Melihat Kondisi Lapas Langkat Pascakerusuhan 16 Mei (1)

Kompas.com - 24/05/2019, 15:27 WIB
Petugas Lapas yang hampir seluruhnya orang baru dari Kanwilkumham Sumut di ruang tunggu yang tak berkaca jendela KOMPAS.com/MEI LEANDHA Petugas Lapas yang hampir seluruhnya orang baru dari Kanwilkumham Sumut di ruang tunggu yang tak berkaca jendela

Ambulans yang dirusak massa sudah kembali ke posisi semula tapi kaca depannya bolong. Kata Marbun, belum bisa difungsikan karena harus diperbaiki lagi.

Terik matahari yang menyengat mengajak kami berteduh di samping dapur yang tidak rusak sama sekali. Aroma ikan goreng terbang bersama angin mengganggu penciuman.

Tidak lama berada di dalam, kami keluar komplek lapas yang bentuknya mirip gudang-gudang pabrik itu. Soalnya, bangunan sel dan menara pemantaunya seperti terbuat dari almunium, unik.

Selaras dengan pagar-pagar tinggi sebagai pembatas yang di puncaknya kawat duri bergulung-gulung, juga dari alumunium. Kami melewati ruang berukuran 2x3 sentimeter, Marbun bilang, ini ruang Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban Lapas Narkotika Langkat Sunardi.

Informasi yang didapat, kemarahan para narapidana sebenarnya kepada Sunardi yang dianggap sewenang-wenang memperlakukan tahanan.

Saat kerusuhan, Sunardi berhasil menyelamatkan diri, alhasil, kendaraannya yang jadi bulan-bulanan massa. Ditanya soal informasi ini kepada Marbun, laki-laki asal Kota Sibolga itu tak mau menjawab.

55 narapidana masih buron

Dampak dari kerusuhan Lapas Klas III Narkotika Langkat adalah kaburnya 147 narapidana. Sepekan pascakerusuhan atau mulai 16 Mei sampai 22 Mei 2019, sudah 92 warga binaan yang kembali. Sisanya, 55 narapidana menjadi buronan.

Mereka yang menyerahkan diri dan kembali, menurut Kepala Kanwil Kemenkumham Sumut Dewa Putu Gede belum semuanya berada di Lapas Narkotika.

"Beberapa kita tempatkan di Lapas Binjai, Lapas Pangkalanbrandan, dan Lapas Pemuda Tanjungpura," kata Dewa, Rabu (22/5/2019).

Kepada warga binaan yang belum kembali, dirinya mengimbau untuk kooperatif dengan menyerahkan diri secara sukarela. Bagi yang ingin menyerahkan diri, bisa mendatangi aparat desa masing-masing, aparat keamanan atau ke Kanwilkumham Sumut.

Bisa juga langsung mendatangi Lapas Kelas III Narkotika Langkat atau lapas-lapas yang terdekat dengan tempat pelariannya.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X