Antisipasi Pergerakan Massa, TNI-Polri Perketat Penjagaan Kantor KPU dan Bawaslu

Kompas.com - 22/05/2019, 10:49 WIB
Aparat Kepolisian dari Polres Pemalang, Jawa Tengah, bersama anggota TNI dari Kodim 0711 Pemalang melaksanakan pengamanan di depan kantor KPU Pemalang. Kompas.com/Ari HimawanAparat Kepolisian dari Polres Pemalang, Jawa Tengah, bersama anggota TNI dari Kodim 0711 Pemalang melaksanakan pengamanan di depan kantor KPU Pemalang.

PEMALANG, KOMPAS.com - Aparat Polres Pemalang, Jawa Tengah mengantisipasi adanya pergerakan massa yang tidak puas dengan hasil pemilu dengan memperketat pengamanan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu.

Sebanyak 152 personil Polri dan 30 TNI melakukan apel bersama di depan kantor KPU Pemalang, Rabu (22/5/2019).

Apel ini merupakan kegiatan lanjutan dalam rangka pengamanan pasca-rekapitulasi hasil Pemilu oleh KPU.

Baca juga: Sambil Acungkan Dua Jari, Massa di Sarinah Benyanyi Yel-yel dan Pukuli Tameng Polisi

Yang berbeda ialah, pada Rabu pagi, pengamanan kantor KPU dan Bawaslu diperketat karena
antisipasi adanya pergerakan massa dan memberikan rasa aman kepada masyarakat di Kabupaten Pemalang.

Dari pantauan Kompas.com, polisi bersenjata lengkap berjaga di depan kantor KPU.

Petugas memeriksa satu persatu warga yang akan keluar dan masuk ke dalam Kantor KPU.

"Selain mengamankan kantor KPU Pemalang dan Bawaslu, polisi juga berjaga di sejumlah titik obyek vital, seperti kantor PLN, Telkom dan kantor pemerintahan. Kita juga berjaga di sentra
ekonomi yaitu pasar tradisional," kata Kabag Ops Polres Pemalang Kompol Alkaf Chaniago.

Baca juga: Polisi Tangkap 6 Terduga Teroris Jaringan JAD di NTB

Alkaf menambahkan, pihak kepolisian juga melakukan patroli skala besar dengan melibatkan TNI dari Kodim mengantisipasi hal-hal yang mengganggu ketertiban umum.

"Sementara kami belum mengerahkan anjing pelacak maupun sniper karena tindakan itu meraoakan tentatif. Namun dari hasil pantauan belum ada tanda-tanda pergerakan massa," tambah dia.

Kabag Ops meminta agar masyarakat tidak terpancing melakukan tindakan yang melanggar
hukum karena petugas akan bertindak sesuai prosedur dan tidak ada toleransi.

Rencananya, perketatan pengamanan petugas di kantor KPU, Bawaslu dan sejumlah titik obyek vital ini akan berlangsung hingga 25 Mei 2019.

.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siswa SMP di Kaki Gunung Slamet Sulap Limbah Plastik Jadi Lampion, Bunga hingga Wayang

Siswa SMP di Kaki Gunung Slamet Sulap Limbah Plastik Jadi Lampion, Bunga hingga Wayang

Regional
Riset: Prabowo dan Nadiem Makarim, Menteri Paling Banyak Diperbincangkan Warganet

Riset: Prabowo dan Nadiem Makarim, Menteri Paling Banyak Diperbincangkan Warganet

Regional
Tolak Jadi Menteri, Risma: Ada Mimpi yang Ingin Saya Buat di Surabaya

Tolak Jadi Menteri, Risma: Ada Mimpi yang Ingin Saya Buat di Surabaya

Regional
Cicilan Mobil Sang Mantan Berujung Pembunuhan...

Cicilan Mobil Sang Mantan Berujung Pembunuhan...

Regional
Kronologi Penangkapan Pelaku Dana Nasabah BNI Ambon, 2 Tersangka Keluar Rumah Saat Gempa

Kronologi Penangkapan Pelaku Dana Nasabah BNI Ambon, 2 Tersangka Keluar Rumah Saat Gempa

Regional
20 Truk Tonase Kena Tilang karena Masuk Kota di Pekanbaru

20 Truk Tonase Kena Tilang karena Masuk Kota di Pekanbaru

Regional
Penjelasan BPJS Kesehatan soal Tunggakan Rp 20 Miliar ke RSUD Ungaran

Penjelasan BPJS Kesehatan soal Tunggakan Rp 20 Miliar ke RSUD Ungaran

Regional
Jadi Calon Ibu Kota Negara, Ini Usulan Besaran UMP Kalimantan Timur 2020

Jadi Calon Ibu Kota Negara, Ini Usulan Besaran UMP Kalimantan Timur 2020

Regional
Pengamat: Menteri Agama Dijabat Purnawirawan TNI, Wajar Kiai NU Kecewa

Pengamat: Menteri Agama Dijabat Purnawirawan TNI, Wajar Kiai NU Kecewa

Regional
Duduk Perkara Kasus Penusukan Mata 12 Kucing, Pelaku Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa

Duduk Perkara Kasus Penusukan Mata 12 Kucing, Pelaku Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kiai Protes Jabatan Menteri Agama ke PBNU | Risma Akui Rugi Tolak Jadi Menteri

[POPULER NUSANTARA] Kiai Protes Jabatan Menteri Agama ke PBNU | Risma Akui Rugi Tolak Jadi Menteri

Regional
Pasien Demam Berdarah di Cianjur Bertambah Jadi 22 Orang

Pasien Demam Berdarah di Cianjur Bertambah Jadi 22 Orang

Regional
Puslabfor Ambil Sampel di Lokasi Kebakaran Pipa Pertamina Cimahi

Puslabfor Ambil Sampel di Lokasi Kebakaran Pipa Pertamina Cimahi

Regional
Ganjar Apresiasi Terpilihnya Tito Karnavian Sebagai Mendagri

Ganjar Apresiasi Terpilihnya Tito Karnavian Sebagai Mendagri

Regional
Surabaya Bakal Punya Layanan Kedokteran Nuklir, Warga Tak Perlu Terapi ke Luar Kota

Surabaya Bakal Punya Layanan Kedokteran Nuklir, Warga Tak Perlu Terapi ke Luar Kota

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X