Marak Surat Domisili Palsu, Sistem Zonasi PPDB SMP di Magelang Tuai Protes

Kompas.com - 15/05/2019, 18:42 WIB
Ilustrasi PPDB RONY ARIYANTO NUGROHOIlustrasi PPDB

MAGELANG, KOMPAS.com - Sistem zonasi yang diterapkan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Magelang, Jawa Tengah, menuai protes para orangtua calon siswa. Mereka menduga akibat sistem ini muncul surat keterangan domisili (SKD) palsu.

Seperti diungkapkan Ratna, salah satu orangtua calon siswa SMP Negeri Kota Magelang. Ia mencurigai sejumlah orangtua yang tidak jujur memakai SKD dari ketua RT, RW hingga kelurahan yang terdekat dengan sekolah keinginannya. Padahal mereka tidak tinggal di daerah tersebut.

"Kami curiga ada orangtua yang nggak jujur, mereka mencari SKD abal-abal di alamat terdekat dengan sekolah yang dituju,” kata Ratna, ditemui Rabu (15/5/2019).

Ia mengaku mendapati orangtua calon siswa yang rumahnya di Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Tetapi, saat mendaftarkan anaknya ke salah satu SMP negeri di Kota Magelang, ia menggunakan SKD dari Kelurahan Kemirirejo, Kecamatan Magelang Tengah.

Baca juga: Di Hadapan Bupati Banyumas, Sejumlah Siswa SMP Mengeluhkan Sistem Zonasi Penerimaan Siswa Baru yang Dinilai Tak Adil

Nasib "apes" juga dialami anaknya yang terdepak dari seleksi sekolah keinginannya. Padahal titik koordinat (jarak udara) rumahnya dengan sekolah tujuan tergolong dekat. Sementara ada calon siswa yang rumahnya lebih jauh justru diterima pada hasil jurnal sementara.

Pihaknya berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbub) Kota Magelang melakukan evaluasi terhadap sistem zonasi yang baru diterapkan pada tahun ajaran 2019/2020. Ia juga meminta pihak sekolah untuk melakukan verifikasi ulang terhadap penggunaan SKD.

“Kalau dari pihak sekolah berani melakukan verifikasi ulang yang menggunakan SKD, pasti ketahuan kalau ada yang abal-abal. Saya percara Pak Ganjar Pranowo (gubernur Jawa Tengah) sudah tahu masalah ini," ucapnya.

Diverifikasi ulang

Secara terpisah, Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Magelang, Ahmad Ludin Idris, menjelaskan, berdasarkan hasil rapat yang dipimpin oleh sekda Kota Magelang pada 15 Mei 2019 telah memutuskan beberapa hal terkait penggunaan SKD pada PPDB di Kota Magelang.

Rapat dihadiri oleh kepala Disdikbud Kota Magelang, kepala SMP Se-Kota Magelang, kepala Disdukcapil, camat/lurah, asisten Sekda dan kabag Kesra Kota Magelang.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumlah Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 16 Orang

Jumlah Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 16 Orang

Regional
Terdengar Suara Benda Jatuh di Atap Rumah, Ternyata Bayi Dibuang Ibunya

Terdengar Suara Benda Jatuh di Atap Rumah, Ternyata Bayi Dibuang Ibunya

Regional
Polisi Aceh Perketat Wilayah Laut, Antisipasi TKI dari Malaysia

Polisi Aceh Perketat Wilayah Laut, Antisipasi TKI dari Malaysia

Regional
Masuk ke Kota Padang Wajib Gunakan Masker jika Tak Ingin Kena Denda

Masuk ke Kota Padang Wajib Gunakan Masker jika Tak Ingin Kena Denda

Regional
Kegigihan Napi Perempuan, Produksi Masker di Tengah Wabah Corona

Kegigihan Napi Perempuan, Produksi Masker di Tengah Wabah Corona

Regional
Ditemukan 21 Klaster Penyebaran Virus Corona di Jatim, Pelatihan Petugas Haji Terbesar

Ditemukan 21 Klaster Penyebaran Virus Corona di Jatim, Pelatihan Petugas Haji Terbesar

Regional
Dalam 3 Hari, Tiga PDP di Banjarmasin Meninggal, 2 Orang Positif Covid 19

Dalam 3 Hari, Tiga PDP di Banjarmasin Meninggal, 2 Orang Positif Covid 19

Regional
Sumbangan Berdatangan, Ribuan APD Siap Dibagikan kepada Tim Medis

Sumbangan Berdatangan, Ribuan APD Siap Dibagikan kepada Tim Medis

Regional
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Halmahera Barat, Maluku Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Halmahera Barat, Maluku Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pasien Positif Corona di Riau Bertambah Jadi 11 Orang

Pasien Positif Corona di Riau Bertambah Jadi 11 Orang

Regional
Kisah Haru Tiga Bocah di Makassar Bongkar Celengan untuk Tenaga Medis Beli Masker

Kisah Haru Tiga Bocah di Makassar Bongkar Celengan untuk Tenaga Medis Beli Masker

Regional
Bocah 5 Tahun Tiba-tiba Menghilang Saat Diajak Ibunya Isi Pulsa, Besoknya Ditemukan Tewas di Gorong-gorong

Bocah 5 Tahun Tiba-tiba Menghilang Saat Diajak Ibunya Isi Pulsa, Besoknya Ditemukan Tewas di Gorong-gorong

Regional
Gempa 6,1 M Guncang Maluku Utara, Warga di Sitaro, Sulut, Sempat Keluar Rumah

Gempa 6,1 M Guncang Maluku Utara, Warga di Sitaro, Sulut, Sempat Keluar Rumah

Regional
Cegah Corona, Pemkab Nias Selatan Tutup Akses Masuk Wilayah

Cegah Corona, Pemkab Nias Selatan Tutup Akses Masuk Wilayah

Regional
Tak Bayar Rp 700.000, Penumpang Ojol Ini Hanya Tinggalkan Sandal Jepit, Begini Ceritanya

Tak Bayar Rp 700.000, Penumpang Ojol Ini Hanya Tinggalkan Sandal Jepit, Begini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X