Melihat Kondisi Lapas Langkat Pascakerusuhan 16 Mei (1)

Kompas.com - 24/05/2019, 15:27 WIB
Bangkai kendaraan yang dibakar narapidana saat kerusuhan pada 16 Mei 2019 masih tergeletak di halaman Lapas Narkotika Klas III Langkat, Sumatera Utara, Jumat (24/5/2019) KOMPAS.com/MEI LEANDHABangkai kendaraan yang dibakar narapidana saat kerusuhan pada 16 Mei 2019 masih tergeletak di halaman Lapas Narkotika Klas III Langkat, Sumatera Utara, Jumat (24/5/2019)

Ditanya saat kerusuhan terjadi, dirinya berada di mana, Syahrial bilang lari menyelamatkan diri daripada cari mati. Menurutnya, para warga binaan bukan berniat melarikan diri, hanya ingin merusak.

Setelah melakukan perusakan, para warga binaan berkumpul di halaman lalu menurut masuk kembali ke dalam Lapas saat digiring petugas. Memang ada juga yang mengambil kesempatan kabur, tapi jumlahnya tak sebanyak yang kembali ke tahanan.

"Lari, ya lari Buktinya 1.000 lebih yang lari cuma 50 kan? Berarti orang itu memang gak berniat lari, niatnya merusak," katanya lagi.

Tak lama, Plt Kalapas Tapiv datang. Dia langsung blak-blakan mengatakan dirinya tidak punya kewenangan memberikan keterangan apapun kecuali kadivpas atau kakanwil.

"Mohon maaf, semua informasi apapun (wewenang) kantor wilayah. Yang memperbaiki ini kantor wilayah, bukan saya. Saya di sini cuma mengendalikan saja, tolonglah mengerti kawan-kawan. Saya-kan sibuk di dalam, dipanggil nanti saya gak datang, gak enak. Kalau kalian mau tahu, tidur saja gak jelas di mana, saya puasa," ucapnya sambil menjawab panggilan masuk ke ponselnya.

Usai menjawab suara dari seberang, intonasi suara Tapiv merendah. Dia bilang, setiap hari pasca-kerusuhan, petugas dari Kanwilkumham Sumut datang untuk mendata kerusakan dan apa saja yang akan diperbaiki. Dia mengarahkan bertanya langsung kepada mereka.

Perlahan, dirinya bercerita, kerusakan paling parah terjadi di gedung satu dan dua yang berfungsi sebagai kantor pelayanan dan ruang penyimpanan arsip. Kerusakannya mencapai 90 persen.

Kerusakan tambahan adalah terbakarnya tiga unit mobil, 13 sepeda motor, dan rusaknya satu unit ambulans.

"Habis semua terbakar, berkas-berkas warga binaan, untung kita punya soft copy-nya di Kanwil. Ini kursi meja, pinjam itu. Tapi target kita, sebelum Lebaran sudah selesai semua perbaikan," ujar Kepala Bidang Pembinaan Bimbingan dan Teknologi di Kemenkumham Sumut ini.

Tidak ada yang berubah pasca-kerusuhan, semua berjalan normal. Begitu juga soal pengamanan kepada para pengunjung, meski mesin x-ray mengalami sedikit kerusakan. Barang bawaan pengunjung masih bisa diperiksa secara manual.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X