Meski Menang di Jabar, Saksi Pasangan Prabowo-Sandi Tolak Tanda Tangani Hasil Rapat Pleno

Kompas.com - 13/05/2019, 20:59 WIB
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat resmi melakukan rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pileg dan Pilpres 2019 di Kantor KPU Jabar, Jalan Garut, Kota Bandung, Rabu (8/5/2019). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIKomisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat resmi melakukan rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pileg dan Pilpres 2019 di Kantor KPU Jabar, Jalan Garut, Kota Bandung, Rabu (8/5/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Saksi dari pasangan calon presiden dan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, menolak menandatangani hasil rekapitulasi suara pilpres yang digelar KPU Jabar, di Jalan Garut, Kota Bandung, Senin (13/5/2019) malam. 

Para saksi beralasan, banyak ditemukan kejanggalan selama kontestasi itu berlangsung.

"Kami dari saksi paslon nomor 02 tidak tidak menandatangani hasil rekapitulasi di Provinsi Jabar," kata salah satu saksi, Melda, saat rapat pleno, Senin malam.

Baca juga: Rekapitulasi KPU: Prabowo Menang di Jabar, Selisih 5 Juta Suara dari Jokowi

Melda menuding, selama pilpres berlangsung banyak ditemukan praktik mobilisasi massa serta banyak warga memilih menggunakan KTP tanpa undangan atau formulir A5. 

Selain itu, ia juga menuding ada ketidaknetralan aparat dan penyelenggara pemilu. Terlebih, usulan Bawaslu mengenai rekomendasi pemungutan suara ulang yang tidak dilaksanakan KPU.

Ia mengatakan, semua poin keberatan sudah dicantumkan dalam dokumen DC2. Ia meminta pihak KPU Jabar menindaklanjutinya dengan cara membahasnya saat rekapitulasi di KPU RI.

"Kami ingin menang dengan cara yang jujur dan adil. Jadi dengan alasan itu kami tidak menandatangani. Walaupun kami di Jabar menang, kami tidak tanda tangani," ungkap Melda.

Baca juga: Jokowi Kalah di Bogor, TKD Jabar Sebut Bogor Rumah Prabowo

Dikonfirmasi terpisah, Komisioner KPU Jabar Endun Abdul Haq mengatakan, sikap itu tak mengurangi keabsahan pengesahan hasil suara. Meski demikian, kata Endun, KPU Jabar menghormati keputusan tersebut.

"Sesuai peraturan KPU, bagi saksi yang tidak mau menandatangani hasil rekapitulasi harus menuangkan alasannya di formulir DC2 KPU Jabar. Tadi yang bersangkutan sudah menyampaikan," ujar Endun.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan rekapitulasi suara Pilpres 2019 di Jabar, pasangan Prabowo-Sandiaga Uno memenangkan pertarungan di 21 kabupaten/kota di Jabar dengan total raihan suara sebanyak 16.077.446 suara.

Sedangkan enam daerah lainnya dimenangi Jokowi-Ma'ruf Amin dengan 10.750.568 suara.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Regional
Korban Tabrak Lari Pengendara Rush yang Diduga Stress Bertambah, di Antaranya Anak-anak

Korban Tabrak Lari Pengendara Rush yang Diduga Stress Bertambah, di Antaranya Anak-anak

Regional
22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

Regional
Kepala Dusun di Bulukumba Potong Kemaluan dan Rusak Mata Warganya Hanya karena Masalah Penyemprot Padi

Kepala Dusun di Bulukumba Potong Kemaluan dan Rusak Mata Warganya Hanya karena Masalah Penyemprot Padi

Regional
Tanah Gambut di Rupat Bengkalis Kembali Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api

Tanah Gambut di Rupat Bengkalis Kembali Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api

Regional
Main Tik Tok Bersama Cinta Laura saat Jabar Banjir, Ridwan Kamil Disentil Netizen

Main Tik Tok Bersama Cinta Laura saat Jabar Banjir, Ridwan Kamil Disentil Netizen

Regional
Melerai Perkelahian, Anggota Polisi Malah Dihajar hingga Terluka

Melerai Perkelahian, Anggota Polisi Malah Dihajar hingga Terluka

Regional
Kecelakaan di Tol Bawen, Gran Max Tabrak Truk, Satu Tewas

Kecelakaan di Tol Bawen, Gran Max Tabrak Truk, Satu Tewas

Regional
Sadis, Kepala Dusun di Bulukumba Bunuh Warganya, Kemaluan Dipotong, Mata Dirusak

Sadis, Kepala Dusun di Bulukumba Bunuh Warganya, Kemaluan Dipotong, Mata Dirusak

Regional
Dibuang, Bayi Baru Lahir Ditemukan di Selokan

Dibuang, Bayi Baru Lahir Ditemukan di Selokan

Regional
Jenazah Pasien Suspect Virus Corona di Semarang Dibungkus Plastik Sebelum Dimakamkan

Jenazah Pasien Suspect Virus Corona di Semarang Dibungkus Plastik Sebelum Dimakamkan

Regional
Kronologi Para Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas di NTT

Kronologi Para Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas di NTT

Regional
Usia 39 Tahun, Esti Jadi Profesor Termuda di Unmul,Ciptakan 4 Produk Obat Ikan dari Tanaman Lokal Kaltim

Usia 39 Tahun, Esti Jadi Profesor Termuda di Unmul,Ciptakan 4 Produk Obat Ikan dari Tanaman Lokal Kaltim

Regional
Jusuf Kalla: Moderasi Beragama Bisa Cegah Konflik Bernuansa Agama

Jusuf Kalla: Moderasi Beragama Bisa Cegah Konflik Bernuansa Agama

Regional
Ribuan Pengungsi Banjir di Karawang Butuh Makanan Balita

Ribuan Pengungsi Banjir di Karawang Butuh Makanan Balita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X