Rudenim Pekanbaru Amankan 20 WNA Bangladesh

Kompas.com - 28/05/2019, 23:58 WIB
Kepala Rudenim Pekanbaru Junior Sigalingging menggelar konferensi pers terkait diamankan 20 WNA Bangladesh yang akan dideportasi, Selasa (28/5/2019). KOMPAS.com/IDON TANJUNGKepala Rudenim Pekanbaru Junior Sigalingging menggelar konferensi pers terkait diamankan 20 WNA Bangladesh yang akan dideportasi, Selasa (28/5/2019).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Rumah Detensi Imigrasi ( Rudenim) Pekanbaru, Riau, mengamankan 20 orang warga asal Bangladesh yang akan menyeberang secara ilegal melalui Riau. Pihak Rudenim Pekanbaru saat ini melakukan proses pemulangan atau deportasi

Kepala Rudenim Pekanbaru Junior Sigalingging mengatakan bahwa hari ini pihaknya mengirimkan surat pemberitahuan kepada Kedutaan Bangladesh di Jakarta.

"Kami sudah mengirimkan surat ke Kedutaan Bangladesh agar bisa memfasilitasi kepulangan 20 warganya ke negara asal," kata Junior pada Kompas.com saat menggelar konferensi pers di Kantor Rudenim Pekanbaru, Selasa (28/5/2019).


Baca juga: Sebelum Terkam Karyawan Perusahaan di Riau, Harimau Sumatera Sudah Sering Muncul

Dia berharap, Kedutaan Bangladesh merespon surat tersebut. Karena berdasarkan pengalaman Rudenim sebelumnya, agak sulit dari Kedutaan Bangladesh untuk proses pendeportasian warga dari Indonesia.

Meski demikian, Rudenim Pekanbaru tetap mencari upaya untuk memulangkan 20 WNA Bangladesh tersebut.

"Kami juga koordinasi dengan Direktorat Jenderal Keimigrasian untuk deportasi mereka. Dan kami harapkan nantinya ada keluarga mereka atau sponsor untuk pembelian tiket (pesawat)," ujarnya. 

Karena kata dia, biaya deportasi 20 WNA Bangladesh ini cukup besar.

"Satu orang saja mencapai Rp10 juta," sebut Junior.

Baca juga: Selama 2018, Imigrasi Surakarta Deportasi 7 WNA Lebihi Masa Tinggal

Karena itu, pemerintah Indonesia tidak mungkin menanggung biaya sebanyak itu.

Lebih lanjut, Junior menjelaskan bahwa 20 WNA Bangladesh awalnya diamankan Polres Dumai saat menggelar razia 19 Mei 2019 lalu. Dari hasil pemeriksaan, masing-masing mereka membawa pasport.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

Regional
Pencemaran di Sungai Avur, Jombang, Diduga dari Pabrik Kertas

Pencemaran di Sungai Avur, Jombang, Diduga dari Pabrik Kertas

Regional
Petugas Masih Berupaya Evakuasi Kereta Api yang Terguling di Blora

Petugas Masih Berupaya Evakuasi Kereta Api yang Terguling di Blora

Regional
Aniaya PSK karena Tak Mau Bayar Usai Berkencan, Pria Ini Kabur Sambil Telanjang

Aniaya PSK karena Tak Mau Bayar Usai Berkencan, Pria Ini Kabur Sambil Telanjang

Regional
Pemkot Surabaya Cairkan Anggaran Pilkada Tahap Pertama Sebesar Rp 1 Miliar

Pemkot Surabaya Cairkan Anggaran Pilkada Tahap Pertama Sebesar Rp 1 Miliar

Regional
Kisah Kakak Beradik 18 Tahun Alami Kulit Melepuh jika Kena Matahari, Sempat Minta Dibunuh

Kisah Kakak Beradik 18 Tahun Alami Kulit Melepuh jika Kena Matahari, Sempat Minta Dibunuh

Regional
Menristek Tantang ITB Rancang Transportasi Kota Bandung Berbasis Kereta

Menristek Tantang ITB Rancang Transportasi Kota Bandung Berbasis Kereta

Regional
Proyek PLTA Jatigede Capai 73 Persen, September 2020 Siap Beroperasi

Proyek PLTA Jatigede Capai 73 Persen, September 2020 Siap Beroperasi

Regional
Oknum Guru SMP Pendamping Olimpiade Sains yang Cabuli Siswinya di Hotel Berstatus Honorer

Oknum Guru SMP Pendamping Olimpiade Sains yang Cabuli Siswinya di Hotel Berstatus Honorer

Regional
Kasus Bayi Penderita Hydrocephalus, RSUD dr Soetomo Fokus Perbaiki Status Gizinya

Kasus Bayi Penderita Hydrocephalus, RSUD dr Soetomo Fokus Perbaiki Status Gizinya

Regional
Ini Alasan Jaksa KPK Tuntut Mantan Kepala Imigrasi Mataram 7 Tahun Penjara

Ini Alasan Jaksa KPK Tuntut Mantan Kepala Imigrasi Mataram 7 Tahun Penjara

Regional
Mau Bertarung di Pilkada Sumbar, Dibutuhkan 'Isi Tas' Minimal Rp 30 Miliar

Mau Bertarung di Pilkada Sumbar, Dibutuhkan "Isi Tas" Minimal Rp 30 Miliar

Regional
Antisipasi Telur Mengandung Dioksin, Pengusaha Tahu di Sidoarjo Mulai Tinggalkan Bahan Bakar Plastik

Antisipasi Telur Mengandung Dioksin, Pengusaha Tahu di Sidoarjo Mulai Tinggalkan Bahan Bakar Plastik

Regional
Kronologi Bus yang Bawa Siswa SMA Terlibat Tabrakan Beruntun

Kronologi Bus yang Bawa Siswa SMA Terlibat Tabrakan Beruntun

Regional
Program Mensos: Satu Kabupaten/Kota Berdiri Dua Puskessos

Program Mensos: Satu Kabupaten/Kota Berdiri Dua Puskessos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X