kota Mataram serta keluarganya dan sejumlah jajaran pejabat Mataram akan melaksanakan salat Idul Fitri, bersama Gubernur NTB beserta jajarannya di Islamic Center.

Oleh karena itu, pemerintah kota telah mengerahkan tenaga-tenaga dari petugas terkait untuk melakukan pembersihan di seputar Islamic Center, termasuk di lapangan depan Kantor Imigrasi karena akan digunakan untuk lahan parkir.

Sementara untuk pengamanan dan pengaturan parkir di IC, pemerintah kota melibatkan pemuda Tionghoa dan para pecalang, sebab menurut rencana akan ada penutupan jalan depan Kejaksaan Tinggi Jalan Langko saat pelaksanana Idul Fitri akan diatur oleh pihak kepolisian.

"Dengan demikian, sepanjang jalan itu akan menjadi areal parkir, tetapi penuhi dulu areal parkir yang sudah disediakan barulah berjejer rapi di sepanjang jalan IC," katanya.

Baca juga: 5 Fakta Desain Masjid Al Safar Karya Ridwan Kamil yang Viral, Dituding Simbol Illuminati hingga Sita Perhatian Dunia

Diharapkan, dengan dilibatkannya pemuda Tionghoa dan para pecalang untuk pengamanan salat Idul Fitri, masyarakat yang  beribadah bisa bisa lebih khusyuk, aman, dan nyaman.

Dikatakan, berdasarkan kesepakatakan, imam yang akan mengimami salat Idul Fitri di IC adalah imam terakhir yang mengimami salat Tarawih di Islamic Center, sementara khatibnya ditetapkan sesuai dengan hasil rapat dengan provinsi.

"Prinsipnya tidak ada persoalan terkait dengan kegiatan shalat Id yang digabung dengan pemerintah provinsi," katanya.

Ditambahkan Martawang, dengan adanya penggabungan salat Idul Fitri di IC dengan pemerintah provinsi, maka tahun ini menjadi tahun ketiga pemerintah kota melaksanakan shalat bergabung dengan provinsi.

"Dengan adanya penggabungan ini, maka kegiatan salat Idul Fitri di Taman Bumi Gora Jalan Udayana ditiadakan," katanya.

 

Artikel ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul Pemuda Tionghoa-pecalang dilibatkan untuk pengamanan shalat Ied

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X