Catat, Kawasan Rawan Macet hingga Longsor di Jalur Lintas Barat Riau-Sumbar

Kompas.com - 30/05/2019, 08:10 WIB
Ilustrasi macet. AutoevolutionIlustrasi macet.

PEKANBARU,KOMPAS.com - Polres Kampar mengeluarkan imbauan dan informasi terkait kondisi dan arus lalu lintas di jalur lintas barat Sumatera yang menghubungkan Provinsi Riau dengan Sumatera Barat.

Para pemudik diminta mewaspadai kawasan rawan kemacetan karena pasar tumpah, perbaikan jalan hingga kawasan rawan longsor.

Arus lalu lintas di jalur mudik ini diperkirakan meningkat. Polisi pun bersiap melakukan pengamanan sejak dimulainya Operasi Ketupat Muara Takus 2019 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1440 H.

Kasat Lantas Polres Kampar AKP Fauzi, mengatakan, ada tujuh titik rawan macet yang perlu diwaspadai pemudik saat melintas di jalur lintas barat.


Kasat Lantas Polres Kampar, AKP Fauzi saat melakukan pengaturan dikawasan jalur lintas barat sumatera yang menghubungkan Riau-SumbarKOMPAS.com/ CITRA INDRIANI Kasat Lantas Polres Kampar, AKP Fauzi saat melakukan pengaturan dikawasan jalur lintas barat sumatera yang menghubungkan Riau-Sumbar
"Mulai dari Batas Kota Pekanbaru hingga Perbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat," kata Fauzi, Rabu (29/5/2019).

Berikut tujuh titik rawan macet itu:

  • Pertama, kawasan KM 16 yang merupakan batas Kota Pekanbaru dengan Kecamatan Tambang, Kampar. Di kawasan ini terdapat semenisasi jalan yang belum selesai sehingga berpotensi menyebabkan kemacetan.

  • Kedua, pemudik juga akan melewati Pasar Danau Bingkuang di Kecamatan Tambang, terutama hari pasar setiap Rabu. Kemacetan sering terjadi di sekitar lokasi pasar karena banyaknya kendaraan angkutan barang dan orang serta masyarakat yang melintas. Selain itu, para pedagang yang sering berjualan hingga ke pinggir jalan juga menjadi penyebab kemacetan.

  • Ketiga, kawasan Pasar Kampar di Kecamatan Kampa. Kemacetan biasa terjadi pada hari Minggu yang merupakan hari pasar. Kondisinya hampir sama dengan Pasar Danau Bingkuang. Akan tetapi, biasanya kondisi kemacetan parah disebabkan penyempitan badan jalan pada jembatan yang terdapat lokasi pasar.

  • Keempat, pada setiap hari Sabtu yang merupakan aktivitas Pasar Air Tiris di Kecamatan Kampar. Kemacetan di kawasan ini sering terjadi di sekitar jalan masuk dan keluar pasar karena kendaraan warga yang keluar masuk menuju pasar.

  • Kelima, kawasan di KM 68 Wilayah Desa Kuok. Di kawasan ini sedang ada pembangunan Jembatan Sijangkang. Akan tetapi, untuk kendaraan dapat melewati jembatan darurat  di sebelahnya. Kondisi jembatan darurat ini cukup lebar dan bisa dilewati kendaraan besar dari kedua arah sehingga potensinya kemacetannya tidak terlalu tinggi. Akan tetapi perlu diwaspadai kondisi jalan yang masih berupa timbunan material berupa tanah bercampur kerikil.

  • Keenam, kawasan Pasar Kuok, Kecamatan Kuok. Pada setiap Selasa, lokasi ini menjadi sasaran prioritas bagi Jajaran Polres Kampar karena tingkat kemacetannya yang cukup tinggi pada waktu-waktu tertentu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Serahkan Lebih dari 2.000 Sertifikat Tanah bagi Masyarakat Aceh

Jokowi Serahkan Lebih dari 2.000 Sertifikat Tanah bagi Masyarakat Aceh

Regional
Soal Susur Sungai dan Faktor Cuaca, Mahfud MD: Jangan Berspekulasi

Soal Susur Sungai dan Faktor Cuaca, Mahfud MD: Jangan Berspekulasi

Regional
Kronologi Pasutri di Riau Bunuh Seorang Nenek karena Kesal Ditagih Utang Rp 200.000

Kronologi Pasutri di Riau Bunuh Seorang Nenek karena Kesal Ditagih Utang Rp 200.000

Regional
Mahfud MD Minta Sekolah Awasi Ketat Kegiatan Ekstrakurikuler

Mahfud MD Minta Sekolah Awasi Ketat Kegiatan Ekstrakurikuler

Regional
Datangi Korban, Mahfud MD Sampaikan Dukacita Pemerintah atas Tragedi Susur Sungai Sempor

Datangi Korban, Mahfud MD Sampaikan Dukacita Pemerintah atas Tragedi Susur Sungai Sempor

Regional
Mengaku Bisa Gandakan Uang hingga Rp 20 Miliar, Dukun di Bali Diamankan Polisi

Mengaku Bisa Gandakan Uang hingga Rp 20 Miliar, Dukun di Bali Diamankan Polisi

Regional
Usai Makan Daging Anjing, 25 Orang Dilarikan ke Puskesmas

Usai Makan Daging Anjing, 25 Orang Dilarikan ke Puskesmas

Regional
Basarnas Yogyakarta Ralat Jumlah Korban Tewas Susur Sungai di Sleman

Basarnas Yogyakarta Ralat Jumlah Korban Tewas Susur Sungai di Sleman

Regional
Cerita Bakir Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Teriak Jangan Panik hingga Lempar Akar, 6 Siswa Berhasil Diselamatkan

Cerita Bakir Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Teriak Jangan Panik hingga Lempar Akar, 6 Siswa Berhasil Diselamatkan

Regional
Universitas Andalas Siapkan 1.500 Mahasiswa untuk Kampus Merdeka

Universitas Andalas Siapkan 1.500 Mahasiswa untuk Kampus Merdeka

Regional
Menganggur, Cakades Gagal Buka Jasa Pengganda Uang, Klaim Dibantu 40 Jin

Menganggur, Cakades Gagal Buka Jasa Pengganda Uang, Klaim Dibantu 40 Jin

Regional
2 Tahun Jadi Buronan, Pencuri Oil Boom Pertamina Ditangkap Saat Mabuk

2 Tahun Jadi Buronan, Pencuri Oil Boom Pertamina Ditangkap Saat Mabuk

Regional
Ini Alasan Seorang Istri di Sumbar Bunuh Suami dengan Pisau Dapur

Ini Alasan Seorang Istri di Sumbar Bunuh Suami dengan Pisau Dapur

Regional
Kepala SMPN 1 Turi: Jujur Saya Tak Mengetahui Adanya Program Susur Sungai Kemarin, Mereka Tidak Laporan

Kepala SMPN 1 Turi: Jujur Saya Tak Mengetahui Adanya Program Susur Sungai Kemarin, Mereka Tidak Laporan

Regional
Minibus Terguling di Tanjakan hingga Menabrak Rumah

Minibus Terguling di Tanjakan hingga Menabrak Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X