7 Fakta Kisah Wally Jadi WNI, 42 Tahun Tinggal di Papua hingga Dirikan 7 Sekolah

Kompas.com - 02/06/2019, 10:25 WIB
Walace Dean Wiley bersma istri dan salah seorang anaknya sedang berfoto bersama dengan delapan anak dari Kabupaten Intan Jaya pada 2008 di Kabupaten Jayapura dok pribadi Wallace Dean WileyWalace Dean Wiley bersma istri dan salah seorang anaknya sedang berfoto bersama dengan delapan anak dari Kabupaten Intan Jaya pada 2008 di Kabupaten Jayapura

KOMPAS.com - Wallace Dean Wiley (71) akhirnya mengucap janji untuk setia kepada Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada hari Kamis (23/5/2019) di Aula Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Papua.

Hal itu menjadi tanda dirinya tak lagi warga negara Amerika, tapi resmi menjadi warga negara Indonesia.

Selama 8 tahun Wally harus menunggu untuk menyandang WNI. Dirinya mengakui, hal itu tak lepas dari dukungan keluarga.

Saat ditanya alasan dirinya melepas kewarganegaraan Amerika, Wally pun menjawab singkat, cinta Papua dan Indonesia.

Berikut ini fakta lengkap sosok Wally:

1. Kepedulian Wally selama 42 tahun tinggal di Papua

Pilot pesawat perintis Manokwari - Teluk Bintuni, Papua Barat.Dok. MAPALA UI Pilot pesawat perintis Manokwari - Teluk Bintuni, Papua Barat.

Wally sudah 42 tahun tinggal di Kabupaten Jayapura dan selama 38 tahun berkecimpung di dunia penerbangan melalui MAF Aviation, sebuah perusahaan penerbangan perintis.

Dalam 4 tahun terakhir, pria kelahiran 5 April 1948 di Washington State, Washington DC, Amerika Serikat itu, mulai mengabdikan diri untuk pendidikan anak-anak Papua dengan mendirikan Yayasan Papua Harapan.

"Dulu saya kepala MAF. Saya frustasi karena kami tidak dapat seorang Papua sebagai pilot atau mekanik. Di situ saya mulai tanya kenapa kami gagal terus dan setelah saya kumpulkan banyak orang untuk bicarakan hal itu akhirnya kami putuskan bahwa itu sebetulnya dalam hal problem solving. Ambil keputusan dengan cepat dan benar dengan memikirkan sesuatu di sini tetapi bisa untuk memecahkan masalah di sana," ujar Wally kepada Kompas.com, Kamis (30/05/2019).

Baca Juga: 42 Tahun Tinggal di Papua dan Dirikan 7 Sekolah, Pria Asal Amerika Ini Resmi Jadi WNI

2. Membuka sekolah untuk anak-anak Papua

Sejumlah siswa SD Inpres Tiom pulang dari sekolahnya di Kabupaten Lanny Jaya, Papua.  KOMPAS/ICHWAN SUSANTO Sejumlah siswa SD Inpres Tiom pulang dari sekolahnya di Kabupaten Lanny Jaya, Papua.

Bersama dua rekannya, Johannes Oentoro dan James Riyadi, Wally mendirikan Yayasan pelita Harapan.

Johannes Oentoro dan James Riyadi disebut Wally berperan penting bagi dirinya ketika membuat keputusan untuk mendirikan sekolah berkualitas di Papua.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puluhan Siswa Dihukum Makan Kotoran Manusia, Orangtua Minta Pelaku Dipecat dari Sekolah

Puluhan Siswa Dihukum Makan Kotoran Manusia, Orangtua Minta Pelaku Dipecat dari Sekolah

Regional
Enam Pokja Dibentuk untuk Percepatan Pemekaran Provinsi Papua Selatan

Enam Pokja Dibentuk untuk Percepatan Pemekaran Provinsi Papua Selatan

Regional
Bocah 7 Tahun Jadi Korban ke Delapan DBD di Sikka

Bocah 7 Tahun Jadi Korban ke Delapan DBD di Sikka

Regional
Warga Jepang yang Positif Virus Corona Pernah Menginap di Denpasar

Warga Jepang yang Positif Virus Corona Pernah Menginap di Denpasar

Regional
Gara-gara Uang Parkir, Seorang Juru Parkir di Tempat Hiburan Tewas Ditusuk Pengunjung

Gara-gara Uang Parkir, Seorang Juru Parkir di Tempat Hiburan Tewas Ditusuk Pengunjung

Regional
2 Pasien yang Sempat Diisolasi di RSHS Bandung Belum Lewati Masa Inkubasi

2 Pasien yang Sempat Diisolasi di RSHS Bandung Belum Lewati Masa Inkubasi

Regional
Menahan Tangis, Pembina Pramuka Minta Maaf, Akui Lalai hingga 10 Siswa Tewas Saat Susur Sungai

Menahan Tangis, Pembina Pramuka Minta Maaf, Akui Lalai hingga 10 Siswa Tewas Saat Susur Sungai

Regional
Marak Kecurangan Dana Desa di Maluku, Polisi Diminta Lebih Mengawasi

Marak Kecurangan Dana Desa di Maluku, Polisi Diminta Lebih Mengawasi

Regional
Kepsek Cabuli Siswinya, Korban Mengaku Diancam dengan Foto Bugil

Kepsek Cabuli Siswinya, Korban Mengaku Diancam dengan Foto Bugil

Regional
Trigana Air Tergelincir, 17 Penerbangan di Bandara Sentani Tertunda

Trigana Air Tergelincir, 17 Penerbangan di Bandara Sentani Tertunda

Regional
77 Siswa di NTT Dihukum Makan Kotoran Manusia

77 Siswa di NTT Dihukum Makan Kotoran Manusia

Regional
30 Desa di Karawang Terendam Banjir, 9.514 Warga Mengungsi

30 Desa di Karawang Terendam Banjir, 9.514 Warga Mengungsi

Regional
Satu Pembina Pramuka Bersertifikat Tinggalkan 249 Siswa Saat Susur Sungai, Ini Alasannya

Satu Pembina Pramuka Bersertifikat Tinggalkan 249 Siswa Saat Susur Sungai, Ini Alasannya

Regional
3 Tersangka yang Miliki Ide Susur Sungai Sempor yang Tewaskan 10 Siswa Malah Tak Ikut Kegiatan

3 Tersangka yang Miliki Ide Susur Sungai Sempor yang Tewaskan 10 Siswa Malah Tak Ikut Kegiatan

Regional
Tempat Karaoke Paradiso di Cilacap Terbakar, Kerugian Capai Rp 1,2 M

Tempat Karaoke Paradiso di Cilacap Terbakar, Kerugian Capai Rp 1,2 M

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X