Sepi Penumpang, Layanan Bandara Nanga Pinoh Melawi Dihentikan Sementara

Kompas.com - 10/05/2019, 17:14 WIB
Bandara Nanga Pinoh di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. IstimewaBandara Nanga Pinoh di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

MELAWI, KOMPAS.com – Layanan penerbangan di Bandar Udara Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, resmi dihentikan sementara sejak Jumat (10/5/2019).

Kasi Teknik Operasi dan Pelayanan Darurat Bandara Nanga Pinoh, Sumartono mengatakan, penghentian operasional bandara tersebut karena beberapa bulan terakhir sepi penumpang.

Bandara Nanga Pinoh melayani penerbangan Melawi-Pontianak dan Melawi-Ketapang menggunakan pesawat perintis.

“Berhenti sementara, tetapi tidak ditutup sambil menunggu informasi lanjutan dari pusat untuk melayani penerbangan khususnya Melawi-Pontianak atau Melawi-Ketapang,” kata Sumartono, Jumat (10/5/2019).

Baca juga: Harga Tiket Pesawat Naik, Pengelola Bandara SSK II Pekanbaru Rugi Rp 12 Miliar

Berdasarkan kajian Kementerian Perhubungan, penyebab sepinya bandara karena dipengaruhi jarak Nanga Pinoh, Melawi, ke Bandara Tebelian Kabupaten Sintang yang baru beroperasi terbilang dekat. Jarak tempuhnya hanya memakan waktu satu setengah jam.

“Ditambah lagi minat penumpang yang memilih bus antar kota dalam provinsi untuk ke Pontianak juga mengalami peningkatan,” jelasnya.

Sumartono berharap, Bandara Nanga Pinoh masih bisa melayani penerbangan saat arus mudik lebaran tahun 2019, karena ada kemungkinan terjadi lonjakan penumpang.

“Sehingga  bisa membantu penumpang yang menggunakan bus atau angkutan darat lainnya, dan mengantisipasi lonjakan penumpang di Bandara Tebelian Sintang,” paparnya.

Padahal panjang landasan pacu bandara tersebut sudah ditambah beberapa tahun lalu, namun pesawat dengan kapasitas penumpang lebih besar masih belum ada yang mendarat di bandara tersebut.

Sementara itu, Wardana, salah seorang pemuda Nanga Pinoh menyayangkan berhentinya operasi penerbangan di Bandara Nanga Pinoh. Menurutnya, beberapa waktu lalu bandara tersebut masih melayani penerbangan baik ke Pontianak maupun Ketapang.

“Memang baru penerbangan perintis. Hanya pesawat berpenumpang 12 orang yang bisa mendarat di bandara ini. Tapi kalau rutin dalam sepekan bisa sampai dua kali ada penerbangan juga lumayan,” katanya.

Baca juga: BIJB: Bandara Kertajati Layani Penerbangan Luar Jawa dan Internasional

Saat awal dibuka, menurut Wardana, harga tiket pesawat perintis tersebut  termasuk lebih murah. Bahkan dengan waktu tempuh yang singkat ke Pontianak atau Ketapang, penerbangan tersebut tak pernah sepi dari penumpang.

“Mungkin seiring dengan semakin mahalnya tiket pesawat saat ini, penumpang banyak yang memilih menggunakan bus saja,” ucapnya.

Sebagai informasi, harga tiket pesawat perintis seperti Maskapai Susi Air yang beberapa tahun lalu beroperasi di Bandara Nanga Pinoh bisa lebih murah dan terjangkau masyarakat karena mendapatkan subsidi dari Kemenhub.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Banyumas Capai 76 Persen

Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Banyumas Capai 76 Persen

Regional
Sukacita Orangtua Bayi Kembar Siam Setelah Setahun dan 10 Jam yang Berat

Sukacita Orangtua Bayi Kembar Siam Setelah Setahun dan 10 Jam yang Berat

Regional
Kisah Ibu Digugat Anak Kandung, Punya Fortuner tapi Dianggap Sewa

Kisah Ibu Digugat Anak Kandung, Punya Fortuner tapi Dianggap Sewa

Regional
Fakta Pasien Mesum di Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Dompu, Viral di Medsos hingga Polisi Lakukan Penyelidikan

Fakta Pasien Mesum di Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Dompu, Viral di Medsos hingga Polisi Lakukan Penyelidikan

Regional
Dedi Mulyadi Siapkan Advokat untuk Ibu yang Digugat Anaknya karena Fortuner

Dedi Mulyadi Siapkan Advokat untuk Ibu yang Digugat Anaknya karena Fortuner

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ibu Digugat Anak Kandung Soal Mobil Fortuner | Temuan Bagian Tubuh Diduga Milik Penumpang Sriwijaya Air

[POPULER NUSANTARA] Ibu Digugat Anak Kandung Soal Mobil Fortuner | Temuan Bagian Tubuh Diduga Milik Penumpang Sriwijaya Air

Regional
Kisah Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya, Harganya Rp 7000 Semangkuk

Kisah Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya, Harganya Rp 7000 Semangkuk

Regional
Video Viral Mobil Patroli Kejar Truk di Tol, Sopir Tetap Melaju Kencang Saat Dihentikan Polisi

Video Viral Mobil Patroli Kejar Truk di Tol, Sopir Tetap Melaju Kencang Saat Dihentikan Polisi

Regional
Mengungkap Fakta Mayat Perempuan Setengah Telanjang yang Ditemukan Tewas di Tengah Sawah, Diduga Dibunuh

Mengungkap Fakta Mayat Perempuan Setengah Telanjang yang Ditemukan Tewas di Tengah Sawah, Diduga Dibunuh

Regional
Terjangkit Covid-19 Setelah Divaksinasi, Ini Kata Bupati Sleman

Terjangkit Covid-19 Setelah Divaksinasi, Ini Kata Bupati Sleman

Regional
Sederet Kisah Anak Laporkan Ibu Kandung, Gegara Harta hingga Luka Terkena Kuku

Sederet Kisah Anak Laporkan Ibu Kandung, Gegara Harta hingga Luka Terkena Kuku

Regional
Cerita Pria Cianjur Hidup Lagi Setelah 2 Kali Dikira Mati, Dede: Saya Ingat Betul Bawa jasadnya

Cerita Pria Cianjur Hidup Lagi Setelah 2 Kali Dikira Mati, Dede: Saya Ingat Betul Bawa jasadnya

Regional
Protes Sikap Ketua DPRD, Anggota Dewan Segel Ruangan: Jangan Anggap Kami Seperti Anak Buah

Protes Sikap Ketua DPRD, Anggota Dewan Segel Ruangan: Jangan Anggap Kami Seperti Anak Buah

Regional
Tak Ada Gugatan Hasil Pilkada, Eistianah Ditetapkan sebagai Bupati Demak Terpilih

Tak Ada Gugatan Hasil Pilkada, Eistianah Ditetapkan sebagai Bupati Demak Terpilih

Regional
KPU Tetapkan Wabup Petahana sebagai Bupati Blora Terpilih

KPU Tetapkan Wabup Petahana sebagai Bupati Blora Terpilih

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X