Kompas.com - 31/05/2019, 11:16 WIB
Ketua organisasj pemilik delman di Kecamatan Tarogong Kidul secara simbolis menerima uang kompensasi dari perwakilan Dinas Perhubungan, jumat (31/05/2019) Kompas.com/ARI MAULANA KARANGKetua organisasj pemilik delman di Kecamatan Tarogong Kidul secara simbolis menerima uang kompensasi dari perwakilan Dinas Perhubungan, jumat (31/05/2019)

GARUT, KOMPAS.com – Terhitung mulai tanggal 1 hingga 9 juni, moda transportasi delman yang biasa beroperasi di enam kecamatan di Garut, yaitu Kecamatan Limbangan, Malangbong, Kadungora, Leles, Tarogong Kidul dan Tarogong Kaler, tidak boleh lagi beroperasi di ruas jalan provinsi dan nasional.

Sedikitnya, ada 603 unit delman yang beroperasi di enam kecamatan tersebut, tiap delman, mendapatkan kompensasi dari Pemkab Garut untuk tidak beroperasi di jalur mudik sebesar Rp 75.000 per hari.

“Sanksinya berat jika melanggar, delman bisa ditahan dan uang kompensasi akan ditarik,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Suherman, di kantor Kelurahan Sukagallih saat menyerahkan kompensasi bagi pemilik delman di Kecamatan Tarogong Kidul, Jumat (31/5/2019).

Baca juga: Ridwan Kamil Perintahkan Pemda Tertibkan Pasar Tumpah dan Delman Saat Arus Mudik

Suherman mengingatkan, ada beberapa CCTV telah dipasang di ruas jalan nasional dan provinsi yang jadi jalur mudik di Garut.

Selain untuk memantau arus lalu lintas, pihaknya bisa memantau aktivitas delman dari CCTV jika ada yang melanggar.

Penghentian operasi kendaraan delman di ruas jalur mudik, menurut Suherman akan efektif berlaku mulai tangal 1 hingga 9 juni.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diharapkan, dengan dihentikannya operasi delman di jalur mudik, paling tidak ada kontribusi agar tidak menjadi isu delman jadi penyebab kemacetan.

Di Kecamatan Tarogong Kidul sendiri, ada sekitar 54 unit delman yang mendapatkan kompensasi.

Sementara, di Tarogong Kaler ada 250 unit delman, 80 unit delman di Limbangan, 18 unit di Malangbong, 175 unit di Kadungora dan 45 unit delman di Leles.

“Program ini sudah berjalan empat kali, di Tarogong Kidul sendiri sampai saat ini terbilang bagus (semua ikuti aturan),” ujar Suherman.

Baca juga: 6 Pasang Kepala Daerah Terpilih di Jabar Bakal Konvoi Naik Delman

Sebelumnya, Suherman menegaskan, pemberian kompensasi bagi delman sendiri, dihitung berdasarkan unit delman, bukan pada operatornya.

Karena, jika dihitung berdasarkan operatornya, jumlahnya pasti bisa membengkak.

“Satu delman kan yang narik bisa lebih dari dua, makanya kami kasih kompensasinya berdasarkan jumlah delmannya, bukan jumlah penarik delmannya,” ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.