Saksi Parpol Tolak KPU Papua Buka Kotak Suara Pemilu

Kompas.com - 16/05/2019, 21:43 WIB
Pelaksanaan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Suara Provinsi Papua pada Pemilu 2019, di Kota Jayapura (16/5/2019) KOMPAS.com/Dhias SuwandiPelaksanaan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Suara Provinsi Papua pada Pemilu 2019, di Kota Jayapura (16/5/2019)

JAYAPURA, KOMPAS.com - Rapat pleno rekapitulasi suara Pemilu 2019 tingkat Provinsi Papua, memanas, Kamis (16/5/2019) malam.

hal itu terjadi saat Khendak dibacakan hasil rekapitulasi suara dari Kota Jayapura.

Sejak awal, para saksi dari beberapa partai politik (parpol) menolak dibukanya kotak suara yang digunakan menyimpan hasil rekapitulasi suara Kota Jayapura.

Saksi dari PSI, Leo Himan menjadi orang pertama menyampaikan interupsi dan melarang KPU Kota Jayapura membuka kotak suara.

Dia menganggap pelaksanaan pemilu di wilayah tersebut penuh dengan masalah.

Leo meminta Ketua KPU Kota Jayapura menjelaskan kronologi kekacauan pelaksanaan pemilu, mulai dari keterlambatan distribusi logistik hingga terlambatnya pelaksanaan pleno.

Senada dengan Leo, saksi dari PPP, Nason Uti ingin KPU Kota Jayapura mengungkap aktor intelektual di balik masalah penyelenggaraan pemilu di Papua.

"Ini harus jelas siapa otak di balik semua ini," ujarnya.

Baca juga: Dua Kabupaten/Kota di Papua Belum Selesai Pleno, Muncul Isu Penggelembungan Suara

Situasi kian memanas saat saksi dari Partai Berkarya, Junaidi Rahim menyampaikan tentang aturan pelaksanaan pleno yang mengharuskan KPU membuka kotak suara dan membacakan hasil rekapitulasi.

Belum selesai bicara, saksi dari Golkar, Isak Rumbarar memprotes pernyataan Junaidi yang ia anggap tidak mengetahui tata tertib pleno tingkat provinsi karena yang bersangkutan baru pertama kali mengikutinya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X